Mohon tunggu...
Mutiara Nur Rahman
Mutiara Nur Rahman Mohon Tunggu... Sharing is Caring

Bismillah. Aku layaknya karung dosa yang mencoba mengurai sejumput asa

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kupu-Kupu Malam Menghampiri Cahaya Hidayah

27 Oktober 2020   13:05 Diperbarui: 4 November 2020   23:06 10 3 0 Mohon Tunggu...

Bismillahirrahmanirrahim

Setiap gadis kecil yang tak berdosa tidak ada yang pernah memimpikan bahkan sekedar  membayangkan masa depannya sebagai Pramuria. Gadis kecil itu pasti memimpikan menjadi Princess atau tuan putri yang berlimpah kasih sayang dari orang di sekelilingnya. Namun ada kenyataan kadang tak sejalan, banyak orang harus menjalani takdirnya. Dengan berbagai macam sebab seseorang menjadi Pramuria. Bisa karena pilihan yang dilandasi keterpaksaan atau murni keterpaksaan tanpa ada pilihan.

Untuk yang pertama Mungkin perempuan tersebut telah mengalami berbagai cobaan hidup yang berat. Kemiskinan memang menjadi salah satu sebab terbanyak. Pedihnya kemiskinan, harga kebutuhan yang semakin tak terjangkau bahkan lapar yang tak terperikan, membuat orang gelap mata. Ketiadaan energi penunjang hidup telah membuat otak seseorang kehilangan pembeda baik dan benar. Hatinya tak bisa menangkap sinyal sinyal kebenaran karena tertutup kabut derita.

Latar belakang kemiskinan yang berlangsung dalam keluarga miskin, melahirkan aura lingkungan keluarga yang jatuh dalam keputusaan. Sehingga terjadi penyimpangan fungsi keluarga yang seharusnya menjadi tumpuan harapan hidup. Justru melukai perasaan ruang hati dan jiwa anggotanya. Banyak dari perempuan tersebut adalah korban kekerasan fisik, psikis dan seksual dari keluarganya sendiri.

Adapula perempuan yang menjadi korban dusta yang mampir bertahta. Janji yang tak tertepati kekasih yang pergi. Lelaki bladus yang menawarkan ikatan palsu dengan segala perbendaharaan dunia yang membuat silau dan membutakan logika.

Adakah kemiskinan menjadi alasan penyebab kekhilafan. Sedangkan silap itu dilakukan oleh dua pihak yaitu perempuan dan lelaki hidung belang. Bukankah lelaki hidung belang memiliki kelebihan harta. Karena tentunya biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit, ada biaya hotel, biaya transportasi dll. Bisa jadi karena sebab kayanya dia terjebak keinginan kegembiraan semu sesaat.

Jadi apakah kekayaan atau kemiskinan yang menjadi sebabnya. Ternyata hidayah adalah sebabnya. Dia memberikan cahaya hidayahnya pada sesiapapun yang Dia kehendaki. 

Lalu kapan putri kecil itu menjajaki jalan menghampiri secercah cahaya meninggalkan kegelapan. Menapaki jalan yang ditunjukkan Allah ialah Tuhan. Merasakan Dia memanggil dan menunggu disebalik pintu taubat. Dia yang Pengasih tidak akan pernah menyia nyiakan. Pedihnya cobaan itu adalah bukti kasih sayang. Ialah Tuhan bukanlah hanya milik mereka melati yang dengan penjagaan. Dia milik semua insan. Dia memberi kasih sayangnya dengan bilangan tak terhingga dan menerima sedikit persembahan. Dia yang menunggu meski dengan rentang waktu yang sangat panjang. Untuk menghapus air mata dan memberi pakaian kehormatan. Dia yang Maha menepati janji yang menetapkan bahwa dosa bisa dihapus dengan taubat. Dan kesalahan dapat terganti dengan merapal banyak kebajikan. Lalu kapan menatap ke depan dan menahan untuk menoleh kembali ke belakang.

Goresan Pena Taubat

Disarikan dari Ceramah KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) Hafizahullah

VIDEO PILIHAN