HIGHLIGHT

Gulai, Kalio, atau Rendang?

17 Maret 2010 17:21:00 Dibaca :


Rendang Padang, siapa yang tak kenal? Setiap Restoran atau rumah makan Padang pasti menyediakannya. Karena itu adalah salah satu ciri khas dari restoran atau rumah makan Padang.


Tapi tunggu dulu, benarkah setiap anda dihidangkan rendang, yang anda makan itu benar-benar rendang Padang yang terkenal itu? belum tentu.... Lho?


Ya, bisa saja yang anda makan itu adalah kalio, bukan rendang. Jadi Anda bisa tertipu, dan itu tidak bisa disalahkan karena Anda tidak tahu dan menyadarinya.


Kalio...? Apa pula ini?


OK, mari kita ngobrol tentang, Gulai, Kalio dan Rendang Padang ini.


Rendang Padang biasa di buat dari daging sapi atau kerbau, tapi sebenarnya kalau di kampung-kampung kita juga dapat menemukan rendang ayam dan itik atau bebek, kalau saya lagi kangen saya suka menelpon adik sepupu saya untuk dikirimi rendang ayam atau bebek ini. Wow rasanya nikmat, apalagi ini masakan kampung dengan bumbu tradisional tanpa MSG


Kita tidak akan membicarakan apa saja bumbu rendang ini, selain daging dan santan kelapa. Tapi bagaimana proses daging ini menjadi rendang yang terkenal itu, dan apa itu Kalio.


Memasak rendang sebagaimana umumnya, dimulai dengan santan dan daging beserta bumbu-bumbu lainnya. Bila santan yang dimasak ini sudah berwarna kuning kemerahan, dan belum kental namun dagingnya sudah matang dimana bila digigit  sudah empuk, maka masakan ini namanya gulai daging. Gulai daging ini sudah bisa dihidangkan dan dimakan, bersama masakan atau lauk pauk lainnya.


Bila gulai ini terus dimasak hingga kuahnya kental, dan berminyak dan warnanya sudah berubah menjadi coklat. Inilah yang dinamakan Kalio. Di Jakarta kita sering menemukan kalio ini dihidangkan dimakanan yang kita pesan, dan bila ditanyakan maka si pedagang yang menggelar dagangannya di kaki lima atau pelayan restoran maupun rumah makan akan mengatakan itu adalah rendang. Berarti anda telah tertipu.


Masakan ini baru dikatakan rendang bila warnanya telah menghitam, dan bumbunya juga telah kering, tapi berminyak. Dan minyak ini akan terlihat tergenang di dasar wadah dimana rendang itu di letakkan. Berminyak atau tidaknya rendang ini, juga tergantung dari jumlah maupun usia kelapa yang dipakai untuk memasaknya. Semakin tua usia kelapanya, semakin banyak dan bagus minyaknya. Dan rendang yang telah berwarna hitam ini akan tahan berhari-hari, namun juga harus rajin memanaskannya, agar aromanya tidak berubah, malah semakin wangi!.


Besok, bila anda makan diwarung padang, anda minta rendang namun yang dikasih daging berwarna coklat dan bumbunya masih basah atau kental anda sudah tahu itu kalio, bukan rendang dan anda boleh protes.


Mau makan rendang Padang sekarang? ayo...... tambuah ciek!

Dian Kelana

/diankelana

TERVERIFIKASI (BIRU)

Ilmu tidak didapatkan disekolah, tapi pada kemauan belajar. dan Tuhan tidak akan mengubah nasib kamu, bila kamu sendiri tidak berusaha mengubahnya. Itulah pegangan saya dalam mencari ilmu secara otodidak. Kini berprofesi sebagai fotografer untuk setiap acara dan peristiwa. http://diankelana.web.id
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?