PILIHAN HEADLINE

4 Sebab Sulitnya Menembus Dunia Kerja Dewasa Ini

13 Maret 2017 10:21:39 Diperbarui: 14 Maret 2017 15:50:43 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
4 Sebab Sulitnya Menembus Dunia Kerja Dewasa Ini
Sumber ilustrasi: Shutterstock

Buat teman-teman yang merasakan hal ini jangan berkecil hati, ada ratusan orang di negeri kita yang mengalami hal serupa, bahkan jumlahnya bisa jadi lebih banyak. Saya pun sempat merasakan hal demikian dan bertanya-tanya masih adakah lowongan pekerjaan untuk saya? Adakah yang bisa saya lakukan untuk memperoleh penghasilan? Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan keluarga saya?

Itulah beberapa pertanyaan yang kerap kali timbul dalam pikiran saya. Dari sekian banyak pertanyaan yang ada, muncul sebuah pertanyaan sederhana yang masih menjadi misteri buat saya -bahkan sampai detik ini. Karyawan seperti apa yang mereka cari?

  1. Berpenampilan Menarik
    Sumber ilustrasi: indochino.com
    Sumber ilustrasi: indochino.com
    Hmm hal ini sedikit membuat saya tertawa saat melihat info lowongan kerja baik di media massa atau media sosial. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan penampilan menarik? Jika saya tanya balik para pewawancara jawabannya tidak lepas dari wajah yang cantik atau tampan. Hal ini sudah lumrah seakan kita sebenarnya sedang menjual wajah dan mereka yang membeli. Lalu, jika saya atau kamu memiliki wajah yang tidak menarik apakah berarti kamu tidak bisa bekerja? Jadi, salahkah orang tua kita yang secara genetika menurunkan DNA berupa wajah yang seperti saat ini? Saya sering tertawa dalam hati sewaktu melihat atau mendengar pernyataan demikian. Selain wajah, mereka menilai bentuk tubuh kita dan mengklasifikasi kita ke dalam golongan tertentu misalnya; orang yang gemuk 'biasanya lambat' dalam bekerja seakan-akan bobot tubuh lebih penting daripada kemampuan kita.

    Katakanlah jenis pekerjaannya berada dalam bidang marketing, ada yang bilang sales itu harus menarik, benarkah? Memang sekali memandang sales yang berwajah cantik atau tampan seakan-akan menghipnotis calon pembeli untuk membeli apapun yang mereka tawarkan. Itulah poin utama yang beberapa perusahaan lihat, menjual dengan penampilan asalkan produk mereka laku terjual tak soal seberapa bermanfaat produk tersebut. Sekalipun tidak dalam bidang marketing, masih banyak perusahaan yang mencari karyawan berpenampilan menarik. Sebenarnya untuk siapa? Hmm, bisa jadi supaya mood para atasan meningkat ya, sewaktu melihat kamu yang berpenampilan menarik. Namun perlu diketahui, penampilan menarik yang sebenarnya tidaklah terkait dengan cantik atau tampan, tapi penampilan yang bersih dan rapi.

  2. Berpengalaman Kerja Minimal 1 Tahun di Bidang yang Sama
    Sumber ilustrasi: istimewa
    Sumber ilustrasi: istimewa
    Inilah problem mengapa banyak pengangguran di negeri kita. Banyak perusahaan mencari orang-orang yang sudah memiliki pengalaman kerja 'dibidang yang sama' alasannya karena mereka sudah berpengalaman, lebih efisien pada saat masa training, dan tidak sulit mengajari mereka. Memang benar tapi secara tidak sadar banyak perusahaan telah menutup kemungkinan potensi calon pelamar bagi perusahaannya. Ada banyak generasi muda yang mampu meningkatkan kualitas kerja meskipun awalnya tidak memiliki pengalaman dan mampu menaikan penghasilan perusahaan. Bahkan mereka yang berada di posisi atas juga pernah mengalami hal serupa, sadarkah mereka? Atau malas mengajari orang baru ya?

  3. Batas Usia Maksimal 25 Tahun
    Sumber gambar: health.heraldtribune.com
    Sumber gambar: health.heraldtribune.com
    Usia menentukan produktivitas kerja itulah yang ada dalam pemikiran banyak perusahaan, mereka yang berusia di bawah 30 tahun tentu masih energik, cekatan, dan sehat. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan dan mengurangi pengeluaran perusahaan. Tak satupun perusahaan ingin mengalami kerugian, apalagi sumbernya dari dalam perusahaan, maka mereka akan selalu mencari pekerja muda guna meminimalisasi kerugian tersebut. Tapi bukan berarti mereka yang berusia lebih dari 25 tahun tidak lagi terpakai loh! Banyak para pakar yang bekerja bagi perusahaan dan memiliki usia yang cukup tua, maka dari itu mereka butuh pengganti yang masih muda. Pembatasan usia juga bertujuan untuk menyaring lamaran yang masuk sehingga tidak menghabiskan waktu hanya untuk mencari karyawan.

  4. Minimal Pendidikan D3 atau S1
    Sumber ilustrasi: ibtimes.co.uk
    Sumber ilustrasi: ibtimes.co.uk
    Buat teman-teman yang memiliki latar belakang pendidikan SMK/SMA/SMU/sederajat jangan berkecil hati, inilah fakta yang harus kamu hadapi saat memilih pekerjaan dengan posisi yang cukup bagus, bahkan pekerjaan yang biasa saja juga menentukan standar demikian. Lalu, bagaimana mereka yang mengikuti ujian paket kesetaraan? Banyak orang bahkan perusahaan meremehkan kemampuan kerja mereka, padahal mereka memiliki kinerja yang bisa jadi setara atau bahkan lebih baik dari mereka yang kuliah. Pendidikan menentukan kondisi intelektual mereka, namun tidak menentukan etos kerja dan norma yang baik dalam bersosialisasi dilingkungan kerja.

Buat kamu yang masih berupaya mencari pekerjaan tetaplah semangat! Petani yang menanam benih butuh waktu untuk dapat memanen. Pekerja yang gigih butuh waktu untuk dapat menghasilkan.

Lihat juga artikel pilihan berikut:

Fery Irawan

/feryirawan

TERVERIFIKASI

Buka Pikiran, Buka Mata, Buka Telinga, Buka Hati, Buka Mulut, dan Bertindak...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana