Endro S Efendi
Endro S Efendi Penulis

Hipnoterapis lulusan Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology. Sertifikat hipnoterapi diperoleh melalui pendidikan 100 jam sesuai standar American Council of Hypnotist Examiners (ACHE), USA. Bersertifikat praktik hipnoterapi serta trainer teknologi pikiran, dari lembaga yang sama. Intens mendalami hipnoterapi berbasis teknologi pikiran untuk membantu kualitas hidup manusia pada aspek mental, emosi, dan spiritual. Sehari-hari, aktif sebagai penulis dan wartawan. Aktif menulis artikel di blog pribadi www.endrosefendi.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora headline

Dampak Jika Memahami Sang Pencipta dengan Pikiran

15 Juli 2017   17:59 Diperbarui: 16 Juli 2017   21:03 780 5 2
Dampak Jika Memahami Sang Pencipta dengan Pikiran
source: creativedigest.co.uk


Semakin hari, dunia mind technology alias teknologi pikiran memang semakin menarik untuk diselami. Ibarat minum air laut, semakin diminum semakin haus. Begitu pula saat mempelajari ilmu satu ini, semakin ditelusuri, semakin terasa bahwa saya hanya manusia bodoh yang belum tahu apa-apa. Makin terasa pula, sebagai manusia, begitu terasa kecil dibandingkan semesta alam yang ada ini.

Meski sangat kecil dibandingkan jagat raya ini, namun jangan lupa, manusia diciptakan sebagai produk yang sangat sempurna dibandingkan ciptaan Allah lainnya. Maka wajar pula jika keberlangsungan semesta alam ini, digantungkan pada tingkah polah manusia. Jika manusianya baik, maka akan baik pula semesta ini. Sebaliknya, jika manusia berperilaku merusak, maka semakin cepat pula alam jagad ini menuju kepunahan.

Selanjutnya, baik buruknya perilaku manusia, bergantung dari pola pikirnya. Jika bicara soal pikiran, ini menyangkut emosi, perasaan, atau biasanya disebut hati atau kalbu. Jika pola pikirnya baik, maka perilakunya akan baik. Jika perilakunya baik, maka hasil yang didapatkan juga pasti baik. Pada akhirnya, kebaikan pula yang akan selalu menyertai dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, jika pola pikirnya negatif, maka yang akan muncul hanyalah keburukan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya.

Itu sebabnya, poin utama agar hidup bisa tenang dan nyaman adalah, bagaimana hati dan pikiran selalu positif. Sebab semua ditentukan oleh pikiran. Pikiran memang maha dahsyat. Dengan pikiran seseorang bisa menarik impian dengan mudah. Dengan pikiran pula, manusia bisa menyembuhkan tubuhnya sendiri dengan baik. Namun ingat, pikiran di balik dahsyatnya pikiran itu, sang penciptanya tentu jauh lebih dahsyat lagi.

Sehebat-hebatnya mobil, bukankah masih lebih hebat yang menciptakannya? Begitu pula sehebat-hebatnya otak dan pikiran manusia, jelas lebih hebat lagi yang menciptakannya. Maka dari itu, memahami teknologi pikiran ditambah pemahaman atas penciptanya, tentu akan menjadikannya semakin dahsyat.

Ibarat barang, misalnya computer, saat dibeli tentu dibekali dengan buku petunjuk penggunaannya. Begitu pula dengan barang lain seperti telepon pintar, televisi, mobil, hingga barang apa pun itu. Semua pasti dilengkapi dengan petunjuknya.

Demikian juga manusia, ketika diciptakan, tentu oleh sang penciptanya sudah dilengkapi buku petunjuk penggunaannya. Buku petunjuk itu menjadi hal penting, agar ketika sewaktu-waktu terjadi kerusakan atau gangguan, maka tidak perlu bingung mencari solusi dan tahu kemana harus memperbaikinya.

Agar pikiran bisa dipergunakan dengan baik, ikutilah petunjuk yang sudah dipersiapkan yang pencipta, yakni kitab suci. Allah sudah menciptakan manusia lengkap dengan buku petunjuknya Alquran. Maka sangat disayangkan jika buku petunjuk ini tidak dipelajari dan dikaji secara mendalam.

Saat mempelajari Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy (SECH) di Adi W. Gunawan, perlahan-lahan, saya kulik juga di buku petunjuk milik Allah. Harus diakui, semua memang sudah ada di buku petunjuk itu. Hanya selama ini, tidak banyak yang mampu menjabarkan. Maka ini pula yang membuat diri semakin haus. Setiap kali mendengarkan ceramah agama, tak sedikit materi yang disampaikan itu ternyata juga dipelajari di kelas SECH, tentunya dengan penjelasan yang lebih logis dan ilmiah.

Tak heran jika Allah pertama kali menurunkan ayat Iqra alias bacalah. Sang Pencipta memberikan pesan agar manusia mau 'membaca' alias belajar apa saja, yang ada di muka bumi ini.

Maka, ayo terus belajar dan belajar. Tak usah dilihat, siapa yang menyampaikan materi dan pembelajarannya. Yang penting apa yang disampaikan memang baik dan bermanfaat.

Abaikan jika di sekeliling ada yang merasa sok penting bahkan suka nyinyir. Biarkan dia hidup dengan pola pikir negatifnya. Fokuslah mendongkrak diri sendiri lebih positif. Pastikan, tidak pernah melewatkan sapaan sinar mentari di pagi hari, agar rezeki terus mengalir tiada henti.    

Demikianlah kenyataannya. (*)