Mohon tunggu...
zamsul bakhri
zamsul bakhri Mohon Tunggu... Planter

Seorang planter, menghabiskan waktu bersama matahari

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Minyak Sawit

25 April 2019   07:12 Diperbarui: 25 April 2019   08:11 34 0 0 Mohon Tunggu...

Minyak sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil ini digunakan untuk berbagai variasi makanan, kosmetik, produk kebersihan, dan juga bisa digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Kebanyakan minyak sawit diproduksi di Asia, Afrika dan Amerika Selatan karena pohon kelapa sawit membutuhkan suhu hangat, sinar matahari, dan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan produksinya.

Minyak  sawit atau minyak kelapa sawit adalah minyak nabati edibel yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit. Minyak kelapa sawit secara alami berwarna merah karena kandungan beta-karoten yang tinggi.

Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan juga tidak menyebabkan peningkatan kolesterol darah. Sebaliknya, konsumsi minyak sawit justru memperbaiki kolesterol darah yakni meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

Sejauh ini tak satupun ahli-ahli gizi di dunia yang pernah mengatakan bahwa minyak goreng dari nabati seperti minyak goreng sawit mengandung kolesterol. Kolesterol hanya dihasilkan oleh hewan dan manusia, sedangkan tanaman tidak memiliki kemampuna menghasilkan kolesterol.

Selama ini, mengapa persepsi atau mitos bahwa minyak sawit mengandung atau menyebabkan kolesterol muncul? Persepsi yang demikian terbentuk akibat adanya kampanye hitam/negatif yang dilakukan oleh American Soybean Association (ASA) awal tahun 1980, untuk memojokkan minyak nabati tropis terutama sawit yang mulai mengancam pasar minyak kedelai diseluruh dunia, namun tuduhan tersebut tidak pernah terbukti oleh riset-riset ahli gizi dan kesehatan diberbagai negara.

Bukti-bukti empiris menyatakan bahwa minyak kelapa sawit baik bagi kesehatan.

Berbagai cara terus dilakukan oleh pihak asing untuk menghentikan perkembangan komoditas kelapa sawit, mulai dari isu deforestasi hingga kesehatan. tapi ternyata tuduhan tersebut tidak berdasarkan fakta yang ada.

Jika ditilik dari sejarah, tuduhan atau anggapan keliru tersebut muncul karena menganggap pendapat ahli kesehatan Amerika Serikat selalu benar. Pada tahun 1955, sekitar 64 tahun silam, berawal dari penelitian Dr. Ancel Keys yang menyatakan semua lemak terutama hewani tidak baik bagi kesehatan. 

Di depan para ahli WHO di Jenewa, Keys membacakan hasil penelitiannya di Jepang, Italia, Inggris, Kanada, Australia dan AS tentang kematian yang dialami penderita penyakit jantung koroner akibat diet tinggi lemak hewani. 

Selanjutnya bukan hanya lemak hewani yang dianggap membahayakan kesehatan tetapi juga termasuk lemak nabati yang banyak mengandung lemak jenuh. Termasuk minyak kelapa sawit dan minyak kelapa yang berasal dari negara-negara tropis (Indonesia, Malaysia dan Filipina) yang mengandung lemak jenuh tinggi. 

Maka minyak goreng produksi negara-negara tropis itu dianggap membahayakan kesehatan. Pandangan yang menganggap lemak jenuh tidak baik bagi kesehatan adalah jelas keliru, karena sejatinya kolestrol adalah sejenis lemak yang sangat berguna bagi tubuh, yakni untuk membentuk dinding sel, empedu, hormon dan vitamin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x