Gaya Hidup

Tak Selalu yang Beda Itu Kreatif

13 Januari 2018   17:24 Diperbarui: 13 Januari 2018   19:36 241 0 0
Tak Selalu yang Beda Itu Kreatif
smilies-1607164-640-5a59fcfccf01b412996db582.jpg

Selama ini, banyak orang yang beranggapan bahwa tampil beda itu sama dengan kreatif. Mereka mengira bahwa yang berbeda itulah yang kreatif. Padahal, kedua hal itu sama sekali berbeda. Yang kreatif itu memang biasanya berbeda, tetapi yang berbeda itu tidak selalu kreatif. Karena untuk jadi kreatif tidak cukup hanya dengan tampil beda saja. Nah lho, jangan bingung ya.

Saya kasih contohnya sajalah. Saya mau membuat sebuah produk yang berbeda atau lain dari produk yang lain. Misal, produknya berupa sepeda motor yang jalannya mundur. Nah, itu kan beda. Pabrikan mana coba yang pernah buat sepeda motor yang jalannya mundur? Yang namanya sepeda motor ya pasti jalannya maju. Lalu, apakah itu sudah bisa dibilang kreatif? Kalau kata saya, belum.

Memangnya siapa juga yang mau pakai sepeda motor yang jalannya cuma bisa mundur? Apa mungkin ibu-ibu? Ya bisa saja sih. Setelah sebelumnya mereka menghebohkan para pengguna jalan di Indonesia dengan fenomena "Sein kanan, belok kiri", mungkin dengan ini, mereka bisa menciptakan fenomena baru yang disebut "Hadap depan, jalan ke belakang".

Intinya, kreatif itu tidak cukup hanya dengan tampil beda saja. Ada unsur lain yang diperlukan dalam membentuk sebuah kreativitas. Namun, unsur apa lagi yang diperlukan agar suatu karya bisa dibilang sebagai produk kreativitas sejati? Pertanyaan inilah yang terus terngiang dalam benak saya. Saya cari jawabannya pun tak kunjung saya dapatkan. Apakah mungkin, jawabnya ada, di ujung langit?

Hingga suatu ketika, saya melihat sebuah iklan di televisi tentang suatu produk bernama Kayu Putih Aroma. Dalam hati saya bertanya-tanya, apa yang mereka maksud dengan aroma itu? 

Apa yang istimewa dari aroma minyak kayu putih ini? Apakah aroma yang dihasilkan terasa sangat kuat hingga bisa menyembuhkan sakit kepala hanya dalam 2 detik setelah botolnya dibuka? Ataukah ada sesuatu yang lain lagi? Karena penasaran, akhirnya saya coba membeli satu botol Minyak Kayu Putih Aroma dengan varian Rose.

Setelah itu, saya buka botolnya dan saya rasakan sendiri. Sesaat kemudian, saya berpikir "Beginilah seharusnya minyak kayu putih dibuat". Aromanya tidak seperti aroma minyak kayu putih kebanyakan yang sangat khas dalam menyengat dan menusuk hidung. Kayu Putih Aroma ini memiliki aroma yang wangi dengan Aromatherapy. 

Minyak kayu putih ini bisa sangat berguna bagi saya yang sering sakit kepala karena sibuk memikirkan beban hidup yang menumpuk.

Terlebih lagi, saya sering tidak percaya diri kalau pakai minyak kayu putih di luar rumah. Apalagi kalau mau jalan bareng si doi. Baru saja sampai di depan rumahnya, dia langsung bilang "Eh, kamu pakai minyak kayu putih ya? Kamu sakit kepala lagi? Aduh... Jangan-jangan kamu kena kanker otak lho. Kalo gitu aku panggilin ambulan aja ya..." ujar si doi, yang menjadi kalimat penutup acara jalan bareng malam itu. 

Akan tetapi, dengan Kayu Putih Aroma ini, saya tidak perlu khawatir lagi untuk pakai minyak kayu putih saat ke luar rumah ataupun waktu jalan bareng si doi. Pada akhirnya, berkat Kayu Putih Aroma, saya pun mendapat inspirasi mengenai salah satu unsur pembentuk kreativitas itu. Unsur ini adalah solutif, atau dengan kata lain mampu menyelesaikan masalah yang dialami banyak orang. 

Seperti halnya Kayu Putih Aroma yang berhasil menyelesaikan masalah ketidak-percaya-dirian saya dalam menggunakan minyak kayu putih.

Pada dasarnya, kreativitas berawal dari sebuah permasalahan. Kreativitas muncul sebagai sebuah solusi dalam rangka menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang berbeda. Sebab, solusi yang sudah ada dinilai belum mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Jadi, suatu produk yang tampil beda belum tentu bisa dikatakan kreatif jika tidak memiliki target permasalahan yang harus diatasi. Bahkan, yang sudah ada target masalah pun belum tentu banyak peminatnya jika tidak cukup banyak orang yang mengalami masalah itu. Oleh karena itu, cari permasalahan yang banyak terjadi di masyarakat, lalu pikirkan solusi yang berbeda dari solusi yang sudah ada. Itulah cara untuk tetap kreatif.