HIGHLIGHT

Masakan Lezat Bergizi dan Api dari Kayu Bakar

04 Agustus 2012 23:50:56 Dibaca :




Inspirasi berarti ilham. Motivasi berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Menulis berarti melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. (KBBI).

Jadi dapat disimpulkan, inspirasi dan motivasi menulis berarti ilham dan usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak untuk melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.

Pengertian di atas tentang menulis telah jelas, yaitu melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Mengarang dan membuat surat hanyalah beberapa contoh kegiatan yang disebut menulis. Masih banyak lagi contoh lainnya. Misalnya : menulis di blog, menulis karya ilmiah, menulis artikel di koran, dan sebagainya.

Dalam arti bebas, inspirasi menulis adalah sesuatu yang digunakan seseorang untuk menghasilkan ide menulis. Sesuatu itu dapat berasal dari dalam dirinya, dapat juga dari luar dirinya. Sesuatu dari dalam dirinya, misalnya setelah mengalami sebuah kejadian yang sangat mengesankannya, maka sesorang tergerak untuk menuliskannya menjadi sebuah cerita pendek. Sedangkan sesuatu dari luar dirinya, misalnya setelah melihat sebuah kejadian yang sangat menarik, maka seseorang tergerak untuk menuliskannya menjadi sebuah puisi.

Sementara motivasi menulis adalah sesuatu yang menyebabkan seseorang tergerak untuk menulis. Motivasi itu dapat apa saja. Namun motivasi yang positif akan lebih baik daripada motivasi yang negatif. Motivasi positif misalnya sarana dakwah, berbagi ilmu dan pengalaman, mengembangkan bakat menulis, dan sebagainya. Motivasi menulis juga bisa datang dari dalam dirinya atau dari luar dirinya.

Inspirasi menulis dapat digunakan untuk membuat tulisan yang bagus (berkualitas, dan banyak yang membaca). Setelah membaca tulisan seperti itu, pembaca dalah hatinya mengatakan,"Wah bagus juga tulisannya ya, senang membaca tulisan ini." Inspirasi menulis bisa cepat datangnya, bisa juga lambat datangnya. Hal itu yang menyebabkan orang bisa saja menulis setiap hari, sebaliknya orang bisa saja membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan sebuah tulisan meski hanya beberapa lembar. Tulisan yang cepat dihasilkan dan lambat dihasilkan itu sama-sama merupakan tulisan yang bagus.

Namun demikian, hanya mengandalkan inspirasi menulis, seseorang dapat berhenti menulis. Kehilangan semangat, seperti lilin yang telah habis dimakan nyala apinya. Dibutuhkan motivasi menulis agar bisa terus menulis. Orang yang mempunyai motivasi menulis akan tergerak untuk terus menulis. Motivasi menulis yang baik adalah yang datang dari dalam diri sendiri. Dengannya, penulis tidak akan tergantung pada motivasi dari luar. Motivasi dari luar dapat digunakan hanya sebagai penambah dahsyatnya motivasi menulis.

Namun ia bisa saja menghentikan menulis ketika dirasa tulisannya bukan dari inspirasi menulis. Tulisannya terasa hambar. Ia akan membaca, ia juga akan mencari pengalaman (sebagai inspirasi) dalam menulis. Jadi, bukan hanya menulis setiap hari yang diperlukan, namun juga mendapatkan inspirasi menulis agar tulisannya bagus.

Inspirasi menulis menghasilkan tulisan yang bagus (kualitas). Sedangkan motivasi menulis menghasilkan keinginan untuk terus menulis (kuantitas).

Jika saya ibaratkan, inspirasi menulis adalah bahan masakan lezat bergizi yang ada di dalam wadah memasak. Sedangkan motivasi menulis adalah api yang berasal dari kayu bakar yang menyala-nyala dan tak pernah padam, untuk memasak masakan tersebut. Masakan lezat dan bergizi pun selalu siap terhidang.[]

Agus Pribadi

/aguspribadi1978

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?