Mohon tunggu...
Zulfa TsalisatulAning
Zulfa TsalisatulAning Mohon Tunggu... Mahasiswa

Wuluhan,Jember,Jawa Timur 22-07-2000

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pentingnya PAUD untuk Pembentukan Karakter

9 November 2019   08:00 Diperbarui: 9 November 2019   08:04 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pendidikan Anak Usia Dini masih menjadi perbincanagan masyarakat,masih banyak pertanyaan dan pendapat tentang adanya PAUD. Kenapa harus ada PAUD? Penting kah PAUD itu? Beberapa bulan yang lalu ada salah satu seorang residen psikiatri dan hipnoterapis menuliskan pendapatnya di media sosial dia mengatakan bahwa PAUD itu adalah bisnis yang mengatasnamakan pendidikan. Dan dia juga mengatakan bahwa anak usia 4 tahun itu tidak bisa belajar secara formal dab tidak paham mengenai tugas sekolah.

Selain biaya PAUD yang cukup mahal di beberapa lembaga residen psikiatri,dr.jiemi juga mempermasalahkan kurikulum yang ada pada PAUD. Dia berpendapat bahwa kurikulum di PAUD itu memaksa anak untuk bisa membaca dan menulis ketika mereka belum siap mentalnya. Jadi dr.jiemi menyarankan bahwa orang tua disini yang harusnya berperan peting dalam perkembangan anak usia dini.

Pendapat dr.jiemi ini sama dengan pendapat Elly Risman,S.Psi. yang berjudul "Jika Anak Sekolah Terlalu Dini" tahun 2016 lalu. Sebelum meolak adanya PAUD kita harus mengetahui pengertian PAUD yang dijelaskan dalam UU.No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 14 disebutkan "Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan untuk melalu pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut."

Sering kali orang beranggapan bahwa pendidikan itu selalu terkait dengan hal kognitif. Padahal pendidikan itu merupakan aspek-aspek perkembangan anak yang didalamnya mencakup perkembangan Agama,Moral,Sosial emosional,Bahasa,Fisik Motorik,Kognitif dan Seni. Semua tahapan tersebut akan distimulasi sesuai dengan usia anak. Dan pada perkembangan seorang anak ada masa yang dinamakan golden age atau masa yang paling berharga dan orang tua harus memahami perkembangan otak anak pada masa golden age jni yaitu pada usia 0-6 tahun. Pada masa ini anak akan mudah sekali menyerap informasi yang ada dilingkungan sekitarnya,sehingga apa yang akan kita ajarkan akan mempengaruhi pertumbuhannya maka dari itu pada masa golden age ini membutuhkan stimulus.

Dengan adanya PAUD kita dapat melakukan stimulus pada anak. Karena menurut sesjen kemendikbud Didik Suhardi PAUD itu harus menonjolkan Pendidikan Karakter pada anak dibandingkan baca,tulis,hitung. Karena pembentukan karakter anak ini harus dilakukan sejak usia dini sehingga anak terbiasa dan akan terbawa hingga mereka dewasa nantinya selagi memori anak masih bersih. Dilansir dari kemendikbud,dalam dialog dengan Bunda se-Sulawesi selatan kota Makassa, Sabtu (16/2/2019) Didik mengatakan bahwa Pendidikan karakter harus ditekan kan di PAUD,bukan calistung. Menurut didik,PAUD adalah tempat belajar sekaligus bersosialisasi dengan orang lain.

Didalam bermain dan bersosialisasi tersebut seharusnya praktisi PAUD mengajarkan pendidikan karakter sejak dini. Bukan berati pada prasekolah tidak diajari calistung melainkan lebih condomg kedalam pembentukan karakter dan pengenalan terhadap benda-benda yang ada disekitarnya. Didik juga menambahkan bahwa saat ini terjadi kesalahpahaman praktik pendidikan di jenjang PAUD dan SD. Sebab SD memberlakukan tes calistung pada calon peserta kelas 1,otomatis lembaga PAUD akan otomatis mengajarkan calistung pada anak usia dini.

Padahal yang harus ditekankan pada PAUD adalah penerapan karakter pada anak usia dini. Kesadaran masyarakat indonesia terhadap PAUD sudah tinggi. Namun penyelenggaraannya yang masih menjadi persoalaan,termasuk pengajaran calistung pada anak usia dini.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x