Mohon tunggu...
Muhammad Asep Zaelani
Muhammad Asep Zaelani Mohon Tunggu... Pekerja Sosial Perusahaan, NU dan Gusdurian

Hanya manusia biasa

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Optimalisasi Potensi Dana Zakat di Indonesia

5 Juni 2018   22:33 Diperbarui: 5 Juni 2018   22:51 654 1 0 Mohon Tunggu...

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat yang besar. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh BAZNAS tahun 2016, potensi dana zakat yang bisa dihimpun di Indonesia mencapai 286 trilyun. Dan angka  tersebut diyakini akan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Namun sayang, potensi besar penghimpunan zakat tersebut belum sejalan dengan realisasi di lapangan. Realisasi dana yang berhasil dihimpun oleh berbagai Lembaga Amil Zakat resmi saat ini masih kecil sekali, berada dikisaran 5 sampai 6 trilyun saja. Artinya potensi dana zakat yang besar tadi belum bisa dioptimalkan penghimpunannya dengan baik.

Penyebab masih rendahnya penghimpunan zakat oleh lembaga amil zakat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, kesadaran masyarakat (yang mampu) untuk berinisiatif sendiri menunaikan kewajiban zakatnya masih terhitung rendah. Padahal kewajiban zakat termasuk ke dalam rukun Islam yang lima, kedudukannya sama dengan kewajiban menunaikan sholat, puasa dan haji. 

Bisa juga disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka tentang tata cara membayar zakat. Sehingga mereka kesulitan untuk mengetahui apakah mereka sudah masuk katagori wajib zakat atau belum dan berapa besaran zakat yang harus mereka keluarkan. Kedua, tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga amil zakat masih sangat rendah. Sehingga banyak masyarakat yang akhirnya lebih memilih untuk membayarkan langsung ke penerima zakat. Masyarakat lebih nyaman jika memberikan zakatnya ke tetangga atau kerabatnya sendiri walaupun sebenarnya ada yang lebih membutuhkan.

Oleh karena itu para pengelola Lembaga Amil Zakat di Indonesia harus terus berbenah diri, baik dari sisi pengelolaan, penghimpunan maupun pendayagunaan. Dari sisi pengelolaan, Lembaga Amil Zakat harus bisa menjadi lembaga yang profesional dan transparan. Diantaranya dengan cara meningkatkan kualitas SDM dan pastinya harus membangun sebuah sistem organisasi yang baik. Dari sisi penghimpunan, Lembaga Amil Zakat harus terus melakukan berbagai terobosan model fundraising dan kampanye yang kreatif dan inovatif. 

Termasuk dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan media sosial agar bisa menjangkau sasaran zakat secara lebih luas. Pengelola lembaga amil zakat harus pro aktif turun kelapangan untuk menjemput bola, tidak bisa lagi hanya sekedar menunggu bola, duduk diam di kantor. Sedangkan dari sisi pendayagunaannya, Lembaga Amil Zakat harus bisa memanfaatkan dana zakat yang berhasil dihimpun kedalam berbagai bentuk program yang bisa menyentuh langsung dan menjadi solusi permasalahan sosial yang ada dimasyarakat.  Sehingga dengan demikian tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Lembaga Amil Zakat akan semakin tinggi.

VIDEO PILIHAN