Mina Apratima Nour
www.kompasiana.com/apratimanour
| Tulisan | : | 119 artikel |
| Komentar | : | 472 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Suara sumbang takkan hempaskan aku dalam bimbang Pun cacian dan makian Hanyalah para bodoh yang bisa berkicau Tentang segala omong kosong yang mereka pikir benar – Dan kehidupan terus berjalan ...
Tak banyak yang mengerti Ketika uang bagi Kita tak berarti Kita sebut itu ilusi Sesuatu yang nyata Tampak membahagiakan Tapi hampa – Tak banyak yang paham Ketika perjalanan ini berkesan Bermandikan cahaya terang Berselimutkan dinginnya ...
Aku berjalan hingga batas sanggupku. Menuai kenangan hingga tercecer di pinggiran jalan. Berharap akan tersapu angin, lalu selamanya bersatu dalam debu. Dan kini tak ada ...
Menyusuri perjalanan waktu Di antara risau gema kehidupan Merayu candu dunia Dengan segala dosa terindah Yang mudah dinikmati – Bertanya tentang takdir Warna warni kehidupan telah kusinggahi Sudut kelam khatam menodai Selembar papan kosong Yang ...
Langkahmu ringan dalam penghujan Pelukan bisu tanpa kata di bawah langit malam Aksara berhamburan melalui airmata Kita dan cinta, kini hanya gema – Menari bersama kebebasan Gundahmu pecah Berserakan seakan lepas dari ...
Langit tak akan semendung ini Memurungkan bumi Cahaya selintas tak berjejak Ditemani secangkir kopi dengan panas yang menggelegak – Mencoret-coret sebuah kertas kusam Mencoba mengurai cerita tentang Kita Yang tak pernah usai Ah, ...
Kamu tahu? Kata mereka aku ini jalang perebut suami orang. Mengais gerobak kehidupan dengan racikan hati dan logika yang tak seimbang, terikat pada aturan salah ...
Matamu angkasa malam Tatapannya dalam Seolah menyelami kepedihan Yang berserakan di ruang kelam Salah satu sudut hati ini Kecil dan bersembunyi Namun melimpah ruah Saat kau sentuh dengan jentikan jari – Bermuara pada logika, ...
Di tengah hutan matamu basah Dan kuusap wajahmu terasa panas Menahan rindu bergejolak Bahkan kau tak sanggup mengelak – Pada bulir hujan terakhir kita tiada Hanya memori yang tersisa Di antara selipan ...
Ta…., hujan turun di kotaku. Kata orang, sebentar lagi banjir akan tiba. Kataku, banjir sudah terlebih dulu singgah di bantalku. Karena kamu…… – Aku ingat, Ta.. Setiap ...