HEADLINE HIGHLIGHT

Teka-teki Silang

18 Januari 2011 01:52:00 Dibaca :
Teka-teki Silang
TTS

2-3. What bargain hunters enjoy. 6-22. What we all should be. 4-5. A written acknowledgment. 4-26. A day dream. 6-7. Such and nothing more. 2-11. A talon. 10-11. A bird. 19-28. A pigeon. 14-15. Opposed to less. F-7. Part of your head. 18-19. What this puzzle is. 23-30. A river in Russia. 22-23. An animal of prey. 1-32. To govern. 26-27. The close of a day. 33-34. An aromatic plant. 28-29. To elude. N-8. A fist. 30-31. The plural of is. 24-31. To agree with. 8-9. To cultivate. 3-12. Part of a ship. 12-13. A bar of wood or iron. 20-29. One. 16-17. What artists learn to do. 5-27. Exchanging. 20-21. Fastened. 9-25. To sink in mud. 24-25. Found on the seashore. 13-21. A boy. 10-18. The fibre of the gomuti palm. Permainan teka-teki silang yang saat ini dikenal dengan istilah TTS merupakan salah satu permainan latihan otak yang paling dikenal di muka bumi. Walaupun saat ini sudah banyak permainan asah otak ditemukan dan diproduksi secara komersial, TTS memiliki ceritanya sendiri dalam lembaran sejarah. Saat ini hampir seluruh dunia mengenal TTS dengan pembaruan bentuk sesuai budaya aksaranya masing-masing. Namun, tak banyak yang tahu bahwa TTS pertama kali dipublikasikan oleh seorang jurnalis. Sebenarnya pada 14 September 1890 sampel TTS pertama dipublikasikan oleh majalah Italia Il Secolo Illustrato della Domenica yang desainnya dibuat oleh Giuseppe Arnoldi dengan judul "Per passare il tempo" ("Melewati Waktu"). TTS saat itu berbentuk empat-empat tanpa kotak berarsir tapi sudah mengandung petunjuk mendatar dan menurun. TTS  diterbitkan oleh seorang jurnalis asal Liverpool, Arthur Wynne yang kemudian muncul melalui salah satu korespondensinya pada sebuah koran Hari Minggu-an The New York World edisi 21 Desember 1913. TTS Wynne saat itu berbeda dengan TTS yang banyak dijumpai saat ini. TTS Wynne tidak memiliki kotak-kotak hitam dan diatur dalam bentuk berlian simetris.  Satu-satunya petunjuk dalam TTS Wynne tersebut adalah kata "FUN" yang menjadi pangkal dipecahkannya kata-kata lain sebagaimana petunjuknya diurutkan dalam beberapa kalimat bernomor di bawahnya. Oleh karena itu TTS pertama kali di dunia milik Wynne ini lebih dikenal sebagai Fun's Word-Cross Puzzle. Arthur Wynne dinobatkan sebagai Penemu Teka-teki Silang sedangkan istilah Word-cross kemudian diganti menjadi crossword. Sejak saat itu pun World rutin menerbitkan TTS setiap minggu kemudian diikuti koran-koran lainnya seperti Boston Globe pada awal 1917. Tahun 1920-an, TTS mulai menjadi fenomena dan menarik lebih banyak perhatian publik. TTS pun menimbulkan kekhawatiran The New York Library yang saat itu menyatakan bahwa TTS mengalihkan minat publik dari buku-buku menjadi kamus-kamus kata dan ensiklopedia. Popularitasnya yang meletjit melambungkan nama TTS hingga ke telinga-telinga masyarakat Amerika. Bahkan, TTS menjadi salah satu bagian koran yang sangat dinantikan setelah berita itu sendiri. Akhirnya, pada akhir 1920-an TTS pertama kali diterbitkan dalam bentuk buku oleh perusahaan penerbit Simon dan Schuster Inc. dan mengawali kegilaan publik yang semakin menjadi-jadi terhadap TTS. Pada masa Perang Dunia II, para tentara sekutu mulai melirik TTS saat menyadari ada beberapa kata militer yang disematkan sebagai jawaban atas petunjuk yang diterbitkan. Beberapa kata kunci yang mereka kenal seperti "Utah" (salah satu kode nama bagi situs pendaratan) keluar pada TTS 2 Mei 1924. Kemudian kata-kata lain menyusul seperti "Umaha", "Mulbery", dan "Neptune" yang merupakan kode nama rencana operasi laut saat itu yang kaluar 4 hari menjelang invasi. Dalam perjalanannya, TTS sudah menyeberang benua. Perjalanan popularitas permainan ini terlanjur mendunia setelah orang-orang Inggris mendengar bahwa Arthur Wynne-lah yang diakui sebagai penemu TTS.  Orang-orang Inggris kemudian memiliki ciri khas sendiri dalam menyusun desain TTS. Berbentuk asimetri dengan mengandung hampir setengah bagian kotak sudah diarsir, TTS Inggris memiliki keunikan tersendiri karena bisa diisi dalam keadaan terbalik atas-bawah.

TTS Inggris Raya
TTS Inggris Raya
Jepang kemudian mengikuti perkembangannya dengan membuat desain TTS sendiri yang lebih mengutamakan estetika, dengan perturan desain pada setuap sudut area TTS harus mengandung kotak-kota yang berwarna putih atau yang bisa diisi.
TTS Gaya Jepang
TTS Gaya Jepang
TTS gaya Swedia bahkan lebih unik lagi karena tidak mengandung kotak-kotak hitam dan angka-angka petunjuk. Petunjuk-petunjuk jawaban justru ditulis dalam kotak-kotak yang harus diisi. Panduan menurun atau mendatar untuk satu jawaban ditentukan dengan panah kecil yang mengarah ke samping atau ke bawah. Format TTS ini populer di beberapa negara sekitar dalam format kertas ukuran A4, atau di koran-koran lokal.
TTS Gaya Swedia
TTS Gaya Swedia
TTS dikenal menyajikan misteri permainan kata-kata, sehingga terkadang orang membutuhkan kamus bahasa edisi lengkap untuk memecahkannya. Di beberapa negara yang memiliki aksen khusus dalam penulisan (diakritik) seperti Spanyol, Yunani, dan Jerman, kata-kata TTS tetap ditulis tanpa diakritik, artinya kata yang menjadi jawaban tetap disertakan tanpa menuntut detil aksen. Kata-kata seperti ÊTRE dapat ditulis dengan bunyi sama dengan É untuk CONGÉ ketika ditulis ETRE dan CONGE.

Dalam kata-kata Bahasa Jerman seperti "umlauts", ä, ö, dan ü dilebur menjadi ae, oe, dan ue, and ß dilebur menjadi ss.

Hingga saat ini TTS masih dikenal luas dan digemari masyarakat dunia. Penyematan permainan asah otak melalui kata-kata istilah ini masih banyak ditemukan di koran-koran lokal seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini beberapa koran lokal daerah seperti Kedaulatan Rakyat bahkan Harian nasional Kompas masih setia menerbitkan hiburan bermanfaat ini bagi para pembacanya. Di luar koran, berbagai varian TTS kemudian muncul, tidak hanya dalam bentuk kata-kata istilah, tetapi juga angka-angka, bahkan gambar. TTS bahkan menjadi konsumi semua lapisan dari pejabat direksi hingga tukang becak. Buku-buku latihan TTS pun dijual hampir di semua kawasan penjualan buku dengan kisaran harga Rp 2.000,- hingga Rp 15.ooo, tergantung ketebalan dan variasi permainannya. Nampaknya permainan TTS akan terus menjadi bagian dari perjalanan sejarah manusia dalam mengasah otaknya dengan kata-kata atau angka. Di saat zaman mulai memperkenalkan permainan asah otak lainnya seperti Rubik pada 1974 dan disusul berbagai permainan teka-teki berbasis matematika, TTS masih setia dengan padanan katanya yang merujuk istilah yang dikenal oleh seluruh dunia, dan membawa bibit kecerdasan manusia mengenal dunia sekitarnya melalui susunan-susunan kotak bernomor di atas lembaran kertas. [jawaban FUN'S WORD-CROSS-nya Wynne di sini]

Referensi:

http://angga6688.wordpress.com/2009/07/09/sejarah-tentang-rubiks-cube/

http://www.crosswordtournament.com/more/wynne.html http://en.wikipedia.org/wiki/Crossword

Fandi Sido

/afsee

TERVERIFIKASI (BIRU)

Humaniora dan Fiksiana mestinya dua hal yang bergumul, bercinta, dan kawin. | @FandiSido
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?