Kompasiana
Rabu, 08 Pebruari 2012

Rustan Ambo Asse

www.kompasiana.com/7naj-az

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin makassar,sekarang bertugas sebagai dokter Gigi PTT di provinsi Kalimantan Timur.

Kompasianer sejak
20 December 2009



Posts Categories:
Novel (1)
Cerpen (3)
Cermin (2)
Sosok (1)
Bola (4)
My Holiday (1)
Raket (1)
Sejarah (1)
Humor (1)
Puisi (29)
Kuliner (1)
Muda (1)
Jalan-jalan (13)
Edukasi (4)
Sosbud (44)
Gosip (3)
New Media (7)
Medis (12)
Prosa (39)
Filsafat (21)
Umum (9)
Politik (12)
Posts Archive:

Post

Untuk Para Ahli Hukum

kita telah tiba disini, tak banyak yang berubah. tapi bukankah sejarah tak pernah ditafsirkan bermuara ke kedewasaan. Setiap hari kita telah disuguhi kehidupan yang sangat ...

15 January 2012 00:06

FIKSI    14   0   dibaca Nihil
Mozaik di Sepinggan

Rintik hujan masih membasahi seputar sepinggan kabut menutupi lelangit yang semakin    muram kutinggalkan jejak-jejak pergi seperti biasa untuk menyulam  kenangan,sejarah, dan rindu ...

31 December 2011 15:47

FIKSI    35   0   dibaca Nihil
Kisah Naomi

Tanah kuburan itu masih merah basah. Tak ada pusara menyerupainya dan jejeran makam yang lain tertata rapi di tempat itu, sore itu hanya kesedihan yang ...

5 December 2011 23:02

FIKSI    100   1   dibaca 1 inspiratif
Memoars of School

Aku pernah berfikir dengan sangat pragmatis tentang dunia.Mengapa aku diciptakan untuk melengkapi kebahagiaan manusia yang lain.mereka diciptakan sempurna dan aku tidak sama sekali. Karena kami dilahirkan ...

27 November 2011 22:12

FIKSI    30   1   dibaca 1 inspiratif
Memoar of School

Aku pernah berfikir dengan sangat pragmatis tentang dunia.Mengapa aku diciptakan untuk melengkapi kebahagiaan manusia yang lain.mereka diciptakan sempurna dan aku tidak sama sekali. Karena kami dilahirkan ...

27 November 2011 21:19

FIKSI    51   4   dibaca Nihil
Negasi Cinta

Dia menatap saya dengan mata berbinar-binar, sorot matanya memberikan isyarat bahwa dia akan menceritakan sesuatu yang sangat rahasia. Mungkin hanya kepadaku dia akan menuturkan kisahnya.      ...

13 November 2011 23:58

FIKSI    36   0   dibaca Nihil
ketika kaum muda kembali bersumpah

Ijinkan aku memeluk sejuk di pagi hari menantang matahari yang keluar di balik daun-daun dan ranting   aku ingin mencicipi langkah lampau yang pedih karena di situ aku sering ...

28 October 2011 19:39

FIKSI    7   0   dibaca Nihil
Menatap Jiwa sederhana di Teluk Sumbang

                                saya duduk di bagian dalam perahu, laut masih tenang hanya ambak-ombak kecil yang terkadang mengayun perahu yang kami tumpangi.   Di samping saya bersandar duduk seorang ibu ...

28 October 2011 19:19

REP    27   0   dibaca Nihil
Rahim-rahim Berdarah

perempuan ini berkata: hatiku sudah berdarah setelah rahimku kau khianati dengan rahim-rahim di luar rumah Hatiku sudah sering berdarah setelah aku tak bisa lagi mendengar puja-pujamu Lelaki itu berkata: Kita telah ...

27 October 2011 11:43

FIKSI    47   1   dibaca Nihil
bahasa tubuh

Percaya atau tidak, inilah yang berlaku umum, paling tidak saya sendiri percaya demikian adanya.   Bahwa setiap orang yang berkata jujur akan diikuti dengan gerak tubuh, mimik ...

27 October 2011 10:45

REP    66   1   dibaca Nihil

SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

SHOUT

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012