Mohon tunggu...
fauzy ramadhan
fauzy ramadhan Mohon Tunggu...

Rasa takut bukanlah untuk di nikmati, tetapi untuk di hadapi.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Hugo Chavez"Presiden yang Peduli terhadap Rakyat"

6 April 2016   19:43 Diperbarui: 6 April 2016   21:05 328 0 0 Mohon Tunggu...

Hugo Chavez Presiden Venezuela

Siapa yang tidak kenal beliau,ia adalah presiden venezuela sejak tahun 1998. Dia adalah putra seorang guru dan lulusan Akademi Militer. Chavez meraih gelar insinyur tahun 1975 dan ia penggemar berat olahraga bisbol. Setelah terpilih sebagai presiden tahun 1998, ia berkali-kali mengalami guncangan pemerintahan. Ia diancam dibunuh (2000). Tetapi, ia mendapatkan mandat enam tahun masa jabatan pada tahun tersebut guna melakukan reformasi politik. Keberhasilan Chavez dalam pemilihan presiden tahun 1998 didasarkan pada kampanye bahwa ia merupakan salah satu dari rakyat biasa Venezuela dengan melakukan kontak-kontak langsung dengan rakyatnya. Dalam menegakkan demokrasi partisipatoris di Venezuela ia secara rutin muncul dalam program radio khusus yang disebut Alo Presidente (Hello President) untuk menjawab pertanyaan dari rakyatnya secara langsung lewat telepon interaktif. Ia juga aktif dalam memberikan pidato dan penerangan atas kebijakan politiknya lewat Channel, Program TV negara di Venezuela. Bahkan rakyat Venezuela kini boleh datang ke istana presiden dan walau mereka tidak selalu bertemu presiden tapi paling tidak ada salah seorang wakil dari presiden yang menerima mereka. Pokok pemikiran Chavez dipenuhi konsep sebuah negara dengan kedaulatan rakyat sepenuhnya. Rakyatlah yang memegang hak untuk mengeser para pejabat yang korupsi dan yang melanggar hak asasi manusia sehingga otoritas tidak lagi dimiliki penuh oleh anggota parlemen..

Kebijakan Presiden Carlos Andres Perez menaikkan harga bensin dan pengekangan yang mengakibatkan protes dari massa rakyat sepertinya tepat kalau “alat” itu segera digunakan. Terlebih, setelah memperhatikan kerusuhan selama tiga hari (27 Pebruari 1989). Ratusan orang tewas, banyak jenazah tetap tak teridentifikasi dalam sebuah makam. Seperti tak bisa ditunda lagi, Letkol Hugo Chavez memimpin sekitar 5.000 tentara untuk melakukan kudeta berdarah pada 4 Februari 1992 meskipun menuai kegagalan. Revolusi bulan Februari oleh Gerakan Revolusioner Bolivarian menelan korban jiwa 18 tewas serta 60 orang lainnya cedera. Chavez kemudian menyerahkan diri. Ia kemudian mendekam di penjara militer saat para koleganya berupaya kembali merebut kekuasaan sembilan bulan kemudian Percobaan kudeta kedua pada bulan September 1992 juga gagal. Hugo Chavez dikurung dua bulan penjara. Sewaktu di dalam penjara, ia membentuk partai bernama Gerakan Republik Ke-5 (Movement of the Fifth Republic) dan melakukan transisi dari militer ke politikus. Setelah para pembangkang sempat menguasai sebuah stasiun televisi serta sempat menyiarkan rekaman Chavez yang mengumumkan kejatuhan pemerintah berkuasa, ia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun. Chavez kemudian mendapatkan pengampunan. Di luar penjara, ia melansir partainya sebagai Gerakan Republik Kelima dan menjalani transisi dari dunia tentara ke dunia politikus.

Chavez yang memimpin koalisi Patriotic Pole berhaluan kiri secara jelas menegaskan, mengikuti jejak tokoh legendaris Argentina (Jenderal Juan Peron) yang dipandang sangat peduli pada kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan persamaan hak.

Di bawah pemerintahan Chavez pendidikan politik terhadap masyarakat kecil sangat intens sehingga masyarakat sadar politik dan mengetahui isi undang-undang Venezuela lewat buku kecil Undang-undang yang dibagikan pemerintah sehingga rakyat tidak mudah dibodohi dan diprovokasi.

Pada Kebijakan ekonomi ini yang dinilai kontroversial terutama menyangkut Undang-undang Reformasi kepemilikan tanah, di antaranya memberi kekuasaan pada pemerintah untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan real estate yang luas dan tanah-tanah pertanian yang dianggap kurang produktif mengundang protes jutaan orang di ibukota, Caracas (11 Desember 2001). Selain, mata uang Bolivar jatuh terpuruk 25% terhadap dolar AS setelah pemerintah menghapuskan kontrol terhadap nilai tukar uang yang sudah dipertahankan lima tahun.

Nilai-Nilai Kepemimpinan Hugo Chaves:

Pemimpin Karismatik, Budaya Politik, dan Transisi Demokrasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam masa transisi demokrasi dan pembangunan politik diperlukan suatu pemicu untuk membangkitkan kesadaran dan membentuk budaya politik masyarakat.pemimpin yang karismatik dan berani dalam mengambil suatu keputusan serta memperdulikan rakyatnya.

Berani menentang korupsi

Chavez saat menjadi tentara merasa terganggu oleh korupsi, dia melihat kalangan perwira tinggi militer. Sebenarnya, rezim yang berkuasa pada waktu itu, dipimpin oleh Carlos Andres Perez (1922 ), juga terkenal karena suap. Chavez terorganisir kelompok yang berpikiran seperti tentara dan diam-diam membentuk sebuah organisasi yang disebut Gerakan antikorupsi Revolusi Bolivarian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN