Mobil Harga 13 juta-an Ditolak Masuk Indonesia

07 Februari 2016 11:11:49 Diperbarui: 07 Februari 2016 11:49:41 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Mobil Harga 13 juta-an Ditolak Masuk Indonesia

ilustrasi. Mobil murah cina
Sejak beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2012 sudah berembus kabar bahwa mobil murah cina merk Geely yang di Cina seharga 10.000 RMB atau sekitar Rp. 13 juta saja akan segera dipasarkan di Indonesia oleh PT. Geely Indonesia. Ditaksir harganya di Indonesia nantinya sekitar Rp. 25 juta rupiah saja. Sebelumnya ada juga mobil Tata Nano dengan harga yang kurang lebih sama dibesar-besarkan juga akan segera masuk Indonesia lewat agen resminya PT. Tata Motor Distribusi Indonesia. Sayangnya hingga 2016 ini belum ada tanda-tanda mobil-mobil berpenumpang 2- 3 orang tersebut akan masuk Indonesia. Apa sebabnya?

Sebabnya adalah efek sosial-ekonomi yang akan timbul jika mobil murah itu masuk Indonesia. Antara lain:

1) Potensi Macet Nasional

Diperkirakan jika mobil itu sudah dipasarkan di Indonesia tentu akan laku keras dibeli hampir semua orang Indonesia. Permintaan akan mobil tersebut akan tinggi.  Apalagi ditopang oleh sistem Kredit. Wah tak terbayangkan betapa macetnya Indonesia nanti. Macetnya bukan saja di kota-kota besar tapi akan merangsak ke kota -kota kecil bahkan kampung-kampungpun berpotensi macet. hehe

2) Permintaan terhadap BBM akan tinggi

Dengan bertambahnya kendaraan maka tentu permintaan akan BBM akan bertambah tinggi, mengingat BBM kita sebagian besarnya adalah Impor dan luasnya wilayah Indonesia menyebabkan distribusi BBM tidak lancar karena faktor sarana dan prasarana transportasi yang belum memadai, tentu ini akan membuat kelangkaan BBM di sebagian daerah dan akibatnyaharga BBM akan melambung tinggi.  Apalagi kalo mengingat BBM sejenis premium ataupun pertamak atau yang sekarang berkembang partelite adalah bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui waah...bisa-bisa mobil-mobil berbahan bakar BBM akan cepat jd rongsokan karena tidak tersedianya BBM. Kalo dah begini mending menunggu mobil listrik murah deh....hehe

3) Harga barang dan jasa akan naik

Nah jika BBM langka, harga nya naik tentu akan diikuti oleh naiknya harga barang dan jasa. Kalo dah naik jangan harap akan turun-turun lagi. Ekonomi akan menjadi sulit. Inflasi. Kredit macet. krisis deh....

4) PHK besar-besaran

Kalau ekomomi menjadi tak menentu, perusahaan-perusahaan akan mengurangi karyawan-karyawannya. PHK dimana-mana. waduh!

5) Kriminalitas meningkat

Jika PHK terus menerus terjadi, maka tentu akan banyak pengangguran. Pengangguran akan melahirkan tindak kriminalitas seperti perampokan, pencurian dan lain sebagainya. Ngeri....deh!

6) Pencemaran udara

Berikutnya tentu adalah pencemaran udara dari semakin banyaknya kendaraan akan meningkat. Orang-orang banyak yang kemudian sakit karena tidak menghirup udara yang segar lagi.

dan semua itu akan mengakibatkan negara akan hancur pelan-pelan. Apalagi kalau negara yang dikuasi para mafia dan pebisnis hitam, kemudian mendatangkan banyak alat transportasi massal seperti kereta api cepat, kapal, pesawat, dengan dalih kemacetan parah dan semuanya didatangkan dari negara luar seperti Cina  dengan hutang dan kontrak berpuluh tahun. Alamak tergadailah bangsa ini....

Maka, banyak orang Indonesia yang masih berpikiran normal menolak produk-produk mobil murah dari Cina atau India ini masuk ke Indonesia. Alasannya seperti yang diuraikan di atas ditambah faktor Indonesia belum siap. Jumlah ruas jalan, ketersediaan BBM, hutang negara, dan potensi konflik sosial yang akan mucul mereka berkesimpulan sebaiknya pemerintah menolak kedatangan mobil-mobil murah tersebut.

Sebaiknya kita berkaca ke situasi sekarang saat pemerintah memberi izin mobil murah LGLC seperti Ayla, Karimun wagon, Brio, Datsun Go+,  dan lain-lain yang harganya berkisar antara Rp 80 s.d 100 juta-an, jalan raya sudah semakin macet. BBM sering langka. Itupun penjualannya sudah dibatasi dan mewajibkan pemakaian pertamax.

Nah, sebaiknya pemerintah berhati-hati untuk memberikan izin mobil murah yang harganya Rp. 25 juta-an tersebut dijual di Indonesia. Sebaiknya pemerintah menggenjot produksi mobil sendiri seperti mobil listrik murah yang lebi ramah lingkungan dan bisa diperbaharui daripada mengimpor mobil murah berbahan bakar BBM, kalau pada akhirnya dalam jangka panjanngbisa mengacaukan ekonomi dan sosial budaya kita...

Mobil murah hanyalah kesenangan sesaat.....

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL otomotif

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana