Fazil Abdullah
www.kompasiana.com/fazil.abdullah

Fazil Abdullah memiliki nama asli hanya “Fazil”. “Abdullah” nama ayah (alm.). Kelahiran 1982 di Aceh Utara. Lulusan Sastra Indonesia UGM Yogyakarta (2007). Sedang menempuh pendidikan pascasarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas Padang. Telah menerbitkan buku kumpulan cerpen Look, New York! (Gema Insani Jakarta, 2005), antologi cerpen Metamorfosa Cicak di Atas Peta (Solo, 2003), dan antologi cerpen Dilarang Menangis (Bandung, 2005). Salah satu cerpennya dengan judul “Yang Terluka di Belakang Rumah” menjadi pemenang II dalam lomba penulisan cerpen bertema HAM diadakan Kedubes Swiss Jakarta kerjasa sama dengan FLP Pusat Jakarta (2006). Kontak email: fazil_abdullah@yahoo.com, akun facebook: www.facebook.com/fazil.sahaja .
Kompasianer sejak:
11 March 2012
Tulisan : 22 artikel
Komentar : 6 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Sosbud

Kampungan

“Yaaang, orang bilang dangdut kampungan,” dendang lagu dangdut yang diputar keras oleh kios penjual kaset di pinggir jalan itu mengusik saya. Kata “kampung” yang mulanya baik-baik ...

OPINI | 11 November 2014 03:30

4   0   dibaca 0

Sosbud

“Kerja, Kerja, Kerja!”: Coretan Salah Tafsir

“Kerja, kerja, kerja,” kata presiden. Dikutip seorang ayah, diucapkan pada anaknya, “Kerja, kerja, kerja!” “Saya mau studi dulu, Pa,” sahut anaknya takut2. Mandor-mandor, para bos, saudagar, manager, dengan ...

OPINI | 3 November 2014 02:08

16   0   dibaca 0

Buku

Life of Pi: Kebijaksanaan dalam Berkeyakinan Rasionalitas atau Irasionalitas

“Kau tidak bisa percaya tiga agama secara bersamaan. Kau harus menetapkan salah satunya. Jika bingung dengan ketiganya, kenapa tidak kau mulai dengan jalan saintifik. Rasionalitas. ...

REP | 2 November 2014 12:28

34   1   dibaca 1

Cerpen

Jika Aku Berlama-lama di Kolam Katak

Pengantar: Cerpen ini dibuat tahun 2012. Imajinasi semata. Karena lagi ada berita-berita bahwa presiden baru kita hobi pelihara katak, saya ikut nimbrung berbagi cerpen lama saya ...

OPINI | 27 October 2014 01:07

6   0   dibaca 0

Puisi

Satu

tak perlu menghitung seberapa banyak yang kudapat dari perjalanan hidup, semua tak berarti daripada yang telah kudapatkan darimu. kau yang mampu membuat hatiku hidup. ...

FIKSI | 6 November 2013 20:19

41   0   dibaca 0

Kejiwaan

Kenali dan Kurangi Narsis

Kenali dan Kurangi Narsis Narsis, secara umum kata ini cenderung bersinonim “keterpusatan-diri” atau “keasyikan-diri”, yang diilekatkan kepada orang yang melihat dunia, kebutuhan, kepentingan, dan segala hal ...

REP | 6 November 2013 20:11

149   0   dibaca 0

Cermin

Tak Sampai ke Jiwa

Setiap 500m, bebukitan dengan pepohonan dan semaknya tidak lepas dari pandangan. Kiri-kanan lembah-lembah dengan anak sungai yang gemericik tapi menyesatkan, tertutup belukar dan pepohonan yang ...

OPINI | 6 November 2013 20:06

38   0   dibaca 0

Cermin

Yang Tak Dijaga dan Dirawat

kau pulang dan kau lihat, bagaimana lapuk, tua, dan kumuh menelan semua yang tak dijaga dan dirawat. kehidupan seakan bergerak mundur; keceriaan menghilang, harapan pudar, ...

OPINI | 6 November 2013 19:55

53   0   dibaca 0

Puisi

Yang Dipermainkan Harapan

tapi kita tak pernah menyerah bukan? bukan kali ini saja kita dilukai harapan yang tikamannya menyisa trauma. terus saja bertaruh dan bergantung dengan harapan meskipun kita tahu ...

FIKSI | 6 November 2013 19:53

56   0   dibaca 0

Cermin

Pergi Ke Dukun

“Masalah apa?” tanya sang dukun. “Kalau saya tahu, saya gak ke mari.” Sahut saya datar. Sang dukun menatap saya lama dan dalam. Apa dia sedang menerawang masalah saya? “Ooo…,” ...

OPINI | 6 November 2013 00:38

149   2   dibaca 0
1 2 3 Next »
FEATURED ARTICLE

Subscribe and Follow Kompasiana: