Catatan Seorang Perempuan #2

16 Maret 2013 10:19:14 Diperbarui: 24 Juni 2015 16:40:56 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Kugurat baru lagi di sebuah lembaran
Catatan tentang seorang perempuan
Yang hanya bisa menyembunyikan
Perasaan atas cobaan dan siksaan


Bukan suka, bukan duka, tetapi lara
Jejak di tubuhnya tinggallah noda
Maaf saja, ia bukan malu tapi jera
Mulutnya tak berbicara, apa daya


Oh, betapa indahnya kau diciptakan
Tapi malah kau dijadikan pelampiasan
Entah oleh binatang atau, ah, persetan!
Membayangkan saja sungguh enggan


Dekapan hangat pantaslah kau dapat
Bukan sentuhan penuh nafsu dan bejat
Sakit, mahkota tercabik, dan tersayat
Semua ditanggung hingga akhir hayat

Oh, perempuan, kaulah yang terindah
Kuyakin kau bukan makhluk yang lemah
Walaupun kini kau telah hilang gairah
Tetapi yang kupinta, segera bangkitlah!









Saya terinspirasi setelah melihat berita tetang kekerasan seksual yang semakin marak belakangan ini yang korbannya adalah anak-anak di bawah umur sampai ibu kandung sendiri. Memangnya, nafsu birahi bisa mengalahkan hati nurani, ya?

EG

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana