Mohon tunggu...
zacky marselino bampe
zacky marselino bampe Mohon Tunggu... PWK UNEJ

PWK'19 UNEJ (191910501070)

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Studi Kelayakan dan Aspek-aspeknya

28 April 2020   15:41 Diperbarui: 28 April 2020   15:44 504 0 0 Mohon Tunggu...

Studi kelayakan adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan dengan berhasil. Maksud dari berhasil disini mungkin bisa ditafsirkan agak brbeda-beda. 

Ada yang menafsirkan dalam artian yang lebih terbatas, ada juga yang mengartikan dalam artian yang luas. Artinya yang lebih terbatas, terutama dipergunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat ekonomis suatu investasi. sedangkan dari pihak pemerintah, atau lembaga non profit, pengertian menguntungkan bisa dalam arti yang lebih relatif. 

Mungkin dipertimbangkan berbagai faktor seperti manfaat bagi masyarakat luas yang bisa berwujud penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan sumber daya yang melimpah di tempat tersebut dan sebagainya. Bisa juga dikaitkan dengan, misalnya penghematan devisa ataupun penambahan devisa yang diperlukan oleh pemerintah.

Selanjutnya ada aspek-aspek dalam studi kelayakan, aspek-aspek dalam studi kelayakan adalah bidang kajian dalam studi kelayakan tentang keadaan objek tertentu dari fungsi-fungsi bisnis. Pelaksanaan studi dan penelitian atas fungsi-fungsi bisnis tersebut terkadang disesuaikan dengan kebutuhan dari analis ataupun stakeholder.

Berdasarkan disiplin ilmu dasarnya, pembagian dan pengkajian aspek-aspek dalam studi kelayakan terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. Aspek primer, yang merupakan aspek utama dalam penyusunan studi kelayakan. Aspek primer ini ada dalam semua sektor usaha, baik pabrikasi (manufacturing), perdagangan (trading), maupun jasa (service). Aspek primer terdiri atas aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen dan organisasi, aspek hukum dan aspek ekonomi dan keuangan, serta aspek lingkungan hidup.

-Aspek pasar dan pemasaran, perusahaan harus menentukan pasar sasaran dengan melakukan segmentasi pasar karena pasar pada dasarnya bersifat heterogen. Segmentasi pasar menghasilkan segmen-segmen yang relatif homogen. setelah pasar menjadi homogen, perusahaan hendaknya memilih sasaran yang lebih jelas. hal ini dilakukan karena perusahaan memiliki sumber daya terbatas untuk dapat memenuhi pasar walaupun telah disegmentasikan. Dalam pemasaran biasanya dikenal dengan sisterm STP (Segmentasi, Targeting dan Postioning).

-Aspek teknik dan teknologi, manajemen operasional adalah seperangkat fungsi atau kegiatan manajemen yang meliputi perencanaan, organisasi, staffing, koorinasi, pengarahan dan pengawasan terhadap perusahaan. Ada 3 masalah pokok yang dihadapi perusahaan, yaitu penentuan posisi perusahaan, masalah desain, dan masalah operasional. Kelompok masalah sisi perusahaan, persoalan-persoalan utamanya adalah : pemilihan strategi perusahaan, pemilihan dan perencanaan produk, dan perencanaan kualitas. sedangkan kelompok masalah desain, persoalan utamanya adalah pemilihan teknologi, perencanaan kapasitas proses produksi jasa, perencanaan tata letak usaha. kelompok masalah operasional meliputi perencanaan jumlah produksi, manajemen persediaan, dan pengawasan kualitas produk.

-Aspek hukum, beberapa faktor yang dijadikan dasar dalam penilaian kelayakan, terdiri dari badan hukum apa yang paling sesuai untuk dijadikan bentuk formal badan usaha yang akan didirikan. Kedua, komoditas usaha termasuk jenis barang dagangan yang diperbolehkan. ketiga, cara bisnis melanggar hukum agama atau tidak. Terakhir, teknis operasional mendaparkan izin dari instansi/dapartemen/dinas terkait atau tidak.

-Aspek ekonomi dan keuangan, dari aspek ini cukup banyak data makroekonomi yang tersebar diberbagai media yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Data makroekonomi tersebut banyak yang dapat dijadikan sebagai faktor indikator ekonomi yang dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis misalnya, Produk Domestik Bruto, investasi, valuating asing, kredit perbankan, anggaran pemerintah, pengeluaran pembangunan, perdagangan luar negeri, dan neraca pembayaran.

2. Aspek sekunder, adalah aspek pelengkap yang disusun berdasarkan permintaan instansi/lembaga yang terkait dengan objek studi, misalnya aspek analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Pada umumnya aspek ini dipersyaratkan dalam studi kelayaan yang objeknya menyangkut sumber daya alam, seperti proyek pembangunan perumahan (real estate), pembangunan pabrik pengolahan. Aspek sosial biasanya dipersyaratkan untuk pembangunan sarana dan prasarana publik yang didanai pemerintah ataupun donatur internasional.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x