HIGHLIGHT

Hati-hati Menulis Status Di Jejaring Sosial

03 Juni 2012 02:21:36 Dibaca :

Kemarin siang saya membuka facebook dan membaca satu persatu status terbaru yang masuk diberanda, dan saya melihat ada status dari wadah perkumpulan suporter sepakbola yang memberikan himbauan untuk menyebarkan alamat seorang facebooker yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan tiga orang suporter persib Bandung pada laga Persija vs Persib minggu kemaren, karena penasaran isi statusnya seperti apa, sayapun meng-klik alamat facebooker tersebut, dan dari isi statusnya itu, memang tertulis bahwa dia mengaku mengeroyok sampai sekarat suporter malang itu, dan dari status itulah, dia menuai banyak hujatan, makian, dan ancaman dari berbagai suporter maupun orang-orang yang geram dengan perbuatan facebooker berinisial B itu.

Sungguh ngeri membaca komentar-komentar yang masuk distatus facebooker ini, meski pada awalnya dia kemungkinan hanya iseng atau narsis didepan ceweknya (status B ini ditujukan kepada ceweknya berinisial A), namun dari sinilah, identitas pelaku pengeroyokan terbongkar, dan saat ini, B dan keenam pelaku lainnya telah ditangkap pihak kepolisian.

Apa yang bisa diambil dari peristiwa ini?

Ini menunjukkan, bahwa jejaring sosial bak pisau bermata dua, dilain sisi jejaring sosial mampu memberikan wadah bersosialisasi dan aktualisasi diri dari orang2 yang memanfaatkannya, namun disisi lain, jika tidak berhati-hati dalam memanfaatkan fasilitas ini, maka jejaring sosial bisa menjadi bumerang bagi pemakainya.

Namun dari jejaring sosial pula, pihak berwajib menjadi terbantu dalam menguak identitas orang-orang yang menjadi sasaran pencariannya, karena jejaring sosial (baik facebook maupun twitter) kebanyakan besar dipakai orang2 untuk menceritakan kegiatan sehari-harinya, dari bangun tidur, sedang makan, sakit hati, jatuh cinta, galau, sampai mau tidur ditumpahkan semua ke fb atau twitternya, dan dari status-status yang sudah tertulis itu, bisa ditebak kegiatan seseorang sehari-harinya, dan sadar tidak sadar hal ini bisa menguak jatidiri seorang pengguna jejaring sosial.

Jadi, berhati-hatilah dalam menuliskan sesuatu dijejaring sosial, meski ini hanyalah dunia maya, namun dari dunia maya ini pulahlah hal-hal yang nyata bisa terkuak dan terbongkar, dan anda sebagai pelaku dunia maya, harus sadar, bahwa tidak mungkin anda sedang dimata-matai kegiatan sehari-hari anda berdasarkan tulisan yang anda tuangkan dalam jejaring sosial, baik itu tulisan anda terkini atau tulisan anda yang sudah lampau, so periksalah semua status dan tulisan2 anda, apakah ini bisa menjadi bumerang bagi kehidupan anda dikemudian harinya.

Satu yang didapat dari jejaring sosial, pelaku-pelaku kriminal lebih mudah tertangkap berdasarkan status atau tulisan mereka, dan ini tidak didapat pada jaman sebelum adanya jejaring sosial, seperti halnya pada kasus facebooker pengeroyok suporter the Viking ini.

Apakah adanya kasus ini merupakan anugerah adanya keberadaan jejaring sosial? bisa jadi iya, karena ternyata jejaring sosial mampu bertindak sebagai kawan yang baik yaitu sebagai corong gratis kenarsisan seseorang, dan dia juga mampu menjadi bumerang dengan menguak jatidiri sang kriminal.

Selamat menikmati hari minggu :)

Elsa Mardianita

/elsa_mardianita

TERVERIFIKASI (HIJAU)

on lagi :D

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?