Mohon tunggu...
Zaid Makruf
Zaid Makruf Mohon Tunggu...

Kelahiran Magelang. Pernah kuliah di Fisipol UGM Jogja. Merantau ke Jakarta. Bekerja sebagai marketer. Ayah dari Zidan dan Danis. Sekarang tinggal di Tangerang. The meaning of life is to give life meaning.

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Sewindu Kompasiana, Sewindu Berkarya

22 Oktober 2016   23:48 Diperbarui: 22 Oktober 2016   23:53 74 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sewindu Kompasiana, Sewindu Berkarya
Sumber Foto : http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1325996044376273847.jpg

Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku pendam sejak lama

Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Penggalan bait Lagu Sewindu dari Tulus cukup menggambarkan Kompasiana hari ini tanggal 22 Oktober 2016. Sudah sewindu kompasiana hadir di tengah masyarakat. Di setiap pagi, Kompasiana ada di hari-hari warganya. Rasa rindu kita untuk membaca postingan orang lain, melihat artikel sendiri atau memberi komentar. Begitu pun kerinduan pengelola Kompasiana yang setia menerima, menyaring dan menayangkan artikel para warga.

Setiap pagi, Kompasiana menunggu di depan pintu PC komputer, laptop, macbook atau smartphone. Kompasiana berusaha memberikan ruang cerah “berekspresi dan berkarya” bagi warganya. Cukup bagi Kompasiana untuk melihat kita tersenyum bangga karena artikel dimuat, menjadi artikel pilihan atau headline dan dikomentari warga lain. Entah di pagi, siang atau malam kita, Kompasiana selalu menemani.

Bagi saya yang newbie, moment terbaik adalah Kompasiana mengembalikan hobi menulis saya yang pernah bertapa. Kesibukan pekerjaan, membangun rumah tangga kecil-bahagia dan membesarkan 2 orang anak sempat membuat saya berhenti menulis. Baru tanggal 11 September yang lalu saya bergabung. Alhamdulillah, 4 tulisan pertama saya mendapatkan apresiasi sebagai artikel pilihan. Ada kebanggaan tersendiri bahwa tulisan saya bisa diterima. Rata-rata per tulisan dibaca minimal 300 orang. Semoga artikel saya bermanfaat bagi orang banyak. Setidaknya memberikan pencerahan atau second opinion terhadap berbagai pemikiran yang berkembang.

Kompasiana sudah menyediakan media blog yang memudahkan masyarakat untuk menulis. Dulu saya berpikir kalau menulis dengan website sendiri tentu mahal karena harus beli domain dan hosting. Apalagi kalau menyewa website builder. Saya pernah mencoba blog gratisan di penyedia lain. Tapi cukup ribet dalam pengaturannya. Untungnya, blog Kompasiana simple, namun memudahkan. Bagi pemula seperti saya tentu sangat membantu.

Dan keunggulan Kompasiana yang menjadi magnet adalah interaksi antar warganya. Postingan artikel kita akan dibaca dan dikomentari warga lain. Sering kali terjadi diskusi di dalamnya. Ada warga lain yang men-sharetulisan kita melalui facebook, twitter, google plus atau Linked in-nya. Jika disukai oleh temannya maka akan di-share lagi, begitu seterusnya. Bayangkan efek berantai dari tulisan kita. Artikel kita bisa jadi “buah bibir” atau trending topic di dunia maya. Tulisan kita bisa menginspirasi, mempengaruhi atau membangun kesadaran sosial.Bukan tidak mungkin dibaca oleh pihak terkait atau pemangku kebijakan.

Belum lagi adanya acara nangkring atau kopdar Kompasiana yang membahas topik-topik tertentu. Kegiatan tersebut semakin mempererat silaturahmi pengelola dengan warga dan antar warga. Ditambah adanya stimulus berupa blog competitionyang menarik minat masyarakat untuk ikut atau memulai menulis. Bahkan menjadi ajang kompetisi “gagasan” dan festival “kegembiraan” antar warga Kompasiana.  

Luar biasa…Kompasiana benar-benar “dari, oleh dan untuk” warga. Kompasiana juga sudah menjelma sebagai portal blog masyarakat terbesar. Kompasiana turut serta memajukan gerakan gemar menulis di Indonesia. Ini sebuah model pembelajaran demokrasi dalam kebebasan berpendapat.

Selamat Ulang Tahun Kompasiana ke-8 ! Selamat Ulang Tahun Warga Kompasiana ! Sewindu Kompasiana, Sewindu Kita Berkarya. Semoga kedepan Kompasiana semakin dekat di hati masyarakat. Semakin banyak yang menjadi warga. Dan Kompasiana memberikan inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan peranannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menyediakan ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat serta mendorong perubahan sosial di Indonesia. Terima kasih Kompasiana, Salam Kompasianer.*     

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x