Mati Satu Tumbuh Seribu di Kompasiana.

13 Juni 2012 18:13:17 Dibaca :

Ada yang pergi ada yang datang itulah  kompasiana. Dalam sebuah film di ceritakan,  ketika ada seorang yang meninggal sebelum ruhnya naik ke langit ternyata sang  ruh itu mencari siapa yang mau lahir, kalo cerita film ini benar maka   dapat di pastikan di atas rumah sakit bersalin,rumah bu bidan, rumah dukun bayi, satu satunya dukun yang saya percayai hihihi, pasti melayang banyak ruh.

Datang dan pergi adalah persoalan yang biasa saking biasanya kita tidak lagi terkejut ketika ada tetangga yang meninggal  dunia, kita semua sudah terlalu sering melihat hal itu, padahal kepergian tetangga itu bukanlah kepergian yang biasa. Dia pergi dari dunia yang fana menuju zona kekal abadi.

Datang dan pergi sangat  biasa terjadi di dunia kerja, dulu,  rekan itu adalah sohib kerja kita namun karena dia dapat kerjaan baru yang lebih menjanjikan dia pun pergi kadang tampa permisi. Setelah dia pergi datanglah rekan kerja baru. Mungkin rekan kerja yang baru itu lebih menyenangkan atau justru sebaliknya sangat menjengkelkan. hihihi.

Jika anda seneng naik bis kota maka datang dan pergi sangat biasa terjadi. Di sebuah halte ada penumpang yang turun di halte berikutnya ada penumpang yang naik. Penumpang yang turun bisa jadi seorang perempuan cantik yang sangat menarik hati sedangkan penumpang yang naik mungkin  seorang copet yang sedang menanti korbannya lengah.

Kalo anda berkantor di gedung yang tinggi maka datang dan pergi juga lazim terjadi, biasanya ketika anda naik lift. Ada pekerja yang masuk dan ada juga pekerja yang keluar. Tergantung di lantai berapa mereka berkantor.

Datang dan pergi juga terjadi rumah ibadah khususnya di masjid, orang orang muslim yang shalih akan selalu datang di awal waktu sholat sedang muslim yang agak lazy mungkin memilih ketika jamaah lain sudah bubar, alasannya jelas '' Saya beribadah sesuai dengan kemampuan saya''...Sebenarnya itu cuma strategi ngeles aja.

Datang dan pergi terjadi juga di dunia TKI, Saat ini saya sedang nguli di Dubai, Dua tahun yang lalu ada beberapa rekan baru dari Indonesia sekarang mereka sudah selesai menunaikan tugasnya dengan kata lain mereka sudah pulang ke tanah air lagi. Tidak lama setelah kepulangan mereka berdatanganlah pekerja baru dari Indonesia. Karena itu saya tidak aneh lagi dengan fenomena datang dan pergi.

Dalam forum arisan datang dan pergi sudah lazim terjadi, kalo anda pernah ikut bisnis MLM maka fenomena datang dan pergi ini sangat terasa banget. hihihi.

Akhirnya, datang dan pergi juga udah biasa banget di kompasiana. Kalo udah merasa enggak nyaman mengapa harus memaksakan diri bertahan?  carilah komunitas lain yang dapat mengerti serta mengayomi, tetapi kalo masih merasa butuh dengan kompasiana enggak ada salahnya tetep ngetem di sini.

Kompasiana adalah tempat berkerumun orang orang yang suka baca dan seneng menulis, di sini tulisan kita secara sengaja atau tidak sengaja dapat berbenturan dengan tulisan yang lain. Namanya juga berbentur dapat di pastikan menimbulkan goncangan.

Ada yang menikmati goncangan itu ada pula yang benar benar tergoncang. Tergantung kepada pribadi masing masing. Kompasianer  Engkong Ragile seharusnya dapat kita jadikan suri tauladan, beliau begitu tegar dan kuat dalam menghadapi goncangan kompasiana.

Mungkin karena beliau sudah banyak makan asam garam kehidupan ya, sehingga tetep aja hepi walau di caci dan di maki. Karena itu bagi rekan rekan yang punya keinginan pergi dari kompasiana, tolong di pikirkan lagi karena  kompasiana ini enggak jauh bedalah dengan dunia yang sebenarnya.

Di dunia sebenarnya kita pasti pernah bertemu dengan orang orang yang tidak seide, mereka selalu mencari cari kesalahan,  menunggu nunggu kesempatan kapan saat yang tepat untuk menghamtam kita, enggak mungkinlah kita hanya bertemu dengan orang orang yang selalu mendukung dan meyenangkan kita,  pasti ada aja orang orang berengsek di sekitar kehidupan kita.

Apa yang harus kita lakukan jika bertemu dengan orang orang seperti ini? Apakah kita memilih  untuk bertahan atau malah memilih pergi mencari tempat lain yang lebih nyaman. Pertanyaannya, apakah di tempat yang baru nanti sudah ada jaminan kita tidak bertemu lagi dengan orang orang yang berengsek?

Orang baik dan orang berengsek  akan selalu ada, mereka udah di pasangkan dari sononya, seperti halnya atas dan bawah, tinggi dan pendek, pesek dan mancung, kaya dan miskin...

Kalo boleh kasih saran, enggak ada salahnya  ngasoh sebentar, merenungkan kembali, apa sih sebenarnya niat kita gabung di kompasiana? ....saya pribadi menjadikan kompasiana sebagai tempat belajar kehidupan, saya sering menulis di kompasiana bahkan hampir tiap hari tapi saya tidak mau seluruh hidup saya habis di kompasiana.

Ada pekerjaan pekerjaan yang lebih penting di dunia nyata yang harus kita jalani. Enggak lucu banget deh, kalo  hanya gara gara kompasiana hidup kita harus tergoncang? Dengan kata lain saya mau mengatakan '' jangan terlalu serius di kompasiana ini,''...rilek aja...

Mukti Ali Bin Syamsuddin Ali

/alimukti37

TERVERIFIKASI (BIRU)

Ayahnya Davi, Deniez dan Defa..
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?