Az-Zilzal (Keguncangan)

01 November 2010 07:21:21 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:56:33 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Keguncangan (Az-Zilzal)adalah suatu nama dari salah satu surat dari seratus empat belas surat yang terdapat dalam Al Quranulkarim, yaitu Surat ke 99. Surat ini terdiri atas delapan ayat, yang artinya menurut ayat perayat adalah sebagai berikut ( Dikutip dari Al Quranulkarim, Bacaan Mulia terjemahan HB Jassin):

1.Dan bila bumi digoncangkan, dengan goncanganyang dahsyat.

2.Dan bumi mengeluarkan beban-bebannya.

3.Dan Manusia bertanya, “Mengapa ia?”

4. Hari itu (bumi) menceritakan hal ihwal dirinya,

5.Karena Tuhanmu mewahyukan yang demikian kepadanya.

6.Hari itu Manusia datang, terbagi dalam golongan-golongan, untuk diperlihatkan kepadanya perbuatan-perbuatannya.

7.Maka barangsiapa melakukan kebaikan seberat zarrah, ia pasti akan melihatnya!

8.Dan barangsiapa melakukan kejahatan seberat zarrah, Ia pun pasti akan melihatnya.

Apa yang dapat kita ambil dari pemahaman terhadap surah ini ???

1.Surah ini menjelaskan kepada kita kondisi yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi pada kita. Ayat 1-5 menjelaskan keadaan dan kondisi-kondisi yang telah, sedang dan akan selalu terjadi didunia ini seperti gempa, tsunami, banjir, galodo, ledakan bom (seperti di Nagasaki dan Hiroshima, atau yang terjadi beberapa waktu lalu di Negara kita dan belahan bumi lain), ledakan gunung berapi dan lain sebagainya, sebagai peringatan bagi manusia.

Ayat 6, 7 dan 8 menjelaskan tentang hal-hal yang akan terjadi nantinya setelah Sangkakala kedua di tiup, dimana manusia akan terbangun dari kuburnya dan seperti laron menuju suatu cahaya berbondong-bondong datang, yang terbagi dalam golongan-golongan.

Untuk apa ? untuk diperlihatkan kepadanya apa yang telah mereka perbuat selama hidupnya di dunia, mulai dari kebaikkan seberat zarrah sampai kebaikkan yang besar yang telah diperbuatnya dan begitu juga dengan kejahatan dari yang seberat zarrah sampai kejahatan besar yang telah dilakukannya semuanya akan dilihatnya, dan akan dipertanggung jawabkannya kepada Sang Maha Penciptanya. Dan semua itu akan mendapat balasan yang setimpal berupa pahala dan dosa.

Kemudian Pahala dan Dosanya akan ditimbang bila Ia mempunyai Pahala lebih banyak dari Dosa ia akan mendapat tempat penginapan di Surga, sebaliknya bila Dosanya lebih besar dari pahalanya maka ia akan menerima azab ditempat kembali yang paling buruk yaitu neraka.

2.Keguncangan-keguncangan yang terjadi itu dapat menjadi ‘azab atau peringatan bagi yang mengalaminya dan yang melihatnya.

Keguncangan dan akibatnya akan dirasakan sebagai ‘azab bagi orang-orang yang telah melakukan kesalahan-kesalahan besar dan telah melakukannya secara berulang-ulang tanpa memperhatikan atau malah mengabaikan nasehat atau himbauan dari pihak lain untuk tidak melakukannya.

Pada kondisi lain Keguncangan tersebut akan berfungsi sebagai warning atau peringatan bagi orang-orang yang telah mulai khilaf dan mulai melakukan kesalahan kecil, agar tidak mengulanginya dan kembali ke jalan yang benar

3.Selain sebagai peringatan surah ini adalah sebuah surah yang ringkas, tapi bermakna dalam, sebagai mana dijelaskan hadis Nabi yang artinya seperti berikut:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, bahwasanya ada seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, bacakan kepadaku sebuah surah yang ringkas, tapi bermakna dalam.’ Beliau lalu membaca surah Az-Zalzalah. Selesai membacanya, orang itu berkata, “Sungguh, aku tidak akan menambah lebih dari itu selamanya.” Rasulullah menimpali, “ Orang ini telah beruntung, orang ini telah beruntung.” ( Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i)

4.Pada hadis lain dijelaskan bahwa : Abbas bin Malik meriwayatkan, Rasulullah bersabda, Surah Az-Zalzalah adalah seperempat Al Qur’an (Hadis Riwayat Tirmidzi). Berarti dengan membacaSurat Az-Zilzal sebanyak empat kali berarti kita telah menamatkan (khatam) Al-Qur’an satu kali, suatu kemudahan yang diberikan Allah buat kita untuk beribadat lebih mudah.

5.Fa’tabiru ya ulil absar, jadikanlah I’tibar hai orang mempunyai fikiran. La’allakum turhamun, mudah-mudahan kamuberuntung.

Catatan : Poin 3 dan 4 dikutip dari buku : Asbabun Nuzul Syaamil Al Qur’an. (34rs)

Syamsurial Sad

/34rs

TERVERIFIKASI

seorang pria, lahir 13/08, di Pangian-Lintau, Prop. Sumbar. Pensiunan PNS . Tinggal di Koto Baru, Kabupaten Solok, Prop. Sumbar.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana