Kotak Suara

Berapa Kaki Istana di Pilgub Sulsel?

9 Maret 2018   14:20 Diperbarui: 24 Maret 2018   13:14 881 0 0
Berapa Kaki Istana di Pilgub Sulsel?
Dokumentasi Pribadi

politik.djournalist.com/
politik.djournalist.com/
Ada yang bisa tebak, kira-kira berapa kaki Istana pada Pilgub Sulsel pad 27 Juni  2018 mendatang?

Ada 4 pasangan calon (paslon) yang sudah mendapat nomor urut dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan pada 13 Februari 2018 lalu.

Dan, siap bertarung!

Nah, keempat pasangan ini akan berusaha merebut simpati rakyat Sulsel. Akan berupaya mencari dukungan, mulai dari akar rumput hingga meja istana. Dukungan Istana, mungkin bukanlah penentu kemenangan, tapi cukup penting bagi setiap paslon untuk merangkul Kaki Istana, lalu berpijak kepadanya.

Kaki Istana?

Yah, gimanapun dukungan dari Istana yang ada di dekat Monas, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, itu sangatlah diharapkan oleh setiap paslon, untuk meningkatkan elektabikitas menuju pemenang  dengan suara terbanyak setelah rekapitulasi perhitungan suara nanti.

Pemikiran saya begini :

Nomor urut 1, yang dimiliki  paslon Nurdin Halid -- Azis Kahar Mudzakkar (NH -- Azis), yang diusung oleh Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PKPI. Jika melihat komposisi partai pendukungnya, itu adalah partai-partai pemerintah. Tapi, apakah Kaki Istana ada di nomor urut 1 ini? Di atas kertas, saya pikir iya.

Nomor urut 2, paslon Agus Arifin Nu'mang -- Tanribali Lamo yang diusung oleh Partai Gerindra, PPP dan PBB,  hampir pasti tak akan mendapat dukungan istana lantaran partai pendukung utamanya adalah salah satu calon kuat presiden yang akan melawan penguasa istana saat ini. Sudah tentu baliho yang mereka akan pasang akan berlatar Prabowo Subianto.

Nomor urut 3, paslon Nurdin Abdullah -- Andi Sudirman Sulaiman yang diusung PDIP, PAN dan PKS. Walau ada PKS sebagai 'oposan' pemerintah di situ, tapi PDIP bisa jadi jaminan bahwa satu Kaki Istana, bisa berpijak di paslon ini. Apalagi calon Wakil Gubernurnya adalah adik kandung dari Menteri Pertanian saat ini, Andi Amran Sulaiman. Ia termasuk menteri kesayangan Presiden.

Nomor urut 4, paslon Ichsan Yasin Limpo -- Andi Mudzakkar yang maju lewat jalur independen, walau didukung Partai Demokrat. Bukan diusung. Pasangan ini, selain mendapat energi yang cukup signifikan dari mantan presiden SBY, juga punya kedekatan ke pemilik rincik Partai Nasdem, Surya Paloh,  dari pendekatan organisasi FKPPI, terutama kakaknya, Syahrul Yasin Limpo, yang kini masih menjabat Gubernur Sulsel. Saya anggap bayang-bayang Kaki Istana juga ada di sini. Apalagi Ichsan Yasin Limpo termasuk tokoh Partai Golkar di Sulsel, dan saya yakin ia  cukup punya koneksi kuat di pusat kekuasaan di Jakarta.

Jadi, secara kongkrit praktis hanya dua Kaki Istana di Pilgub Sulsel.  Di nomor 1 dan nomor 3. Saya anggap, jika istana hanya memiliki 2 kaki, ibarat manusia, jika berlari yah paling kuat 20 kilometer per jam. Menurut Wikipedia maksimum manusia bisa berlari sejauh 45 km/jam.

Kalau Istana memiliki 3 kaki, ibarat bajaj beroda tiga, kecepatan berlarinya maksimum 70 km/jam.

Gimana jika Istana bermain empat kaki di Pilgub Sulsel? Nah, ini baru benar. Ambillah contoh kendaraan roda empat seperti mobil, jika melesat ia begitu kencang. Hannessey Venom GT adalah Mobil tercepat di dunia, bisa lari 435,3 km/jam.  

Meja berkaki empat adalah perumpamaan lainnya. Begitu kokoh dan kuat. Bandingkanlah dengan meja yang berkaki tiga, terlebih meja yang hanya punya dua kaki.

Jadi, Istana harus netral?

Yap, idealnya begitu dalam menyikapi semua ajang Pilkada Langsung di berbagai daerah di Indonesia, tahun 2018 ini.

Gimana kalau cuma satu kaki? Jika Kaki Istana cuma satu di Pilgub Sulsel, saya rasa terlalu kasar film kalau begitu.

ZT -- Plaza Indonesia, 9 Maret 2018