Si Penyaru Non Muslim yang Bukan Non Muslim

12 Juni 2012 09:26:27 Dibaca :

Kong Ragil  berhasil membongkar satu akun siluman yang diduga sebagai seorang non Muslim yang nyaru sebagai orang Islam dengan tujuan memecah belah ummat Islam sendiri.  Salut, karena jujur saja apabila tidak diberikan sedikit amaran oleh Kong Ragil, mungkin saya dan beberapa pembaca Kompasiana yang lain mungkin tidak sadar akan hal ini.  Lebih suka lagi, karena Kong Ragil masih bersedia untuk tetap menjaga  profil sang penyaru sendiri. Ini yang harus lebih saya pelajari.

Istilah kerennya, sang penyaru melakukan aksinya 'flying below the radar".

Si pelaku sendiri, yang tentu saja masih di duga sebagai non muslim itu diduga sudah beberapa kali mencoba menulis artikel yang cenderung 'menyesatkan'.  Tautan akun dan tulisannya tidak akan saya publish disini, tapi saya yakin, para Kompasianer yang aktif sudah banyak yang menyambangi si  penyaru yang menurut saya terlalu abal abal ini.

Tapi apakah benar si Penyaru  ini benar non - muslim ?  Saya punya sedikit teori amatiran dangkal  untuk pengamatan saya sendiri.

Apa tujuan saya sok menganalisa disini? Maaf, bukan numpang popularitas atau pengen membongkar keburukan seseorang. Hanya sekedar analisa yang mengajak para pembaca untuk berpikir sedikit keluar pakem.

Menurut saya, justru si Penyaru  ini malah bisa jadi emang sebenernya muslim. Atau bahkan bisa jadi dia seorang yang sebenernya tidak percaya Tuhan.


Jadi, malah bukan non-muslim sama sekali ( dengan asumsi dan mengambil dasar pijakan bahwa yang dikatakan non muslim adalah seseorang beragama selain Islam ).


Muslim  yang sengaja 'nyaru' seakan jadi non muslim yang nyaru Islam ?


Bingung? Logikanya begini :


Kalau dia emang non muslim yang lagi pengen 'nyaru' dengan tujuan memecah belah ummat Islam sendiri, kalimat kalimat yang sebenernya 'mudah' buat disadur itu ( contoh : Astaghfirullah, InsyaAllah, dan sebagainya  ) dan yang lainnya (seperti tafsir Al  Qur'an yang sekenanya  dan statement yang nyebut bahwa pencabutan ayat itu dibenarkan ) dengan sengaja dibikin salah supaya yang terjadi adalah, bahwa pembaca akan dengan mudah berfikir bahwa itu memang dari non muslim.  Gaya bahasa, pemahaman akan keyakinan  dan bahkan pembelaan, sengaja diarahkan kepada non muslim. Terlalu mudah  bagi yang Muslimuntuk  langsung mengarahkan jari kepada non-muslim. Kenapa? Karena memang dipermudah kearah sana.


Sekali lagi, Ini cuma teori , dan buat saya pribadi,  ini provokasi yang sangat mudah terbaca.


Lantas, apa tujuannya ? Lagi lagi berdasarkan analisa amatir, ada dua hal yang bisa ditangkap :




  1. Sengaja 'nyaru' untuk membenturkan ummat Islam dengan Non- Muslim.  Bisa jadi dia sendiri sejatinyadalah seorang 'muslim' yang suka gerah melihat keakraban ummat Islam sendiri dengan penganut agama yang lain, atau bisa jadi dia memang seseorang yang sejatinya tidak percaya adanya Tuhan dan sengaja membenturkan Islam dengan para penganut agama yang lain.  Apapun tujuannya, didasari dengan niat negatif.
  2. Dia sengaja 'nyaru' dengan tujuan membuat ummat Islam sendiri bertambah rapat dan kuat. Dan apabila tujuan ini yang secara sengaja dia lakukan, diapun sudah berhasil melakukannya, walaupun cara yang dilakukan pun tidak bisa dibenarkan.


Yang bikin heran bin herman malah sebenernya kalau sebagian dari kita sudah tau kalau ini jenis provokasi murahan, tapi kok malah  seakan mendukung teorinya?


Sebenernya yang pro Si Penyaru   itu bener bener tidak bisa membaca hal ini  atau malah manfaatin 'momen' seperti ini untuk menumpahkan unek uneknya seputar  Islam atau ummat Islam sendiri ya?


Apapun niat Si Penyaru atau para pendukungnya, saya harap menahan diri aja deh.  Buat saudara yang Muslim dan Muslimah, saya harap kita juga menahan diri. Supaya tidak terlalu cepat juga menarik suatu kesimpulan yang langsung mengarah.


Pasti kita bisa mengambil suatu pelajaran, darimanapun sudut pandang kita berada di Kompasiana ini.



Untuk tautan tulisan dari Kong Ragil sendiri, bisa ke link di bawah ini :


http://sosok.kompasiana.com/2012/06/12/ciri-ciri-kompasianer-non-islam-berdakwah-islam/



Baskoro Endrawan

/baskoro_endrawan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Like to push the door even when it clearly says to "pull" You could call it an ignorance, a foolish act or curiosity to see on different angle :)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?