Ceritaramlan Pilihan

Mengungkap Sejarah Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi

13 Juni 2018   17:49 Diperbarui: 13 Juni 2018   17:55 426 0 0
Mengungkap Sejarah Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR

YUSUF BACHTIAR - Kota Bekasi memiliki salah satu ikon kota yang sarat akan nilai sejarah dan perjuangan pergerakan melawan penjajah. 

Terletak di jatung kota, tapatnya di Jalan Veteran, Alun-alun Kota Bekasi, berdiri sebuah Masjid megah bernama Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Masjid Agung Al-Barkah diketahui berdiri sejak tahun 1869, masjid yang awal mula pembangunannya dirintas oleh tokoh alim ulama setempat, menjadi saksi perjuangan rakyat Bekasi melawan kolonialisme.

Abdul Hadie Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-Barkah menjelaskan, Masjid tersebut merupakan masjid umat, berdiri di atas tanah wakaf seorang tokoh masyarakat kampung 200 Bekasi bernama Almarhum Barun.

"Di masa perjuangan, masjid ini selain digunakan sebagai ibadah, tapi juga dipakai oleh para pejuang dalam rangka menyusun strategi melawan penjajah," ungkap Abdul Hadie, Rabu (23/5/2018) lalu.

Tokoh pahlawan nasional kata Abdul Hadie, semisal KH Noer Ali kerap menjadikan Masjid Agung Al-Barkah sebagai pusat komando strategi pasukan Hizbullah yang dipimpinya. Lokasi masjid yang berada tepat di Alun-alun Kota membuat lokasi tersebut dipandang strategis.

"Para pahawalan atau pejuang Bekasi ini dalam menyusun strateginya berada dilingkungan masjid Al Barkah," kata Abdul Hadie

Seiring berjalannya waktu, Masjid Agung Al-Barkah mengalami banyak perubahan. Setelah masa penjajahan, fungsi masjid yang terlanjur menjadi ikon terus dijaga hingga pada 2004, tercetuslah gagasan untuk merenovasi secara besar-besara masjid sarat akan nilai perjuangan tersebut.

"Seiring berjalannya waktu, masjid yang awalnya didiran oleh umat warga sekitar kemudian, masjid ini juga berada di tengah-tengah pusat kota di alun-alun, maka masjid ini disematkan menjadi Masjid Agung," jelas Hadie

Di bawa kepemimpinan Wali Kota Akhmad Zurfaih, gagasan untuk menjadi Masjid Al-Barkah menjadi masjid kebanggan rakyat Bekasi dimulai, luas masjid yang awalnya hanya 3.000 persegi, diperluas dengan memanfaatkan lahan fasos/fasum hingga total luasnya mencapai 7318 meter persegi.

"total dari awal dibangun ada lima kali dilakukan renovasi, tapi renovasi besar-besaran dilakukan pada tahun 2004 silam," jelas Hadie

Selama kurun waktu enam tahun, atau tepatnya 2010, proyek renovasi Masjid Agung Al-Barkah rampung, Masjid dengan gaya modern klasik itu dapat menampung 1700 jamaah. Kini, wajah baru masjid kebanggaan warga Bekasi itu menjadi masjid termegah hingga menjadi ikon Kota Bekasi sebagai wujud Kota Patriot yang Ikhsan.

"Kalau total sampai ke halama Plaza masjid itu bisa menampung sekitar 3000 jamaah, kalau kapasitas di dalam masjid hanya 1700 jamaah," tandasnya