Ujung Jembatan Terminal Joyoboyo

28 Juni 2012 11:09:14 Dibaca :
Ujung Jembatan Terminal Joyoboyo
Di Ujung Jembatan Joyoboyo/bcrt/2012

Jembatan satu kata yang sering menjadi ungkapan menarik, bahkan menjadi judul lagu yang terkenal. Contohnya lagu "Jembatan merah". Selain itu ungkapan jembatan juga menjadi salah satu makna kiasan seperti "jembatan keledai", artinya trik untuk mempermudah memecahkan suatu masalah. Lalu ada pula orang yang dianggap telah berjasa " menjembatani" sebuah upaya rekonsiliasi atau perdamaian. Maksudnya menjembatani adalah  sebagai penghubung.

13408783011967021217
Di Ujung Jembatan Terminal Joyoboyo sisi kiri /bcrt/2012
Lalu sisi lain tentang jembatan ini sebenarnya menarik disimak. Kreatifitas berpikir  manusia dan dengan tehnologi yang semakin canggih memampukan manusia terhubung dengan sesamanya antara satu lokasi ke lokasi lainnya, terutama melalui perjalanan darat.

Memang perjalanan udara sangat praktis dan cepat, namun biaya yang tinggi belum menjangkau setiap lapisan masyarakat. Oleh karena itu alternatif yang ada adalah lewat jalan darat. Bukan hal yang mengherankan jika manusia yang  terlahir sebagai mahluk sosial terus mengupayakan adanya jembatan. Bahkan antar pulau sudah mulai ada di Indonesia. Yang ada di Jawa Timur dan Madura misalnya, yakni jembatan Suramadu. Segera menyusul jembatan antara Merak dan Bakauheni.

Sebenarnya saya lebih tertarik untuk mengabadikan sebuah foto  jembatan gantung dengan nuansa tradisionalnya. Tetapi apadaya ruang dan waktu tidak memungkinkan untuk hunting foto di tempat seperti pedalaman Kalimantan, Sumatera dan Papua he he he.

Yang dipajang di atas adalah gambar  trotoar jembatan di sisi kiri dari arah taman Bungkul menuju pasar Wonokromo.

Foto jembatan sisi kanan, trotoarnya agak kurang lurus, jadi  foto - foto di atas saya ambil yang di sisi kiri  seberang terminal tak jauh dari Darmo Trade Center.

1340881148403618723Di ujung Jembatan Terminal Joyoboyo sisi kiri/edit kontras cahaya/bcrt/2012

Maka dengan modal kamera dari telepone genggam, sepulang kuliah  saya jalan kaki  ke ujung jembatan di dekat terminal Joyoboyo, terminal dimana saya sempat terinspirasi menulis novel yang ( belum selesai - selesai hehehehe). Jembatan ini memang cat dan  lampunya sudah warna warni jadi menarik buat saya yang sedang  belajar motret.

13408787801100525448

Di Ujung Jembatan Joyoboyo sisi kanan/bcrt/2012

Inilah keseluruhan penampakan dari ujung jembatan pada sisi lain yang menuju terminal Joyoboyo. Saya memotret yang sebelumnya adalah sisi kirinya. Repotnya orang jalan kan wira wiri  dan kendaraan tak ada lowongnya, jadi saya ide motret  sisi jembatan sebatas trotoarnya  saja, sambil sabar kalau ada yang lewat tunda dulu pemotretan, ada juga sih yang dengan tukang becak pas siang hari saya simpan.

Soal indah itu relatif, hehehehe yang penting tidak malu belajar  dan terus berlatih dan mengasah kemampuan kapanpun dimanapun dan diantara kesibukan walau tanpa kamera sekalipun, cukup dengan HP, mencari  dan menemukan keindahan pada hal - hal yang biasa terlewatkan.

Di bawah ini  foto jembatan pada sungai yang sama, lokasi  di jembatan Jagir. Ada polisi yang menyapa. Di sini saya cuma mau ngobrol dengan seseorang di ujung jembatan sebuah posko, memperhatikan dia lari - lari sepanjang rel kereta api. siapa dia? Tunggu tayangan berikutnya hehehehehe.

1340881284193085906
Kali Brantas/jembatan Jagir/bcrt/2012

Bermain - main air basah, maka bermain main cahaya saja pasti indah.

Selamat menikmati foto foto lain di sini:

http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2012/06/23/weekly-photo-challenge-fine-art-photography

Salam dari Penggembira Kampretos, semoga WPC dengan koleksi foto semua teman, menjadi jembatan penghubung setiap kanal di kompasiana

Bidan Romana Tari.

Bidan Care / Romana Tari

/bidancare

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang kesehatan dan pengalaman sehari - hari dalam hidup,
Mari hidup sehat dan kreatif dalam hidup bersama bidancare

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?