Mohon tunggu...
Zahrotul Aning nur faizah
Zahrotul Aning nur faizah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pelajar
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Membaca menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pembentukan Karakter melalui Pembiasaan

27 September 2022   22:35 Diperbarui: 27 September 2022   22:34 67 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

    Sekolah mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku moral anak, dengan menanamkan nilai-nilai agama agar tercipta insan yang religius pada anak. Untuk itu, pendidikan karakter anak harus dimulai sejak dini agar menjadi penerus bangsa yang memiliki akhlakul karimah. Oleh karena itu, harus ada proses pendidikan yang mampu memadukan antara pendidikan sekolah, keluarga dan lingkungan. Hal ini diharapkan bisa mendorong penguatan pendidikan karakter anak, meningkatkan kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak, membangun sinergitas antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian akan terwujud lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

   Membahas mengenai pelaksanaan pembiasaan keagamaan, ada tiga pihak yang dapat mendukung terbentuknya karakter religius yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan. Pertama, pihak keluarga. Pihak keluarga adalah pendidikan yang pertama dimana anak mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang agama dari orang tua, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. Dapat dipahami bahwa orang tua memegang faktor kunci yang dapat menjadikan anak tumbuh dengan jiwa Islami. Sehingga orang tua memegang peranan penting dalam pendidikan dan bimbingan terhadap anak, karena hal tersebut sangat menentukan anak dalam masa perkembangan untuk mencapai keberhasilannya. Hal ini juga sangat bergantung pada pembentukan karakter religius, serta peranan orang tua sebagai pembuka mata yang pertama bagi anak dalam rumah tangga, (Jamaluddin, 2013:37).

    Kedua, pihak sekolah. Pendidikan di sekolah seharusnya terintegrasi dalam semua mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Semua guru wajib memerhatikan dan mendidik peserta didik agar memiliki akhlak yang lebih baik. Persyaratan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam mengembangkan karakter peserta didik adalah memiliki karakter yang baik, menunjukkan perilaku yang baik, dan memberikan perhatian kepada peserta didik. Ketiga, pihak lingkungan. Lingkungan juga mempunyai peran yang penting karena setiap peserta didik juga hidup di kalangan masyarakat yang bermacam-macam akhlak dan sifatnya, dimana apabila lingkungannya itu baik akhlaknya, maka baik pula akhlak para peserta didik, tetapi sebaliknya apabila lingkungannya itu buruk akhlaknya, maka tidak menutup kemungkinan akan buruk pula akhlak para peserta didik tersebut, (Sani dan Kadri, 2016:27). Pendidikan karakter merupakan salah satu solusi untuk membentuk pribadi peserta didik yang lebih baik. Pendidikan karakter di sekolah merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kemeterian Pendidikan sejak tahun 2010. Program ini dimaskud untuk menanamkan, membentuk dan mengembangkan kembali nilai-nilai karakter bangsa. Karena pendidikan tidak hanya mendidik peserta didiknya untuk menjadi manusia yang cerdas dengan intelektual tinggi saja, akan tetapi juga membangun pribadi dengan akhlak yang mulia. Orang-orang yang memiliki karakter baik dan mulia secara individu dan sosial ialah mereka yang memiliki akhlak, moral dan budi pekerti yang baik. Mengingat pentingnya karakter dalam diri, maka pendidikan memiliki tanggung jawab yang begitu besar untuk dapat menanamkan melalui proses pembelajaran, (Zubaedi, 2011:17).

   karakter religius merupakan salah satu karakter yang perlu dikembangkan dalam diri peserta didik untuk menumbuhkan perilaku sesuai dengan ajaran agama Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits. Banyaknya peserta didik yang bertindak tidak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam yang berlaku baik itu di sekolah maupun di masyarakat, maka karakter religius perlu diterapkan dan direalisasikan Salah satu factor penting dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik adalah pembiasaan. Metode pembiasaan merupakan salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan karakter religius peserta didik, karena dilatih dan dibiasakan untuk melakukannya setiap hari. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari serta diulang-ulang senantiasa akan tertanam dan diingat oleh peserta didik sehingga mudah untuk melakukannya tanpa harus diperingatkan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan