Sudah Biasa Koq 'Begituan' dengan Perempuan Berjilbab!

21 Juni 2012 07:42:12 Dibaca :
Sudah Biasa Koq 'Begituan' dengan Perempuan Berjilbab!
Ilustrasi: www.bulanbintang.com

Dua hari lalu, teman sekolah saya (sebutlah namanya Widya) menelpon saya pukul 9 malam. Banyak hal yang kami bicarakan, mulai dari rencana reuni, soal temen-temen sekolah dulu, sampai perbincangan yang agak ‘hot'! Maklumlah perempuan, kalau sudah ngobrol seolah tiada ada habisnya. Selalu saja ada bahan pembicaraan yang menarik buat kami bahas, salah satunya soal hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Widya banyak bercerita tentang kisah cintanya yang tak pernah berakhir mulus. Ada saja hal mengecewakan dan menyakitkan yang ia temui. Memang untuk ukuran perempuan yang sudah kepala 3, agak sulit menemukan pasangan yang masih lajang.

Sebagian besar laki-laki berusia kepala 3 sudah menikah dan memiliki anak. Widya beberapa kali berkenalan atau dikenali temannya dengan laki-laki yang mengaku bujangan. Belakangan baru diketahui kalo laki-laki ini ternyata sudah menikah.

Widya juga sempat mengisahkan pernah bertemu dengan seorang laki-laki (sebutlah namanya Aldo). Awal perkenalan mereka baik-baik saja. Namun saat Aldo mengajak Widya bertemu pertama kalinya, Widya sungguh kaget bukan main Aldo terang-terangan mengajak Widya ‘begituan'. Jelas saja Widya langsung tersinggung.

Aldo berpikir Widya perempuan yang bisa diajak ‘bersenang-senang'. Kesan pertama Widya terhadap Aldo langsung negatif. Belum apa-apa Aldo sudah berani kurang ajar. Itu adalah kali pertama dan terakhir Widya bertemu dengan laki-laki tak bermoral itu. Padahal Aldo sadar sesadar-sadarnya bahwa perempuan yang dihadapinya itu berjilbab.

Widya juga bilang kalau Aldo menganggap ‘begituan' dengan perempuan berjilbab adalah hal biasa. Aldo pernah beberapa kali melakukannya. Aldo bilang, "banyak koq perempuan berjilbab yang mau saya tiduri. Lagian jaman sekarang, ‘begituan' kan hal biasa !"

Hal biasa? Waduh! Kacau benar nih dunia persilatan! Mendengar pengakuan Aldo itu, Widya benar-benar ingin muntah. Malah ia sempat terpikirkan menampar muka laki-laki itu. Tanpa buang waktu lagi, Widya buru-buru pergi meninggalkan Aldo. Duh, kasihan Widya. Sekalinya bertemu dengan laki-laki lajang, kelakuannya sedemikian vulgar dan tak menghargai perempuan.

Dulu sewaktu masih lajang, laki-laki model Aldo ini sempat juga saya kenal. Waktu itu kami kenal di Yahoo Mesenger. Seperti biasa, saat berkenalan pertama kali laki-laki selalu menunjukan sikap baiknya, ramah dan perhatian. Setelah beberapa minggu, barulah ‘aslinya' ketahuan. Dia juga bercerita hal yang sama, pernah beberapa kali ‘begituan' dengan perempuan berjilbab. Yang lebih mengejutkan lagi perempuan itu istri orang! Ya Tuhan, benarkah apa yang saya dengar ini?

Sejak saat itu, saya tak lagi berkomunikasi dengan laki-laki itu. Yang sungguh menyesakan dada sebenarnya bukan hanya sepak terjang si laki-laki itu, namun tentang perempuan yang berjilbab ini. Menurut Widya, banyak laki-laki yang sengaja mencari perempuan berjilbab untuk dijadikan 'mangsa'! Duuh, mengerikan!

Bukan merasa sok suci atau apalah, jujur saya merasa miris dan sungguh prihatin mendengar kaum saya bisa dengan mudah diajak ‘begituan'. Sebenarnya bila perempuan berani menolak dengan tegas ajakan laki-laki untuk berbuat hal yang tak pantas, tentulah kejadian tak senonoh itu takkan terjadi. Pelecehan terhadap perempuan bisa sedapat mungkin kita hindari saat kita tahu orang yang kita hadapi ini mempunyai maksud terselubung.

Saya salut dengan keberanian Widya yang langsung menolak dengan tegas ajakan Aldo. Sekalipun Widya harus mengalami kekecewaan karena proses pendekatannya dengan Aldo gagal total, namun Widya bersyukur bisa mengetahui ‘belangnya' Aldo di awal perkenalan mereka. Bukan tidak mungkin Aldo akan melakukan hal yang sama dengan perempuan lain selain Widya.

Bersyukur Widya tak sampai terkena rayuan Aldo. Saya sempat mengingatkan Widya agar jangan sampai melepas ‘gerbang' yang satu itu. Berikan hanya pada laki-laki yang telah mengucapkan ijab qobul di sampingnya kelak. Sekali saja nekat berbuat hal itu, bersiaplah menanggung penyesalan seumur hidup. Sekalipun nangis darah, keperawanan yang terkoyak takkan bisa kembali lagi.

Saya memaklumi bila ada yang mengatakan perempuan yang berjilbab tak menjamin akhlaknya sesuai dengan pakaian muslimahnya. Sebagai perempuan yang juga berjilbab, jujur saya merasa sangat malu mendengar kisah yang dituturkan Widya tentang cerita Aldo yang sering melakukan ‘begituan' dengan perempuan berjilbab.

Sejatinya bila kita memutuskan untuk menutup aurat, alangkah indahnya bila dibarengi dengan perbuatan yang mencerminkan pribadi seorang muslimah. Setidaknya pakaian kita ini bisa menjadi ‘rem' bagi kita untuk tidak berbuat hal-hal yang menyimpang dari norma kepatutan.

Semoga bisa menjadi renungan kita bersama.

Ella Zulaeha

/ella_zulaeha

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pages FB : Bursa Tas Branded Batam
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?