Aris Heru Utomo
Aris Heru Utomo

Tinggal di Bekasi. Menulis lewat blog sejak 2006 dan akan terus menulis untuk mencoba mengikat makna, melawan lupa, dan berbagi inspirasi lewat tulisan. Pendiri dan Ketua Komunitas Blogger Bekasi serta deklarator dan pendiri Komunitas Blogger ASEAN. Blog personal: http://arisheruutomo.com. Twitter: @arisheruutomo

Selanjutnya

Tutup

Kilas Balik Sepuluh Tahun Hari Blogger Nasional

27 Oktober 2016   22:57 Diperbarui: 27 Oktober 2016   23:05 29 1 0
Kilas Balik Sepuluh Tahun Hari Blogger Nasional
saat peresmian Komunitas Blogger Bekasi tahun 2009 oleh Walikota Bekasi Mochtar Mohammad / Foto Aris Heru Utomo

Hari ini tepat sepuluh tahun Hari Blogger Nasional sejak dideklarasikan pada 27 Oktober 2007 oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.  Untuk itu saya mencoba membuat kilas balik sepuluh tahun Hari Blogger Nasional dan tentu saja ini menurut versi saya.

Sepuluh tahun Hari Blogger Nasional, tidak ada hiruk pikuk peringatan Hari Blogger Nasional seperti yang pernah terjadi pada periode 2007-2011. Tidak ada lagi gelaran kopi darat (kopdar) para blogger dalam skala nasional ataupun daerah seperti yang pernah terjadi pada kegiatan Pesta Blogger di Jakarta dan kegiatan blogger daerah seperti yang dilakukan Komunitas Blogger Bekasi melalui kegiatan Amprokan Blogger  Pada masa-masa itu terlihat sekali gairah para blogger Indonesia, yang selain menulis di blog juga aktif berkomunitas melalui pembentukan komunitas blogger, baik yang didasarkan pada kesamaan daerah atau hobby. 

Saya sendiri pada masa-masa awal tersebut baru kembali menetap di Indonesia, setelah menetap di Brussel, Belgia dari 2004-2008. Meski sudah ngeblog di Brussel sejak tahun 2006, namun ketika kembali ke Indonesia saya tidak memiliki teman ataupun komunitas ngeblog sama sekali. Perkenalan saya dengan blogger Indonesia mulai terbuka ketika pada sekitar September 2008 Kompasiana membuka lapaknya untuk para blogger yang ingin berbagi tulisan dalam suatu blog keroyokan. Saya ikut bergabung di Kompasiana pada September 2008 itu juga dan menjadi salah satu Kompasianer generasi pertama antara lain bersama-sama Prayitno Ramelan, Chappy Hakim, Junanto Herdiawan, Novrita Savitri, Wijaya Kusuma, Yuliyanto, Amril Taufik Gobel, Eko Eshape dan Isjet (yang belakangan menjadi Admin Kompasiana) serta tentu saja Pepih Nugraha yang menggagas blog Kompasiana.

Setelah beberapa waktu menulis bersama di Kompasiana, pada kuartal pertama tahun 2009 mulailah digagas kegiatan kopi darat (kopdar) yang akhirnya terwujud melalui pertemuan di Bentara Budaya pada pertengahan 2009. Pada kopdar di Bentara Budaya ini, selain nama-nama Kompasianer tersebut di atas, hadir pula beberapa Kompasianer lain seperti Iwan Pilliang, Abi Hasantoso ataupun Budiman Hakim. Kegiatan kopdar Kompasianer ini sebenarnya bukanlah kopdar pertama para blogger, sebelumnya sudah banyak kegiatan kopdar blogger yang berujung pada pembentukan komunitas blogger daerah seperti Komunitas Blogger Angin Mamiri di Makassar ataupun Komunitas Blogger di Yogyakarta dan Solo.

Bagi saya, kopdar Kompasianer di Bentara Budaya ini menjadi titik awal saya berkomunitas dengan antara lain membentuk Komunitas Blogger Bekasi. Hal ini terjadi karena ternyata tidak sedikit Kompasianer generasi pertama adalah warga Bekasi seperti Amril Taufik Gobel, Yulianto, Eko Eshape, Wijaya Kusuma, dan saya sendiri. Berlatar kesamaan daerah tempat tinggal di Bekasi, muncul ide untuk membentuk Komunitas Blogger Bekasi yang akhirnya terbentuk pada 17 Agustus 2009 dan kemudian dikenal sebagai Beblog. Peresmiannya pun tidak tanggung-tanggung karena dihadirilangsung oleh Walikota Bekasi.

Berbagai kegiatan komunitas yang menembus tapal batas, yang antara lain berupa kegiatan kopdar nasional blogger Indonesia dengan nuansa lokal (Bekasi) bertajuk Amprokan Blogger dan lomba ngeblog berhadiah jutaan rupiah. Suatu aktivitas yang kemudian diganjar penghargaan sebagai Komunitas Blogger terbaik se Indonesia pada tahun 2010 karena dinilai menginspirasi kegiatan komunitas blogger lainnya. 

“Sukses” di tingkat Bekasi, saya pun kemudian menginisiasi pembentukan Komunitas Blogger ASEAN bersama-sama antara lain dengan Hazairin Pohan, Alm. Ajeng, Imam Brotoseno, Amril Taufik Gobel dan Blontank Poer. Dengan berbagai dinamikanya, Komunitas Blogger ASEAN ini pun berhasil menyelenggarakan Konferensi Blogger ASEAN menjelang Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Bali pada November 2011.

Sayang, seiring penugasan saya ke Beijing pada September 2011 hingga Maret 2015, saya pun menepi dari kegiatan  komunitas blogger. Apalagi pada saat bersamaan kegiatan blogger semakin sepi. Kegiatan tahunan Pesta Blogger, yang sempat jadi barometer kegiatan kopdar akbar blogger, berhenti pada tahun 2011 karena kehabisan nafas.  Sementara, perlahan tapi pasti, banyak komunitas blogger yang kemudian berguguran karena ditinggalkan inisiatornya  atau banyak blogger yang sudah tidak lagi ngeblog. Kalaupun masih ada, itupun hanya terbatas nama.

Saya sendiri tetap konsisten untuk ngeblog secara individual dan non-komersial. Kesibukan pekerjaan membuat saya tidak memiliki cukup tenaga untuk menghidupkan komunitas. Saya lebih memilih pasif dan tidak berhasrat menjadi blogger kondang (blogger yang suka kondangan ha ha ha). Cukuplah sesekali menghadiri kopdar blogger secara terbatas, sambil ngupi-ngupi cantik, termasuk menghadiri Kompasianival kemarin.   

Sebagai seorang blogger yang berupaya konsisten menjaga kewarasan melalui kegiatan menulis, saya melihat bahwa meski gaung ngeblog tidak seramai dulu, namun kegiatan ngeblog di Indonesia akan terus berlanjut. Ngeblog bukanlah trend sesaat seperti dikatakan Roy Suryo. Saya berharap bahwa akan semakin banyak blogger-blogger Indonesia yang mengunggah konten positif yang menumbuhkan semangat dan optimisme. Bukan tulisan yang menebar kebencian dan mengadu domba untuk kepentingan politik seperti pada pilkada tahun ini.  Saya pun berharap bahwa blogger dapat menjadi filter terdepan yang dapat menyaring berita-berita negatif mengenai Indonesia.

Selamat hari Blogger Nasional

Bekasi, 27 Oktober 2016