Si Supri, Kuda Besi Kuat Teman Perjalanan

13 Juli 2017   15:07 Diperbarui: 27 Juli 2017   13:07 617 1 2
Si Supri, Kuda Besi Kuat Teman Perjalanan
Kuda Besi Bernama Supri (Dokumentasi Pribadi)

Siapa yang mempunyai benda atau barang yang sudah dianggap sebagai teman. Pasti masing-masing punya kan? Aku sendiri mempunyai teman yang setia menemani dalam setiap perjalananku. Kebetulan hobiku adalah jalan-jalan. Sering banget kesana-kemari untuk mengunjungi satu tempat ke tempat lain. Teman setiaku bernama Supri. Supri sendiri adalah kuda besi yang menurutku tidak rewel ketika aku ajak kemana-mana.

Aku akan sedikit menceritakan pengalaman terakhir kemarin bersama si Supri ketika mengunjungi Kawah Ijen. Kawah Ijen sendiri berada di kabupaten Bondowoso. Terhitung jauh dari tempat tinggalku di Lumajang. Yah sekitar 186 kilometer lah. Sebelum memulai perjalanan, selalu kulakukan pengecekan. Biasanya sih cuma kampas rem, oli, dan ban baik dalam maupun luar. Ini pasti juga dilakukan oleh pengendara lain ketika akan melakukan perjalanan. Ini sih bisa dibilang vital banget. Karena kalau 3 komponen tadi bermasalah perjalanan akan menjadi sangat terganggu.

Aku memulai perjalanan menuju Kawah Ijen pukul 3 pagi. Sangat pagi karena ingin mendapatkan view yang keren ketika nanti di Kawah Ijen. Namanya juga anak muda, kalau naik motor pasti bawaannya mau tarik gas saja hehe. Nah si Supri ini kalau dibawa keceng mah nurut dia. Makanya dia sering nemenin ketika aku ingin pergi kemana saja. Ketika perjalanan bersama si Supri, selalu juga ku menggunakan GPS. Ini sih biar aku gak kesasar di tengah jalan. Untuk menyokong penggunaan GPS, aku menggunakan provider XL yang jaringannya luas dan kuat. Nah pas aku tak tahu jalan langsung saja ku buka GPS tanpa ragu, karena sudah menggunakan provider XL. Pokoknya terbantu banget dengan menggunakan provider XL.

Singkat cerita setelah aku sudah sampai di Bondowoso. Ternyata jalanan menuju Kawah Ijen naik turun. Untungnya sih Supri sudah biasa melewati jalan yang naik turun. Tak ada rasa khawatirnya sama sekali sama si Supri. Meskipun jalanan saat itu naik turun, pemandangan yang disajikan begitu menawan. Kanan kiri hutan membentang luas dengan warna hijaunya. Sesekali saja ada perumahan warga. Tapi Supri tak kuberikan istirahat karena memang tuntutan cepat sampai untuk mendapatkan view pas ketika di puncak Ijen. Setelah sampai di Kawah Ijen, barulah si Supri bisa istirahat sejenak. Tak lama memang karena aku juga tak lama berada di puncak Ijen. Mungkin hanya 1 jam saja. Kemudian jalan lagi untuk pulang. Maklum namanya juga perjalanan pulang pergi. Takut keburu malam sampai di rumah lagi. Itulah sedikit cerita terakhir kemarin bersama si Supri saat perjalanan menuju Kawah Ijen.

Si Supri memang teman yang cocok saat perjalanan. Apalagi masalah bahan bakar. Selama perjalanan saja hanya mengisi 55 ribu saja. Kalau di hitung sih mungkin pencapaian si Supri 1 liter bisa sampai jarak tempuh 44 kilometer. Keren bukan? Tak salah memang memilih Supri. Namun Supri tidaklah tanpa kekurangan atau kelemahan. Selama bersama si Supri, aku merasa kalau Supri memiliki satu kelemahan. Kelemahan Supri adalah dia tak banyak dilirik oleh kaum hawa. Ini berdampak banget sama yang mengendarai. Benar berdampak padaku. Tapi itu tak masalah. Itu tak mengurangi rasa percayaku terhadap si Supri.

Itulah sedikit cerita si Supri. Kuda besi kuat teman perjalananku. Dengan kelebihan dan kelemahannya. Dengan banyaknya pengalaman dan jauhnya jarak tempuh bersama si Supri.

Salam pecinta motor

Supri (Supra Honda Ceria)