Mohon tunggu...
Zayd Hussain
Zayd Hussain Mohon Tunggu... Menghindari kesesatan logika.

Senantiasa berusaha menikmati kopi seduhan istri. Bekerja untuk melunasi hutang. Mencari jalan pulang.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mereka Menyebut Walisongo Bani Daster? Kemana Banser?

17 April 2017   14:39 Diperbarui: 17 April 2017   15:11 669 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mereka Menyebut Walisongo Bani Daster? Kemana Banser?
Sumber: https://ipnupinrang.wordpress.com/

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia diwarnai dengan tokoh-tokoh berjubah. Bahkan, jauh sebelum masa-masa itu, ilustrasi gambar Walisongo menunjukkan mereka orang-orang berjubah. Dan kini, anak-anak kemarin sore menyebut pakaian seperti ini sebagai daster...??? Mereka menyebut walisongo Bani Daster?

Hiruk-pikuk situasi politik tanah air akhir-akhir ini bercampur aduk antara Pilkada dan geliat organisasi masa dan kemasyarakatan. Persoalannya menjadi begitu kompleks dan solusi penyelesainnya pun menjadi semakin tidak sederhana. Membahas secara keseluruhan akan menghabiskan berhalaman-halaman rubrik Kompasiana. Karenanya saya hanya akan mengambil potongan kecil dari gambaran besar kondisi bangsa Indonesia hari ini.

Banser adalah satu diantara sekian organisasi yang bernaung di bawah bendera NU (Nahdlatul Ulama). Rekam jejak perjuangannya dalam perjalanan sejarah bangsa ini tidak perlu diragukan. Ambil satu contoh yaitu kisah Banser dan Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia). Bersama dengan organisasi kemasyarakatan lainnya waktu itu, sedikit banyak telah membantu pemerintah kala itu. Karenanya, saya termasuk yang ikut prihatin melihat kondisi organisasi tersebut saat ini.

Selama ini mereka cukup dikenal sebagai garda terdepan pembela tokoh-tokohnya. Tetapi entah kenapa, sehingga seorang tokoh NU semisal Wakil Rais Am PBNU KH Miftahul Akhyar sampai menyebut mereka keblinger sebagaimana dikutip media Aktual. Pernyataan beliau merujuk kepada apa yang dilakukan oleh sebagian generasi muda NU seperti  Gerakan Pemuda Anshor dan tentu saja Banser terkait beberapa pernyataan kontroversial yang masih terkait Pilkada DKI Jakarta 2017.

Di waktu yang bersamaan, Banser bentrok dengan sesama ormas Islam di beberapa tempat. Banser bentrok dengan FPI. Banser bentrok dengan HTI di Surabaya. Banser bentrok dengan jemaah pengajian di Siodarjo.

Dan terkait judul, saya belum membaca atau mendengar Banser bersuara dengan istilah Bani Daster ini. Istilah yang dimunculkan dan dipolpulerkan oleh sebuah situs provokatif. Kenapa saya menanyakan Banser? Karena loyalitas tadi, yang dalm sejarahnya Banser tidak akan membiarkan satu pihakpun menghina tokoh NU dan segala atribut yang melekat padanya. Tetapi harus dipahami di sini, bahwa saya tidak sedang menghasut atau dalam rangka memprovokasi Banser. Mereka memiliki kebijakan organisasi mereka sendiri.

Saya hanya bingung, ketika mereka bersitegang di dalam organisasi yang melingkupinya demi membela sekelompok orang di luar Islam tetapi di saat yang sama saya tidak mendengar pembelaanya dalam hal yang merendahkan Islam dan atributnya.

Benar, jubah atau gamis bukanlah termasuk dalam ranah syariat Islam. Jubah dan gamis hanyalah satu jenis pakaian di antara pakaian lainnya. Tetapi ketika ada yang mengatakan Bani Daster dengan tujuan merendahkan orang yang mengenakan Jubah maupun Gamis sebagaimana yang dikenakan Rasulullah. Maka mereka juga telah mengatakan bahwa para wali (walisongo) juga mengenakan daster. Para habib mengenakan daster. Banyak tokoh NU yang mengenakan daster.

Ini hanyalah penarikan kesimpulan saya yang boleh jadi salah. Terbuka bagi saya masukan dari pembaca. Wallahu a'lam.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x