Mohon tunggu...
Mutiara Nur Rahman
Mutiara Nur Rahman Mohon Tunggu... Sharing is Caring

Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Gus Baha : Kopi sebagai Wine of Arabic (Kiat Lepas dari Miras)

26 Oktober 2020   16:47 Diperbarui: 8 November 2020   19:25 26 2 0 Mohon Tunggu...

Bismillahirrahmanirrahim

Berbagai cara dilakukan orang untuk Mencari bahagia. Di kala berbagai permasalahan menimpa, orang mencari solusi semu yang justru menjadi sumber masalah baru. 

Melenakan dan memabukkan, Minuman keras (Miras) menjadi salah satu sebab musabab terjadinya kejahatan. Bahkan anak dari Sahabat Umar Bin Khatab pun khilaf dari dosa perbuatan terlarang karena Miras. Sederet berita kriminalitas pun memenuhi ruang berita di media. Perkosaan, penganiayaan atau bahkan pembunuhan, kesemuanya acapkali didahului dengan meneggak Miras hingga kesadaran berfikir hilang.

Sebenarnya ada jalan alternatif meraih kesenangan dengan sadar dan tanpa kecanduan. Ngopi adalah salah satunya. Sebagai minuman penggugah semangat kopi juga memiliki efek menenangkan. Sejenak, segenap masalah larut bersama tegukan kopi. Problematika kehidupan pun terasa tidak membebani. Ngopi sembari mengingat Tuhan, membawa sebenar harapan.

Orang Italia menyebut kopi sebagai Wine of Arabic. Sejarah kopi sebagai minuman, bermula dari Orang Orang Italia yang datang ke Arab. Mereka kerap menenggak miras namun mencoba mencicipi kopi bersama Orang Arab. Perlahan kebiasaan mereka minum Miras pun hilang berganti dengan kebiasaan Ngopi.

Bahwasannya Al Habib Abu Bakar bin Abdillah Alattas berkata : "Sesungguhnya tempat / rumah kalau ditinggalkan dalam keadaan sepi / kosong, maka para Jin akan menempatinya...Sedangkan rumah / suatu tempat yang mana disitu biasa membuat hidangan minuman kopi, maka para Jin tidak akan bisa menempatinya dan tidak akan bisa mendekat/mengganggu ". Sumber : Kitab Tadzirunnas, hal: 177.

Menjadi kebiasaan masyarakat dewasa kini. Melepaskan suntuk dan jenuh cukup dengan ngopi. Euforia kebiasaan ngopi semakin terfasilitasi dengan menjamurnya warung kopi dan cafe kekinian. Sama sama kita ketahui kini, banyak orang  beralih dari tempat terlarang kepada cafe dan warung kopi. Mencari bahagia, membicarakan hal hal bermanfaat atau sekedar beramah tamah bersama teman atau rekan.

Goresan Pena Taubat

Disarikan dari ceramah KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) Hafizhahullah dan berbagai sumber.


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x