Mohon tunggu...
Siti Dzarah
Siti Dzarah Mohon Tunggu...

akademisi, travel bloger

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Lingkaran Setan Tarif Taksi Bandara Hasanuddin Makassar

22 Januari 2018   16:40 Diperbarui: 22 Januari 2018   16:49 0 1 1 Mohon Tunggu...
Lingkaran Setan Tarif Taksi Bandara Hasanuddin Makassar
sumber foto: graphicsbuzz.com

Pengelola Bandara Hasanuddin MAROS MAKASSAR lagi-lagi berulah. Ulah mereka sudah sangat keterlaluan dimana taksi bandara yang mereka kelola memonopoli taksi bandara dengan tarif seenak perut dengan melakukan sistem zonasi. 

Taksi adalah salah satu pelayanan bandara yang juga akan dinilai oleh turis dan wisatawan lokal dan mancanegara. Ingat taksi mahal dan bersifat memaksa bisa merusak tidak hanya reputasi bandara Hasanuddin sebagai bandara Internasional namun juga merusak citra pariwisata Makassar dan Sulawesi Selatan. 

Semua orang juga ingin makan dan ingin mencari rezeki namun dengan cara elegant, bukan dengan memaksa penumpang dengan mengambil taksi bandara yang sangat mahal  dan jika dikeluhkan mereka pun berkilah itu hanya ulah ''oknum" Pengemudi bukan tarif resmi bandara.

Hal yang tidak masuk di nalar menurut saya adalah taatkala taksi zona 4 ini menerapkan tarif hingga 250rb. Sungguh suatu pemerasaan sistemik dari pengelola bandara kepada penumpang. Jika dhitung dari taksi argo apatah lagi taksi online harga dari bandara ke sultan alaudin mannuruki tak sampai 150rb. 

Para sopir bandara ini juga beralasan mereka melakukan ini karena mereka dipajaki juga oleh petugas bandara hasanuddin untuk  bisa mengambil penumpang di bandara. JADI SUDAH JELAS INI ALUR PELANGGARAN SISTEMIK DARI PENGELOLA BANDARA HASANUDDIN. 

PETUGAS MEMUNGUT "'UPETI' KEPADA SOPIR BANDARA.

SOPIR BANDARA "MEMALAK" PENUMPANG DENGAN HARGA FANTASTIS. 

Ada Lingkaran setan disini yang tak bisa ditembus untuk diurai. Ketahuilah pengelola bandara masyarakat mengharapkan terbang dengan biaya murah murah. saya YAKIN DAN PERCAYA HAMPIR 90% PENUMPANG BANDARA ITU LOWCOST CARRIER. ALIAS EKONOMI.

Terbang dengan pesawat bukan lagi monopoli kaum berduit tetapi monopoli kaum kelas menengah. UANG MEREKA MEMANG SEDIKIT TETAPI JUMLAH MEREKA BANYAK.....