Muhammad Asep Zaelani
Muhammad Asep Zaelani karyawan swasta

Pekerja Sosial, Praktisi CSR/Community Development, Gusdurian

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Belajar ke Negeri Cina

14 Juni 2018   08:13 Diperbarui: 14 Juni 2018   08:17 189 0 0

China kini menjelma jadi salah satu negara yang paling berpengaruh di dunia. Kekuatannya tidak hanya diperhitungkan di level asia, namun juga dunia. Hampir tidak ada negara yang tidak dijamah oleh tangan-tangan tangguh mereka. Produk-produk China terus membanjiri pasar global, dari smartphone hingga kendaraan.

Orang-orang China memang dikenal sangat ulet. Utamanya memiliki semangat yang tangguh dalam hal bisnis. Menurut Hermawan Kertajaya, masyarakat China memiliki tiga jurus yang berakar dari nilai tradisi mereka yang ikut mendukung kesuksesan bisnis mereka.

Pertama, Quang-Shi. Orang China memiliki hubungan yang sangat erat antar sesamanya. Ketika usaha kawannya yang jatuh bangkrut, pasti akan ada yang membantu, meskipun orang itu sudah 2-3 kali gagal dan jatuh bangkrut. Syaratnya cuma satu, jujur alias tidak berlaku curang. Sekali saja ia curang dalam bisnisnya, maka tidak akan ada saudaranya yang mau menolong.

Kedua, Wei-Chi. Wei artinya bahaya dan chi artinya kesempatan. Wei-chi sendiri berarti berfikir positif dalam menghadapi krisis. Mereka selalu mengedepankan peluang apa yang bisa dikerjakan, dibanding menyibukkan diri dengan memikirkan kendalanya. Jadi energi mereka akan tersalurkan sekuat tenaga untuk meraih kesempatan itu.

Ketiga, Mian-Zi. Mian-Zi memiliki arti muka. Orang China selalu diajarkan untuk memegang prinsip. Mereka berpedoman apapun yang terjadi jangan sampai "kehilangan muka" alias harga diri. Utang setumpuk dan sudah jatuh tempo sekalipun tidak akan membuat mereka kabur. Mereka rela menjual aset untuk melunasi hutang dari pada harga diri.

Kita jangan cuma bisa jadi pembenci China, tapi harus bisa mengambil pelajaran dari mereka. Agar suatu saat kelak, negara kita bisa bersaing dan sejajar dengan mereka.