Kata TV, Jokowi Menang

12 Juli 2012 13:34:53 Dibaca :

Rame-rame hasil Pilkada DKI juga sampai di Cibangkonol. Banyak penduduk Cibangkonol yang ikut memperbincangkannya, padahal Cibangkonol itu nggak masuk wilayah DKI. Kalau diukur pakai jarak, bisa sampe ratusan kilometer dari ibukota negara itu. Siapapun yang menang dalam pemilihan gubernur langsung itu, juga tidak akan mempengaruhi kehidupan warga Cibangkonol. Mau yang berkumis yang menang dan Jakarta tetap macet juga banjir, warga Cibangkonol nggak kena imbasnya secara signipikan (maap, sig-ni-fi-kan). Mau yang baju kotak-kotak yang menang dan Jakarta tambah tinggi kriminalitasnya, tak banyak warga Cibangkonol yang ikut kena getah.


Tapi media sudah mengantarkan hajatan di kampung sebelah itu hingga ke Cibangkonol. Warga Cibangkonol, punya atau tidak hubungan  kedekatan (proximity, kata bahasa gayanya mah) dengan DKI, baik emosional maupun fisik, tetap kebagian informasi itu. Namanya juga ibukota, artis ketipu temannya saja masuk TV, listrik padam yang menyebabkan KRL mogok juga masuk TV seolah sudah hampir kiamat. Sementara di Cibangkonol, listrik padam berhari-hari saja sampai-sampai peternak ayam rugi gara-gara ayamnya kedinginan, peternaknya bangkrut dan bunuh diri, nggak ada beritanya. Nah, maka nggak heran juga kalo hajatan pilih gubernur itu juga masuk TV, seolah itu hajatan nasional.


Ya nggak ada yang salah juga, toh bagi warga Cibangkonol, wabil khusus si Kabayan, hajatan propinsi tetangga itu nggak dimasukin hati, tapi cuma dijadikan tontonan, tak lebih dari jenis-jenis tontonan lainnya seperti halnya gosip atau sinetron, atau mungkin juga acara lawak. Meski begitu, tetap saja ada yang ikutan emosional, seolah calon gubernurnya itu sodara sendiri. Mirip saat rame-rame mendukung calon artis idola di kontes idol-idolan; sok kenal sok dekat, padahal nggak tau apa-apa...


Bah Usup adalah salah satu yang ikutan emosional dengan kemenangan pasangan Mas Joko dan Koh Ahok meski masih putaran pertama, itupun belum resmi. “Jakarta memang merindukan perubahan, supaya nggak gitu-gitu terus!” kata Bah Usup yang memang pernah ngumbara di ibukota itu di zaman mudanya, mungkin zaman gubernurnya masih Kang Ali. “Pantes kalau orang baru yang disukai... saya setuju dengan calon yang ini, membawa harapan baru..” sambungnya dengan berapi-api.


“Memangnya Bah Usup kenal sama Mas Joko?” tanya Kabayan yang ikutan menyaksikan penghitungan cepat di pesawat TV pos ronda Cibangkonol. Bah Usup menggeleng, “Ya enggak lah. Saya nggak pernah tinggal di Solo. Tapi kan Mas Joko itu sukses membangun Solo, jadi bisa diharapkan membawa kesuksesannya ke Jakarta!” jawab Bah Ucup.


“Kata siapa Mas Joko sukses membangun Solo?” tanya Kabayan lagi, ia senang menggodai Bah Usup yang kalo ngomong nggak pernah bisa direm, makanya waktu pilkades dia jadi jurkam Pak Kades sekarang.”Ya kata berita di tipi, memangnya dari mana lagi?” samber Bah Usup, “Sementara Bang Poke kan jelas-jelas gagal, buktinya sampai sekarang Jakarta masih banjir, masih macet, banyak kiriminil, rakyatnya masih pada miskin...” sambung Bah Usup.


“Kata siapa Bang Poke gagal?” tanya Kabayan lagi. “Ya kata berita di tipi lah, darimana lagi?” jawab Bah Usup. “Tiap hari di tipi kan ada pengamat yang bilang kalau Bang Poke gagal, dan Mas Joko hebat, makanya dia bisa menang...” sambungnya.


“Kata siapa Mas Joko menang?” tanya Kabayan, lagi. “Ya kata tipi, barusan, memangnya kamu tidak nonton, Kabayan?” Bah Usup balik nanya karena mulai sebel dengan pertanyaan Kabayan. “Ah enggak,” sergah Kabayan, “kata tipi, Mas Joko menang menurut kuik kon (quick count maksudnya), bukan menang resmi, itu juga bukan menang, tapi unggul... kalo menang berarti dia langsung jadi gubernur, lah ini kan baru unggul, jadi paling harus tanding lagi puteran kedua!” sambung Kabayan.


“Kata siapa?” Bah Usup balik nanya. “Ya kata tipi, barusan... memangnya Bah Usup nggak nonton?” Kabayan membalikkan omongan Bah Usup. “Makanya Bah, kalau nonton itu biasa aja, nyantey, nggak usah pake emosi, jadi inpormasi penting malah nggak kedengeran. Lagian kalau nonton tipi emosian gitu, bisa-bisa cepet mati kena setrok (stroke)...” kata Kabayan.


“Kata siapa kalau emosian bisa kena setrok?” tanya Bah Usup jengkel. “Ya kata tipi lah Bah, makanya yang nonton juga acara yang ada gunanya buat kita, jangan cuma nonton sinetron sama komedi sajah!” jawab Kabayan. Bah Usup tambah emosi, “Memangnya nonton pilkada DKI nggak ada gunanya?” tanya Bah Usup dengan nada tinggi, “Itu namanya belajar politik, politik yang bersih, politik yang cerdas, supaya besok kalau saya nyalon gubernur atau minimal nyalon kades, saya bisa belajar politik gaya Mas Joko itu!” kata Bah Usup.


“Memangnya Bah Usup mau nyalon gubernur atau kades? Inget umur Bah, udah tua, mendingan nyalon takmir masjid...” kata Kabayan. Bah Usup langsung melonjak, “Kata siapa saya sudah tua? Awas kalau kamu bilang kata tipi!” kata Bah Usup. Kabayan malah cengar-cengir, “Tipi mana yang pernah meliput Bah Usup dan bilang Bah Usup dah tua? Saya sendiri yang ngomong. Memangnya Abah nggak merasa kalo umur Abah sudah lewat 80 taun?”


Bah Usup diem, garuk-garuk kepala, cengar-cengir, lalu batuk-batuk, “Iya ya, cucu saya aja sudah mau punya cucu, ngapain mikirin hajatan orang Jakarta. Tapi... boleh kan kalo saya ikut senang jagoan saya menang, paling nggak diputeran pertama ini?” tanya Bah Usup. Kabayan ikut nyengir, “Nggak ada yang ngelarang Bah, stasiun tipi aja kayaknya seneng Mas Joko menang putaran pertama...” kata Kabayan.


“Kata siapa tipi senang Mas Joko menang?” tanya Bah Usup. “Kata saya...” jawab Kabayan. Bah Usup nyengir, “Iya yah, padahal kayaknya tipi paling banyak dapat duit dari iklannya Bang Poke....”



Jogja, 12 Juli 2012

Alip Yog Kunandar

/alipyog

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Alip Yog Kunandar alias Kang Alip, Berbagi ilmu di Prodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Dedengkot Komunitas IDEKATA Yogyakarta. Alumnus Peace and Conflict Journalism Network, Course 1 & 2. Menyukai sosok si Kabayan, tapi tidak ingin jadi si Kabayan. Kalo nggak cape, ikutin aja @AlipyogK
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?