Advertorial
Advertorial

Akun resmi Advertorial Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Tingkatkan Literasi Keuangan, FWD Life Hadirkan Program #BebasBerbagi

15 Oktober 2015   17:27 Diperbarui: 15 Oktober 2015   18:31 105 2 1

[caption caption="Direktur & Chief Financial Officer FWD Life Paul Kartono saat berbagi pengetahuan dan wawasan pada acara Kopdar #BebasBerbagi. (Sumber: Dokumentasi FWD Life)"][/caption]Berdasarkan data* hasil survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013, tingkat literasi keuangan Indonesia baru mencapai angka 21,8 persen dari penduduk Indonesia yang sudah terkategori well literate. Yang lebih memprihatinkan adalah kondisi masyarakat berpenghasilan rendah, dimana persentase tingkat literasi keuangannya hanya sebesar 18,71 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih belum memiliki pengetahuan cukup terkait keuangan atau biasa disebut dengan istilah melek finansial. Melek finansial yang dimaksud bukan sekadar tahu cara menabung atau bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung, tetapi lebih ke peningkatan pengetahuan, keterampilan serta kesadaran diri untuk mengelola keuangan lebih baik lagi.

Oleh karena itu, sebagai perusahaan asuransi jiwa FWD Life memiliki komitmen untuk membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan, serta mengimplementasikan tata kelola keuangan dengan baik. Sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FWD Life memiliki sejumlah program literasi keuangan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia, khususnya para wirausahawan muda dan pengusaha kecil hingga menengah, tentang pentingnya manajemen keuangan dan manajemen bisnis.

Salah satu program literasi keuangan yang belum lama ini dilaksanakan adalah program #BebasBerbagi, yang merupakan kelanjutan dari kegiatan Bebaskan Langkah dan Passionpreneur Workshop yang melahirkan sejumlah pebisnis muda yang juga disebut dengan julukan passionpreneur. Program #BebasBerbagi sendiri merupakan sebuah kelas virtual dimana para passionate people atau calon passionpreneur bisa mendapatkan ilmu untuk membangun bisnis sesuai dengan passion mereka masing-masing.

Pada kelas virtual program #BebasBerbagi dikemas dalam wujud microsite #BebasBerbagi, para passionate people harus melalui beberapa tahap belajar dengan cara membaca materi yang disediakan oleh FWD Life. Tema dari materi tersebut adalah “Fondasi Awal dalam Berbisnis” oleh Alex Osterwalders, yang terbagi menjadi beberapa subtema, yaitu 9 Block Business Model Canvas, Revenue Stream dan Cost Structure. Setiap materi bisa diakses setelah mereka menjalankan ujian tertulis yang diberikan di akhir materi.

Pada akhir periode, tepatnya setelah mengikuti seluruh materi dan ujian, para passionate people kemudian diminta untuk memberikan ide atau rancangan bisnis sesuai passion dalam bentuk PPT, video, teks tertulis dan lainnya. Dari 3.500 konsep bisnis yang terkumpul, FWD Life memilih lima finalis dengan ide terbaik. Kelima orang tersebut adalah Alicia Van Akker, Anggia Rahendra, Fitri Kumala, Ignatius Leonardo dan Rinda Gusvita.

Lima finalis tersebut kemudian maju ke babak selanjutnya, dimana mereka harus mempresentasikan konsep bisnis masing-masing pada acara Kopdar #BebasBerbagi, yang menghadirkan sejumlah investor dan pebisnis ternama. Pada hari yang bersamaan, FWD Life memilih tiga passionate winner yang dinilai memiliki ide bisnis paling menjanjikan, yaitu Alicia Van Akker dengan jasa one stop service khusus para master of ceremonies (MC) bernama Rumah MC, Anggia Rahendra dengan aplikasi mobile berisi beragam informasi peluang bernama Plua dan Ignatius Leonardo dengan produk fashion yang unik sekaligus ramah lingkungan bernama Kulit Kayu.

Selain itu, FWD Life juga menghadirkan empat pembicara yang terdiri dari Chief Financial Officer (CFO) FWD Life Paul Setio Kartono, Chief Executive Officer (CEO) Brodo Yukka Harlanda, Founder Passionpreneur Academy Dedy Dahlan dan Founder Travass Life sekaligus Pemenang FWD Life Passionpreneur Leonora Adelia. Baik Yukka Harlanda, Dedy Dahlan dan Leonora Adelia tak hanya berbagi cerita seputar kisah sukses bisnis mereka, tetapi juga berbagi tips dan trik untuk menciptakan, menjalankan serta mengembangkan usaha sendiri.

Tak hanya itu saja, juga mengajak generasi muda untuk menggali potensi diri dan memberdayakan diri dengan cara-cara yang kreatif. Berbeda dengan ketiga pembicara lainnya, Paul Setio Kartono lebih banyak berbicara seputar pemahaman keuangan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat Indonesia.

*Sumber data: Survei Nasional Literasi Keuangan OJK tahun 2013 pada Strategi Nasional Literasi Keuangan Nasional, halaman 12, Bab 2.5.