HIGHLIGHT

Akankah Ical Menjadi Presiden 2014?

26 Mei 2012 18:13:29 Dibaca :
Akankah Ical Menjadi Presiden 2014?

Hasil Rapimnas II Partai Golkar  merupakan senjata kuat Ical untuk mengklaim dirinya (Ical) sebagai Calon Presiden tunggal 2014. Keputusan-keputusan Rapimnas II yang menguatkan Ical yaitu, merekomendasikan agar Rapimnas II Golkar 2011 menetapkan sebagai keputusan Rapimnas II tentang pencalonan Ir. H. Aburizal Bakrie sebagai Presiden RI 2014.

Terlampir dengan pertimbangan sebagai berikut, poin A, meminta kesediaan Aburizal B sebagai calon Presiden RI 2014 dari Golkar. Poin B, menugaskan pada DPD PG agar segera membuat rencana aksi guna melakukan sosialisasi secara intensif dan massif terhadap figur Aburizal Bakrie sebagai Capres 2014 dari PG. Sosialisasinya dilakukan semua jajaran DPD PG, DPD Provinsi, DPD kabupaten/kota, pimpinan kecamatan, pimpinan desa serta seluruh kader dan anggota Partai Golkar di seluruh Indonesia. Pada poin C, pengukuhan Aburizal Bakrie sebagai capres RI dari Golkar ditetapkan dalam Rapimnas-III tahun 2012 dan/atau Rapimnas Khusus yang dilaksanakan selambat-lambatnya pada akhir 2012.

Sementara, pada halaman 24 buku hasil Rapimnas ke-II yang dibagikan di DPP Golkar tadi siang, tercantum pula Rekomendasi Bidang Pemenangan Pemilu Rapimnas II Partai Golkar tahun 2011 point 13. Ada rekomendasi penting di sana yang meminta DPP Partai Golkar segera membuat penetapan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Pemilu Presiden 2014, melalui mekanisme partai, selambat-lambatnya pada bulan Juni 2012.

Bunyinya, "Setelah mendengarkan pemandangan umum dari seluruh DPD Partai Golkar dan organisasi, baik yang mendirikan, didirikan, serta aspirasi masyarakat, yang disampaikan pada Paripurna Rapimnas II Partai Golkar, maka Komisi C memohon DPP Partai Golkar agar segera membuat penetapan Ir Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Pemilu Presiden 2014, melalui mekanisme partai, selambat-lambatnya pada bulan Juni 2012. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan yang lebih awal untuk melakukan sosialisasi dan konsolidasi dalam strategi pemenangan Pemilu Presiden serta untuk meminimalisasi terjadinya konflik di internal Partai.

Menurut hasil Rapimnas II tersebut Ical wajar ketika menklaim dirinya sebagai presiden tunggal 2014 karena Rapimnas dalam Golkar adalah keputusan tertinggi  yang tidak bisa dibantah oleh siapapun kecuali dengan Rapimnas itu sendiri. Dan sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Ical memang wajib menyerukan kepada setiap Warga Partai Golkar untuk menghormati dan menhargai hasil Rapimnas II tersebut.

Namun dalam perjalanan menuju 2014, Partai Golkar mengalami perpecahan. Perpecahan itu terlihat ketika Akbar Tanjung  tidak mendukung Ical  100%. Akbar tidak menyetujui pencalonan tunggal tersebut. Karena masih ada beberapa calon lain yang berpotensi menjadi capres Golkar, diantaranya Jusuf Kalla yang memiliki capaian hasil survei lebih tinggi dibanding Ical.

Perpecahan Golkar juga terlihat ketika Ketua DPD Tingkat II Banda Aceh, Muntasir Hamid mewacanakan penggulingan Ical dari kursi Ketua Umum Partai Golkar lewat musyawarah nasional luar biasa (munaslub) dan menegaskan para pengurus DPD Tingkat II telah bulat menolak memberi dukungan kepada Ketua Umum Golkar Ical yang akan didorong menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 melalui Rapimnassus. Perpecahan di tubuh Partai Golkar yang semakin hari semakin besar, akankah mampu Partai Golkar mengantarkan Ical menjadi Presiden 2014?

Wacana penggulingan Ical dari kursi Ketua Umum Partai Golkar tersebut direspon oleh Ical bahwa tidak ada anggota DPD II yang membangkang, kecuali satu orang yang sedang mabuk. "Nggak ada DPD II yang membangkang, cuma 1 orang. Barangkali baru selesai minum," Kata Ical dalam acara rapat di DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat, Jumat (27/4/2012). Selain itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Nurul Arifin, di DPR, Jakarta, Selasa (24/4/2012) merespon juga wacana yang digulirkan Muntasir Hamid, bahwa DPP akan memberikan peringatan kepada Muntasir melalui DPD Tingkat II, yakni Provinsi Aceh. "Kami akan memberikan teguran ke (melalui) DPD I. Menanyakan kenapa begitu. Kalau sampai tiga peringatan tetap tidak diindahkan, akan dipecat," kata Nurul.

Saya heran, seorang Ical sebagai Ketua Umum Partai melontarkan kata-kata “Barangkali baru selesai minum.” yang ditujukan kepada Muntasir Hamid. Yah, mungkin Ical sangat marah bila ada yang akan menggulingkan Ical dari jabatannya sebelum waktunya. Menurut saya wacana-wacana seperti yang diwacanakan Muntasir Hamid adalah hal yang biasa sehingga Ical tidak perlu merespon sendiri secara langsung, Ical kan punya pendukung, mengapa tidak pendukungnya saja yang melawan Muntasir Hamid, biar citra Ical terlihat baik.

Sebagai Ketua Umum Partai saja Ical melontarkan kata-kata seperti itu, bagaimana nanti kalau sudah menjadi presiden yang banyak kritikan dari berbagai arah, seperti SBY waktu menerima SMS tidak bertuan? Mungkin Ical tambah berang. Tapi saya yakin Ical nanti tidak akan emosi karena Ical ingin dirinya lebih baik seperti sesepuh Partai Golkar.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?