Memaafkan Penyembuh yang Membebaskan

21 Januari 2011 11:15:01 Dibaca :

Sahabatku terkasih, seorang penulis dari Inggris C.S Smedes mengatakan " Memaafkan itu Indah "

Kita semua  tentu setuju dengan  pernyataan itu . Pada kenyataannya apakah semudah itu kita dapat menerapkan dalam hidup sehari - hari? Untuk menjawab ini kita boleh berefleksi sendiri - sendiri. Memaafkan, minta maaf dan memaklumi kesalahan orang lain seringkali tak mudah untuk kita lakukan. Seandainya  kita memaafkan masih pula bersyarat dengan catatan" kumaafkan asalkan.., kumaafkan dengan syarat.. "dan sebagainya .

Betapa mahalnya sebuah ketulusan lahir dari kedalaman hati. Tanpa kita sadari sebenarnya kita pun seringkali melakukan kesalahan - kesalahan yang membutuhkan kata maaf dari orang lain. Pernahkah anda merasakan betapa lega hati kita ketika seorang yang kita lukai hatinya memaafkan  kita?

Demikianlah pula sebaliknya kita harus belajar untuk mengalahkan egoisme diri, mampu rendah hati memaafkan orang - orang yang kita cintai terutama orang tua, saudara kandung, sahabat,  tetangga, kekasih, suami dan istri maupun anak - anak yang telah atau pernah melukai hati kita. Baik dalam perbuatan maupun kata- kata.

Memelihara kebencian dan dendam dalam hati sesungguhnya bukan hanya melukai hati orang yang kita sayangi namun tanpa kita sadari juga melukai  hati kita sendiri. Kebencian dan dendam yang bertumpuk menjadi semacam luka batin. Ibarat sebuah penyakit kronis yang bertahun tahun kita pelihara dan merusak kedamaian hidup . Tidur menjadi tidak nyenyak, mimpi buruk, gelisah, jantung bedebar - debar, sering mengeluh  nyeri dada,  sakit lambung yang tak kunjung sembuh. Semua itu adakalanya merupakan manifestasi dari luka batin yang tak tersembuhkan.

Pengobatan yang paling mujarab ternyata bukan resep dokter ataupun perawatan di rumah sakit. Obatnya hanya satu kata : Memaafkan. Jadikanlah  kata maaf yang membebaskan diri  kita sendiri dari luka - luka batin yang mengganggu kedamaian di hati.

Untuk sampai kepada ketulusan memaafkan agar sungguh menjadi penyembuh yang membebaskan perlu keterbukaan, kerendahan hati dan sekali lagi mengalahkan egoisme diri. Cinta kasih itu murah hati dan lemah lembut, rela mengampuni dan sabar.

Sahabatku selamat berjuang untuk " Memaafkan "

salam hangat

Bidan Romana

Bidan Care / Romana Tari

/bidancare

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang kesehatan dan pengalaman sehari - hari dalam hidup,
Mari hidup sehat dan kreatif dalam hidup bersama bidancare

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?