Mohon tunggu...
Zairiyah kaoy CH CHt
Zairiyah kaoy CH CHt Mohon Tunggu... Penulis Informatif dan Inspiratif, Hypnoterapis.

Banyak yang abai kepada sisi psikologis diantara sesama, menulis dan memberi informasi positif untuk meredakan kesalahpahaman dalam setiap hubungan.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Benarkah Pikiran Memiliki Daya Magnet?

29 Mei 2021   12:02 Diperbarui: 29 Mei 2021   12:06 250 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Benarkah Pikiran Memiliki Daya Magnet?
ilustrasi. Human brain arms leg magnet on hands/shutterstock

Sepertinya kalimat ini terdengar klise dan mengada-ada yah, padahal sebenarnya tidak dan dapat dibuktikan. Tanpa disadari kita sering membuktikan kalimat ini dalam keseharian. Pikiran memiliki daya magnet terhadap hal positif bahkan negatif sekalipun.

Terkadang manusia cenderung meremehkan diri sendiri dengan segala paket dan kemampuan yang diberikan Allah kepadanya. Dengan membiarkan pikiran larut begitu saja bersama persoalan yang datang. Padahal persoalan datang selalu bersama dengan harapan.

Pernahkah kita menginginkan makanan tertentu, tiba-tiba makanan itu ada yang mengantarkannya kerumah?. Di lain waktu ketika kita memikirkan “jangan-jangan nanti malam mati listrik” eeh ternyata listrik benar-benar mati. Bahkan ada yang asal nyeletuk saja “lihat aja bu, saya akan bawa mobil itu kerumah kita, langsung diantar orang dealer kerumah ini” tiba-tiba mobil itu terbeli dari rezeki yang tak terduga dalam waktu dekat.

Saya sering sekali membuktikan kalimat ini. Pada saat saya belum memiliki kendaraan dan rumah sebagai tempat berteduh dan mengantarkan saya ketempat kerja dan kemana saja (masih naik kendaraan umum ketika itu). 

Saya memikirkan kendaraan dan rumah 2 lantai tersebut dan, terjadi, kendaraan dan rumah tersebut menjadi milik saya dalam waktu yang tidak terlalu lama, alhamdulillah di-usia 20an, sudah dititipkan benda yang sesuai keinginan saya.

Menurut saya, banyak juga yang mengalami ini walaupun tanpa diprogram atau berjalan dengan seiring waktu, tapi tetap saja itu merupakan keinginan yang terkabul. “Bagaimana bisa?, bagaimana caranya?, jangan-jangan dikasih orang nih?”, dll. Tentu pertanyaan seperti ini akan mudah terlontar dari orang lain kepada kita.

Sedikit cerita mengenai teman saya yang merasa selalu gagal dalam hidup, seolah hidup tidak adil kepadanya, banyak yang jahat kepadanya, dll. “kenapa aku selalu mengalami hal yang sama ya dari dulu sampai sekarang”, “semua orang membenciku, ga ada yang sayang sama aku”, “suamiku selingkuh terus iih sebeeel”. Perkataan inilah yang sering dikatakannya dan selalu berada dalam pikirannya.

Pikiran dan perasaan negatif tersebut akhirnya selalu mendatanginya karena tanpa disadarinya, kehidupan yang seperti itu yang menjadi fokus pikirannya. Akhirnya seperti itulah hidup yang selalu dialaminya. Saya sering pula menganjurkannya agar merubah pola pikirnya, tapi kembali lagi, hanya ia yang dapat merubah hidupnya bukan orang lain.

Tidak jarang juga kita putus asa dari kalimat-kalimat positif yang sering ditulis oleh teman, sahabat bahkan oleh para motivator “aaah, pinter ngomong doank, hasilnya belum tentu”, “udah aahh, itukan kalian yang mengalami, belum tentu aku juga akan mengalami hal yang sama” atau bahkan seperti ini “ alaaah pamer doank, udahlah ga usah banyak ngomong”. Hehhee saya pernah mendengar ini dari seseorang yang tidak percaya dengan dirinya sendiri dan kemampuan Allah.

“buat apa mengejar uang, nanti juga meninggal, uang tidak dibawa mati”. Kalimat yang seolah mengarah kepada keputusasaan. Mengapa manusia harus memiliki harta?, ada apa dengan fokus pikiran?, mengapa terkesan penting mengatur pikiran dan ucapan?.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x