Mohon tunggu...
Rifki Zulfikar
Rifki Zulfikar Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Faktor Penghambat Lulus Kuliah

18 Desember 2020   14:47 Diperbarui: 18 Desember 2020   14:53 679
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Sebagai orang baru, tentu hari-hari pertama akan digunakan untuk proses adaptasi, bisa dengan berkenalan dengan teman-teman baru dan beradaptasi dengan sistem perkuliahan yang akan dia jalani. Ada beberapa faktor yang bisa membuat kuliah terhambat, tentu semua orang tidak ingin mengalaminya, semua ingin lulus tepat waktu dengan predikat terbaik. Berikut 5 faktor penghambat lulus kuliah ini sebisa mungkin harus dihindari :

1. Sibuk Organisasi

Dalam dunia perkuliahan akan banyak sekali organisasi yang bisa diikuti. bentuknya bermacam-macam, mulai yang religius sampai yang suka manjat-manjat tebing. Mahasiswa baru biasanya memiliki rasa ingin mencoba, sehingga dia memutuskan bergabung dengan beberapa organisasi sekaligus, yang bahaya adalah tidak sedikit mahasiswa yang ‘keasyikan’ berorganisasi sampai dia lupa tujuannya mendaftar di kampus tersebut.

Kalau ada event yang diadakan himpunannya, dia semangat sekali, kadang tidak pulang pun dia rela, menginap di sekretariat himpunannya untuk menyiapkan acara tersebut atau hanya sekedar ngobrol-ngobrol. Berbeda jika ada jadwal kuliah, dia akan sering bolos dari proses pembelajaran. Akibatnya, banyak mata kuliah yang dia harus ambil tahun berikutnya gara-gara tidak lulus, dan itu akan memperlambat proses kelulusannya.

Sebetulnya boleh saja berorganisasi, asal tahu waktu. Bisa membagi waktu antara waktu organisasi dan waktu kuliah, dan harus ingat bahwa tujuan dia mendaftar dikampus itu untuk kuliah, bukan untuk ikut berorganisasi, berorganisasi bisa dilakukan setelah jam-jam kuliah dan tidak mengorbankan jam kuliah.

2. Sibuk Pacaran

Pacaran, dikalangan anak muda khususnya mahasiswa, tidak sedikit yang terlibat cinta lokasi dengan teman sekampus atau bahkan satu kelasnya. Terlepas dari boleh atau tidaknya berpacaran, saya menganjurkan lagi-lagi harus pintar membagi waktu. Pacaran yang kurang baik adalah ketika masalah yang terjadi dalam hubungan itu terbawa kepada kehidupan sehari-hari atau kita sering sebut dengan BaPer (bawa perasaan), itu akan berpengaruh kepada proses perkuliahan, dikelas yang seharusnya memperhatikan dosen, dia malah memikirkan masalah yang sedang terjadi dengan pasangannya, gagal fokus deh.

3. Memelihara Rasa Malas

Tidak bisa dipungkiri memang rasa ini yang selalu menghantui para mahasiswa, rasa malas seperti sudah menjadi ujian bagi para mahasiswa untuk bisa melawannya, karena jika tidak, kita akan terbawa kedalam perangkapnya. Disaat kita mempunyai tugas secara spontan rasa malas itu pasti datang walau tak diundang, oleh karenanya kita harus bisa menghindari ini agar waktu kita tidask terbuang secara percuma.

4. Larut Dalam Pekerjaan

Banyak diantara mahasiswa yang sudah bekerja walau masih kuliah, atau kata lain kuliah sembari kerja, itu dilakukan tidak lain hanya untuk memenuhi kebutuhannya selama kuliah. Karena tidak sedikit diantara mahasiswa yang sudah tidak mempunyai orangtua yang membuat mereka harus bekerja untuk bisa kuliah, tetapi ini jangan sampai terbalik, jangan sampai peribahasanya berubah menjadi kerja sembari kuliah. Nah ini yang ditakutkan, yang seharusnya kita lebih mengutamakan kuliah daripada kerja malah sebaliknya, karena niat awal kita kerja untuk memenuhi kebutuhan kuliah, karena jika terlalu larut dalam pekerjaan, ini yang membuat kita susah untuk membagi waktu yang akhirnya membuat kuliah menjadi berantakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun