Mohon tunggu...
Yuswanto Raider
Yuswanto Raider Mohon Tunggu... Saya seorang guru yang lahir di Surabaya pada 14 Februari 1974. Kini saya tinggal di Desa Kembangsri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto

Saya seorang tenaga pendidik sekaligus trainer outbound. Saya punya hobi traveling dan sangat menyukai alam semesta yang terbebas dari berbagai polusi. Bagi saya, hidup ini adalah pengabdian, baik kepada agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kades Trawas, Pimpin Penghijauan untuk Peringati HSP 2020

26 Oktober 2020   04:43 Diperbarui: 26 Oktober 2020   04:43 50 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kades Trawas, Pimpin Penghijauan untuk Peringati HSP 2020
Wulyono, Kepala Desa Trawas yang Optimistis Membangun Desanya Lebih Baik

Memupuk jiwa nasionalisme dapat dilakukan dengan cara apapun. Seperti yang dilakukan Kepala Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-92 tahun 2020, dirinya pun punya ide bagus. Melakukan penghijauan bersama warga dan perangkat desanya pada Minggu (25 Oktober 2020).

Bersama puluhan warga desanya dan beberapa perangkat desa yang peduli, Kades Trawas memimpin langsung jalannya penghijauan. Kali ini, penanaman puluhan pohon itu dilakukan di area tanah kas desa (TKD). Puluhan pohon hasil sumbangan warganya itu, dijadikan sebagai tanaman penghias kawasan wisata desanya.

Bersatu dan Bangkit Bersama untuk Melakukan Penghijauan di Kawasan Wisata Desa Trawas
Bersatu dan Bangkit Bersama untuk Melakukan Penghijauan di Kawasan Wisata Desa Trawas
"Moment sumpah pemuda ini sangat bagus. Apalagi temanya sekarang, bersatu dan bangkit. Nilai historis dan filosofis atas sejarah sumpah pemuda itulah yang memotivasi. Akhirnya, puluhan warga pun menyumbangkan tanamannya. Hanya semalam kita berkoordinasi dan terjadilah giat penghijauan di area TKD ini," ungkap Wulyono, Kades Trawas yang baru menjabat sekitar 10 bulan itu.

Dalam kesempatan ini, lanjut Wulyono, dirinya bersama warga ingin memberikan edukasi kepada publik. Selain memperingati sejarah bangsa, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Apalagi secara geografis, wilayah Trawas merupakan kantong air bagi puluhan desa yang ada di sekitarnya.

Warga Desa Trawas Bergotong Royong untuk Melakukan Penanaman Pohon di Kawasan TKD yang Menjadi Wisata Desa Edukasi
Warga Desa Trawas Bergotong Royong untuk Melakukan Penanaman Pohon di Kawasan TKD yang Menjadi Wisata Desa Edukasi
"Nasionalisme harus ditanamkan secara totalitas. Melalui penghijauan hal itu bisa dilakukan. Apalagi sekarang ini, generasi muda harus kita beri contoh dan bukan hanya diceramahi. Yang muda yang berkarya dan yang tua-tua ini, hanya mampu mengedukasi sekaligus memberikan teladan dengan tepat dan proporsional," ucapnya serius.

Warga yang Bergotong Royong Harus Mendiskusikan Letak Tanaman di Titik-titik Penanamannya, Termasuk Saat Menanam Jenis Tanaman Mojopahit
Warga yang Bergotong Royong Harus Mendiskusikan Letak Tanaman di Titik-titik Penanamannya, Termasuk Saat Menanam Jenis Tanaman Mojopahit
Kepala desa yang purnawirawan TNI-AD dari jajaran Kodim 0815 itu, tampak bersemangat melaksanakan penghijauan. Apalagi puluhan warga yang peduli juga didampingi perangkat desa Trawas. Mereka bergotong royong melakukan penghijauan di area TKD yang menjadi kawasan wisata edukasi. Diantaranya sebagai tempat rumah kompos, wisata petik sayur dan wisata paralayang.

Warga Mengangkut Batu Kali untuk Dijadikan Penahan Tanaman Beringin di Titik Sentral Area Wisata Desa Trawas
Warga Mengangkut Batu Kali untuk Dijadikan Penahan Tanaman Beringin di Titik Sentral Area Wisata Desa Trawas
Sementara itu, Yahya, selaku ketua panitia penghijauan menjelaskan, bila puluhan tanaman yang ditanam berasal dari sumbangan warganya. Selain dua pohon beringin yang berukuran besar, terdapat beberapa jenis lagi. Tampak ada pohon asam jawa, palem regu, trembesi, ketapang, dan pohon mojopahit.

"Semangat pak Kades harus kita dukung. Apalagi kegiatan ini sangat baik untuk memberikan contoh pada masyarakat. Peduli sejarah bangsa sekaligus peduli lingkungan. Kita harus bersatu dan bangkit untuk membangun desa ini. Oleh karenanya, kita pilih area wisata desa Trawas ini agar tanaman itu mampu menjadi penambah keindahan sekaligus konservasi atas sumber air," ujarnya penuh optimistis.

Kades Trawas pun Memberi Contoh Langsung Untuk Melakukan Gotong Royong Demi Pembangunan Desanya
Kades Trawas pun Memberi Contoh Langsung Untuk Melakukan Gotong Royong Demi Pembangunan Desanya
Bagi Yahya, apa yang dilakukannya bersama puluhan warga Desa Trawas yang lain, menjadi sebuah kewajiban untuk seluruh warga masyarakat. Bagaimana pun, membangun desa itu tak bisa dilakukan sendiri atau orang per orang. Membangun desa harus dilakukan secara bersama-sama. Harapannya, dengan membangun desa berarti membangun kualitas masyarakat dan masa depan desanya.

Hal senada juga diungkapkan Sisyantoko, Direktur Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (We-Hasta). Menurutnya, tindakan penghijauan di wilayah kecamatan Trawas merupakan tindakan yang mendesak. Desa Trawas mencoba mengawalinya, meski masih banyak keterbatasan. meski demikian, setidaknya Desa Trawas ingin menjadi pioner untuk konservasi air.

Generasi Muda yang Terlibat Dalam Penghijauan pun Harus Bekerja untuk Masa Depan Desanya yang Peduli dan Penuh Kebersamaan
Generasi Muda yang Terlibat Dalam Penghijauan pun Harus Bekerja untuk Masa Depan Desanya yang Peduli dan Penuh Kebersamaan
"Meski hanya satu pohon, kita wajib bergerak mulai sekarang. Kita harus bersatu dan bangkit untuk peduli terhadap lingkungan. Desa Trawas sudah mengedukasi masyarakat dari luar Trawas untuk membuat kompos maupun mengolah sampah. Oleh karena itu, area TKD ini dijadikan lahan wisata edukasi sekaligus kelak dapat berkonstribusi nyata untuk pembangunan Desa Trawas," ujarnya memotivasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x