Sosiologi: Latar Belakang, Ruang Lingkup, dan Kegunaan bagi Ilmu HI

12 Januari 2011 10:23:48 Dibaca :

Latar Belakang Munculnya Sosiologi

Istilah Sosiologi pertama kali dikenalkan oleh Auguste Comte (tetapi dalam catatan Sejarah, Emile Durkheim lah yang melanjutkan ‘istilah’ tersebut dan menerapkannya menjadi sebuah disiplin ilmu). Sosiologi berasal dari gabungan 2 kata dalam bahasa Latin yaitu Socius yang artinya teman dan Logos yang artinya ilmu. Secara keseluruhan, Sosiologi berarti ilmu yang mempelajari masyarakat.

Masyarakat sendiri adalah kelompok atau gabungan dari individu yang saling berhubungan, berbudaya, dan memiliki kepentingan yang relatif sama. Sosiologi bertujuan untuk mempelajari masyarakat dengan meneliti/mengamati dan menarik kesimpulan dari perilaku masyarakat, khususnya perilaku atau pattern sosial manusia.

Sosiologi tergolong ilmu yang fleksibel. Hal ini bisa dilihat dari sifatnya yang tersusun dari penelitian-penelitian ilmiah yang bersifat kaku namun bisa dikritik oleh publik karena sosiologi adalah ilmu yang berisi tentang pengetahuan kemasyarakatan, oleh karena itu selalu dinamis dan dapat diubah-ubah sesuai dan seiring dengan perkembangan yang terjadi di dalam objek penelitiannya (masyarakat).

Sosiologi sendiri muncul akibat tekanan/ancaman yang dirasakan oleh masyarakat terhadap hal-hal dan nilai-nilai yang selama ini sudah dianggap benar dan nyaman dalam tatanan kehidupan mereka, khususnya dalam bidang sosial. Renungan sosiologis dimulai ketika masyarakat mulai mengalami goncangan/krisis terhadap nilai-nilai dan prinsip hidup yang mereka pegang, atau “threats to the taken-for-granted world”, – Berger dan Berger.

Menurut Max Weber, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tindakan sosial. Namun, hal ini tidak berarti semua tindakan yang dilakukan manusia tergolong tindakan sosial. Tindakan sosial adalah sebuah tindakan yang dilakukan atas dasar perilaku orang lain dan berorientasi pada perilaku orang lain. Dengan kata lain, tindakan sosial adalah tindakan yang diambil menyangkut DAN mengarah pada orang lain.

Hasil definisi Max Weber itu digabungkan dengan berbagai macam definisi mengenai Sosiologi dari ahli-ahli yang lain seperti Auguste Comte (Bapak Sosiologi), Emile Durkheim, Karl Marx, Hegel, Simmel, Kant, Talcott Parsons dan lain-lain menjadi ilmu Sosiologi seperti yang kita kenal selama ini.

Ruang Lingkup Sosiologi

Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Sosiologi awalnya merupakan bagian dari Filsafat (induk ilmu pengetahuan; Mother of Scientarium). Filsafat sendiri merupakan ilmu yang mencakup berbagai macam ilmu pengetahuan tentang masyarakat, sains, geografi dan lain-lain, namun seiring berkembangnya zaman, ilmu-ilmu tersebut mulai memisahkan diri dan berkembang secara independen. Sosiologi baru muncul pada abad ke-19 sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat, berdampingan dengan ilmu Psikologi yang mempelajari perilaku dan sifat-sifat manusia.

Sosiologi sebagai Ilmu Sosial

Sosiologi digolongkan sebagai ilmu sosial karena Sosiologi menggunakan masyarakat sebagai obyek pembelajarannya. Lebih jelasnya, ilmu Sosiologi membahas tentang masyarakat dari berbagai sisi dan sudut pandang yang beragam serta hubungan dan interaksi antar individu dalam masyarakat tersebut.

Sosiologi dapat juga dikatakan sebagai:

1. suku-suku atau rumpun-rumpun sosial

2. ilmu yang mengkaji ‘kekuasaan’ secara lebih khusus dan mendalam

3. ilmu sosial yang lain

4. ilmu yang mengkaji tentang masyarakat.

Sosiologi dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan karena telah memenuhi unsur-unsur atau syarat-syarat ilmu yaitu:

1. Bersifat empiris; bisa di nalar, tidak tentatif.

2. Bersifat teoritis; menyusun kesimpulan dari pengamatan terlebih dahulu. Kesimpulan tersusun dari kerangka-kerangka pikiran yang logis sehingga menjadi sebuah teori.

3. Bersifat kumulatif; dapat diperluas, diperbaiki, dan diperhalus.

4. Bersifat non-etis; tidak menghakimi tapi memperjelas fakta.

Kegunaan Ilmu Sosiologi bagi jurusan Hubungan Internasional

Hubungan Internasional adalah ilmu yang menggabungkan ilmu politik, antropologi, dan berbagai macam ilmu sosial lainnya dalam satu wadah ilmu. Hal ini sangat penting karena mahasiswa dan alumni jurusan Hubungan Internasional akan terlibat dalam masyarakat secara langsung setelah lulus nanti; terutama masyarakat kelas atas dan orang-orang yang berpengaruh dalam dunia diplomasi.

Untuk itu diperlukan keahlian khusus untuk memahami masyarakat secara general, mengamati tingkah laku masyarakat dan menarik kesimpulan serta melakukan analisis cara-cara terbaik untuk mendekati suatu golongan masyarakat, tidak hanya masyarakat kalangan atas namun juga masyarakat kalangan bawah. Seorang lulusan Hubungan Internasional haruslah bisa melakukan pendekatan pada dua kelompok masyarakat agar visi dan misinya sebagai seseorang yang dapat menjembatani komunikasi antar negara dapat tercapai.

Kegunaan ilmu Sosiologi bagi jurusan Hubungan Internasional terbagi 3:

1. Kegunaan bagi masyarakat di negara sendiri

Untuk dapat menjembatani hubungan negara sendiri dengan negara lain, langkah pertama yang harus diambil adalah memahami perilaku masyarakat negara sendiri. Hal ini penting karena dengan memahami perilaku masyarakat negara sendiri, seorang alumni Hubungan Internasional akan mampu menganalisis situasi dan kondisi serta mungkin SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dari negara sendiri untuk kemudian diolah lagi menjadi sesuatu yang bisa menjadi solusi atas hubungan negaranya sendiri dengan negara lain.

Pertumbuhan sosial yang meningkat tajam juga menjadi salah satu alasan bagi para mahasiswa dan alumni Hubungan Internasional untuk mempelajari Sosiologi, karena dengan Sosiologi dapat dilakukan metode-metode pendekatan untuk meneliti masyarakat yang kerap bertumbuh.

2. Kegunaan bagi masyarakat di negara lain

Insights atau pengetahuan yang dipunyai seorang sarjana atau alumnus Hubungan Internasional akan sangat berperan dalam membangun komunikasi antara negaranya sendiri dengan negara lain, karena dengan begitu masyarakat di negara lain – khususnya masyarakat yang berhubungan secara diplomatis – akan mempunyai gambaran atas karakterisitik negara tersebut. Dari insights atau hasil analisis sosiologis seorang mahasiswa atau alumnus Hubungan Internasional juga dapat dibentuk opini publik negara lain terhadap negara sendiri. Baik atau buruknya opini publik tersebut tergantung pada keahlian seorang mahasiswa atau alumnus Hubungan Internasional dalam memberikan pengarahan tentang citra masyarakat negaranya sendiri kepada negara lain. Jika mereka berhasil menyampaikan keadaan masyarakat di negara mereka sendiri dengan baik, tentu kesan yang didapat akan baik juga. Semakin baik kesan yang dibuat oleh si mahasiswa atau alumnus Hubungan Internasional tersebut kepada masyarakat negara lain, semakin baik pula kesan yang akan ditangkap oleh masyarakat negara lain tersebut.

3. Kegunaan bagi diri sendiri

Poin ini adalah poin terakhir sekaligus poin yang paling penting. Kegunaan belajar Sosiologi terhadap seorang individu adalah kemampuan orang tersebut dalam menilai seseorang dan menemukan cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan orang lain akan terasah dengan baik dan tentu saja skill semacam ini sangat berguna, baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan dalam melakukan pekerjaan.

Poin dari pentingnya belajar Sosiologi dalam jurusan Hubungan Internasional adalah karena Sosiologi membantu kita memahami masyarakat secara bertahap serta mengasah kemampuan analisis kita. Dalam Sosiologi, terkadang dibutuhkan quick analysis terhadap suatu perilaku masyarakat dan hal itu menuntut solusi yang cepat pula, jadi otak kita terlatih untuk melakukan quick analysis terhadap masyarakat – yang tentu saja akan mempercepat dan menambah efisiensi terhadap pekerjaan atau riset yang sedang kita kerjakan.

Azrina Perwitasari

/azwitasari

unexpectedly indescribable. Read at your own risk ;)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?