Pengaruh Gejala dalam Belajar

07 Desember 2010 07:49:22 Diperbarui: 26 Juni 2015 03:56:14 Dibaca : 581 Komentar : 1 Nilai : 0 Durasi Baca :
Pengaruh Gejala dalam Belajar
12917332971421904071

Gejala Kognisi, Emosi, Konasi

dalam Belajar dan Kecerdasan

Beberapa hal gejala kognisi mulai dari peninderaan, berproses pada pengamatan lalu adanya tanggapan sebagai bayangan yang dibentuk dari pengamatan... Pengamatan dapat lebih dipahami dengan kemampuan seseorang untuk mengolah informasi mulai dari menguraikan masalah, menyimpan dan mengingat, dan menguraikan pendapat untuk mendapatkan suatu kesimpulan sebagai hasil pengetahuannya.

Emosi berkaitan dengan tindakan-tindakan seperti berpikir, berkonsentrasi, memilih, bertindak, membandingkan, dan lain sebagainya. Tingkat kognisi seseorang juga mempengaruhi emosi. Bagaimana kita dapat berpikir sehingga sesuatu tindakan membuat kita sedih, jengkel hingga kita memahami bahwa sesuatu tersebut mengganggu pikiran kita (memahami apa yang sedang dirasakan). Orang yang jengkel akan membentuk keyakinan tentang apa yang dirasakan, dan kognisi akan membentuk kejengkelan umum yang tidak jelas menjadi emosional tertentu. Gejolak emosi menyiapkan seseorang untuk mengatasi keadaan yang genting. Emosi mempengaruhi cara berpikir seseorang dalam belajar. Bagaimana seseorang dapat mengendalikan rasa marah, sedih untuk dapat berkonsentrasi dalam menerima pengetahuan.

Dalam pembelajaran, kejiwaan siswa dan guru terlibat. Bukan hanya fisik, materi pelajaran, namun bagaimana penciptaan suasana yang membuat nyaman dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Emosi gurupun hendaknya dapat terkontrol dalam menstransfer ilmu pengetahuan kepada anak didik, tidak memberikan kesan yang tidak baik yang akan menimbulkan persepsi negatif sehingga materi pembelajaran dapat terserap dengan baik oleh anak didik, tanpa menimbulkan ketegangan atau ketidaknyamanan emosi lainnya.

Gejala konasi mendorong seseorang untuk berbuat, melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan. Hasrat, kemauan, dorongan memperoleh pengetahuan menumbuhkan niat seseorang untuk belajar. Kemauan menjadi hal yang sulit, apabila seseorang tidak dapat menjaga kestabilannya. Hasrat, kemauan untuk belajar hendaknya didorong dari keinginan individu itu sendiri...

Proses berpikir dan belajar seseorang dapat dipengaruhi oleh gejala-gejala tersebut, maupun gejala campuran ketika seseorang kelelahan tidak dapat berpikir jernih, sugesti akan menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri.

Proses belajar menimbulkan perubahan yang relatif menetap pada diri individu karena pengalaman dan latihan. Proses belajar berkaitan dengan kecerdasan/ inteligensi seseorang. Kecerdasan adalah kumpulan beberapa perilaku yang menunjukkan hal yang cerdas. Kesempurnaan perbuatan kecerdasan tersebut memiliki ciri-ciri yaitu cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, cekatan dengan mudah dan ringkas menjelaskan sesuatu, tepat sesuai dengan keadaan.

Belajar seseorang dapat dilihat dari prestasi belajar seseorang. Bakat dan kemampuan seseorang mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Tidak pasti pula seseorang yang berbakat dapat meraih prestasi tinggi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Bakat seringkali sebagai pembawaan dari lahir. Namun bakat tidak akan pernah berkembang, jika lingkungan dan kesempatan tidak mendukung. Bakat dalam diri seseorang lebih besar ditentukan faktor atau keadaan dalam di orang itu sendiri, bagaimana minatnya terhadap suatu bidang, keinginannya untuk maju dan berprestasi, dan keterampilannya untuk mengatasi kesulitan atau rintangan yang mungkin timbul.

Jadi, antara beberapa gejala kognisi, emosi, konasi dan campuran mempengaruhi cara berpikir seseorang kaitannya dalam hal belajar. Kecerdasan seseorang dapat dihasilkan dari hasil belajar. Kecerdasan merupakan kemampuan seseorang untuk berpikir memecahkan masalah guna menyesuaikan dengan lingkungannya. Seseorang yang cerdas agar dapat menyesuaikan diri pada lingkungannya juga dipengaruhi keseimbangan emosi, cara berpikir dan kemampuan memahami, mengingat, serta adanya kemauan yang keras. Prestasi dalam belajar dapat dipengaruhi bakat pada diri seseorang. Namun bakat tidak menentukan sepenuhnya prestasi seseorang. Keseimbangan gejala-gejala tersebut dapat mengarahkan lebih baik cara berpikir, belajar, kecerdasan dan bakat seseorang. Ayo... kendalikan emosi-emosi tersebut, jadilah orang yang cerdas, berbakat, mawas diri, ikhlas, tenang dalam pengendalian emosi yang seimbang ...!

Ani Yuliani

/alezanny

Aku akan terus berjalan, selama jalan itu lurus (first) Aku mengejar ilmuku, tapi aku juga mengejar kasih sayangku (second) Tiada pernah sepi orang yang dihatinya punya kasih sayang untuk orang lain (third) GiVe thE besT, now ! Acacaiyating ...! Ohayoo Gozaimatsu the world !
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana