HIGHLIGHT

SBY Telanjang di Mekah...?

18 Agustus 2010 19:16:00 Dibaca :

Ada berita yang tidak sedap, kabarnya SBY telanjang saat menjalani umroh di Mekah. “Kok, wartawan Istana membungkam...!”. Kalimat pendek itu memicu sebuah perbincangan serius saya dan beberapa teman aktivis tadi malam, di Caffe Doekoen, Jakarta.

Katanya, kain ihram yang dikenakan SBY, tiba-tiba tertiup angin dan lepas dari tubuhnya. “Ini kasus serius yang perlu dikonfirmasi,” ujar Haris Rusly Moti.

Menurut aktivis Petisi 28 itu, peristiwa SBY telanjang di tanah suci Mekah, sampai sejauh ini masih menjadi isu yang misteri. “Bayangkan, Tuhan pun memberikan penegasan kepada para pemimpin kita untuk lebih jujur dan transparan,” sindir Haris.

Cerita di Caffe Doekoen itu mengingatkan saya kepada Bung Karno. Yakni, dalam beberapa catatan sejarah ritual haji yang dilakukan sang proklamator, meninggalkan pesan yang mendidik kepada rakyat. Misal, Bung Karno dikabarkan pernah merangkak dan bersujud di hadapan kuburan Baginda Suci Rasullah SAW.

Sebagian kalangan menafsirkan, sikap yang diperlihatkan Bung Karno itu merupakan sebuah bentuk pembelajaran yang penting dari seorang pemimpin kepada rakyatnya. Bahwa, jadilah pemimpin umat yang sejalan dengan kepribadian Rasullah SAW, yang terkenal jujur, tulus, berahlak mulia serta peduli dengan nasib rakyat banyak. Dan terbukti Bung Karno berjuang untuk mencapai perilaku kepemimpinan yang ideal tersebut.

Kembali ke "laptop", beredarnya isu SBY ditelanjangi di tanah suci Mekah, membuat hati saya gelisah. Bisa jadi kisah itu adalah sebuah peristiwa yang benar walaupun ditutup-tutupi oleh mereka yang kebetulan menjadi saksi atas aib yang memalukan itu.

Saya tidak bermaksud, mengatakan bahwa SBY sepantasnya menerima hukuman dari Tuhan, karena terlampau tertutup dengan berbagai maksud yang tersembunyi di hati dan pikirannya. Namun, sebagai seorang pemimpin, sepatutnya ia mulai sadar untuk menjadi pribadi yang jujur, tulus dan berpihak kepada rakyat.

Kata bung Haris, “Kalau benar kasus SBY ditelanjangi di Mekah, maka itu pertanda bahwa Tuhan mulai menunjukan murkanya”. Entahlah, yang jelas, isu ini perlu ditelusuri kebenarannya. Jika tidak, maka kita hanya bisa mengatakan: Naudzubillah minjalik…!

Salam, Faizal Assegaf 19 Agustus 2010

Mantra di Jari SBY

Facebook: Hikayat Raja Cikeas (HRC)

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?