Alonk Badriansyah
www.kompasiana.com/alonkbadriansyah
| Tulisan | : | 44 artikel |
| Komentar | : | 102 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Sumber gambar : www.kompasiana.com .::.Pertarungan Para Tokoh Dunia Persilatan Di KOMPASIANA .::. Nama KOMPASIANA kini sudah tidak asing lagi di dunia persilatan. Baik di mata para tokoh ...
sumber gambar: hijupblog.tumblr.com/ Mungkin judul artikel saya ini tidak begitu berlebihan untuk menggambarkan kondisi hutan indonesia khususnya, dan kondisi hutan di dunia pada umumnya! Ya, hutan yang ...
.::Curcol::. Bulan Maret ini, jujur saja saya tidak begitu sering nongkrong di Kompasiana. Kalau boleh di hitung, tidak sampai 10 kali dengan sekarang saya berkunjung ke ...
Apakah ada senjata yang melebihi tajamnya kata-kata? Yang mampu melukai hati, tapi tak membuat kulit terluka! Adakah racun yang lebih ganas dari kata-kata? Hanya sekali meneteskan, timbulkan bala ...
Salah satu faktor penting penentu maju-mundur atau sukses-tidaknya suatu perusahaan adalah kwalitas dari sumber daya manusianya. Dan bila berbicara kwalitas manusia, sudah barang tentu tidak ...
Ilustrasi : henriansyah Berjalan aku: di tengah asap dan debu. Tak terhitung jarak_ berkilo jauhnya. Tuk singgahi stiap gerbang penuh harapan. Walau hanya kekosongan yang aku dapatkan. Di tengah jalan ...
Mata air yang takpernah berhenti mengalir: Adalah kasih sayangmu; ibu… Hembusan angin yang takpernah lelah bertiup: Ialah kesabaran_perjuanganmu; ibu… Harta… Tenaga… Fikiran… Bahkan nyawapun rela kau korbankan! Demi aku: anakmu; yang malah sering ...
Sumber photo: infozasyik.blogspot.com Ibu… Di senja temaram ini ku ingin mengadu… Bercerita tentang kehidupan kini… Tentang tanah yang ibu wariskan… Tentang air yang ibu titipkan… Kepada kami… Ibu… Coba lihat: Tegal telah mereka jual! Hutan ...
Sumber photo: kli1n1kc1nt4.blogspot.com / google.com Kutemukan: teduhnya rimbun-daun pepohonan; dimatamu… Kala kau menatapku… Aku tenang… Kudapatkan: sejuknya tetesan embun pagi; ditutur (kata) mu… Saat kau menyapaku.. Aku senang… DAN Senyummu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Membuatku eneg! Rupanya kau lupa ...
Segala caci, mungkin pantas untukku.. Setiap maki, alamatkanlah padaku.. Karna aku: cuma lelaki hina untukmu! Segala kekesalan, tumpahkanlah padaku! Setiap kemarahan, lampiaskanlah padaku! Karna aku; hanya lelaki payah bagimu! Tak ada ...