HIGHLIGHT

Indonesia Truly Mafia?

30 Juni 2012 17:14:45 Dibaca :

Kalau Malaysia ingin mengejar julukan sebagai Truly Asia, sementara Indonesia dijuluki sebagai negara Truly Mafia. Sedih juga kalau julukan ini melekat pada negara ini hanya dikarenakan prilaku korup pejabatnya yang sudah seperti Mafia dalam mengorganisir Korupsi Bersamanya, sehingga kasus korupsi yang dilakukan semakin sulit untuk diungkapkan, apa lagi kalau menyangkut kader partai penguasa.

Tidak layak Indonesia dijuluki sebagai Negara Truly Mafia, karena sejarah bangsa ini sangatlah monumental, banyak tokoh-tokoh besar yang dikenal dunia yang telah dilahirkan bangsa ini. Jangan sampai gara-gara nila setitik rusak sebelanga. Harus ada kesadaran bersama untuk membangunkan bangsa ini, harus ada yang bisa menggedor kesadaran para pemimpin yang sudah semakin parah sekarang ini.

Kita harus mengembalikan cita-cita kemerdekaan Indonesia, sesuai yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945. Membiarkan negara ini semakin terpuruk sama halnya dengan membunuh genarasi masa depan, yang sangat diharapkan dapat memajukan bangsa ini, agar bisa sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia.

Korupsi sudah benar-benar merusak kesadaran para penyelenggara negara, yang mereka korupsi bukan lagi soal harta hak dan bukan hak, tapi hal yang tidak patut di korup pun sudah pula mereka korupsi. Pengadaan barang untuk kepentingan dakwah pun sudah mereka korupsi juga. Inilah bukti hilangnya kesadaran mereka sebagai manusia.

Kita sebagai bangsa yang masih beradab jangan membiarkan bangsa ini terperosok secara moral, jangan bosan-bosan mengkritisi pelanggaran yang sudah dilakukan para penyelenggara negara, kesadaran mereka harus senantiasa digedor, agar mereka tidak lagi teledor dalam menjalankan tugas jabatan yang diamanatkan.

Indonesia Bukanlah Negara Truly Mafia..Ganyang Mafia..

Aji Najiullah Thaib

/ajinatha

TERVERIFIKASI (BIRU)

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?