Mohon tunggu...
Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Belajar ilmu ekonomi, menekuni area manajemen. Fokus keuangan-investasi-pasar modal, HRM dan Strategic Management. Competence CRP, Finance Analis, WPPE, HRA berbasis Research. Menulis buku ajar, artikel dan jurnal. Mengajar dan belajar membuat pikiran dan hati selalu

|Belajar. Mengajar dan Menulis Mengantar Pikiran dan Hati Selalu Baru dan Muda|

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pemilu Serentak 2019 sebagai Ujian Demokrasi, Luluskah Indonesia?

20 Mei 2019   10:44 Diperbarui: 20 Mei 2019   11:28 0 0 0 Mohon Tunggu...

Mahfud MD: Pak Habibie Pesan, Pemilu Jangan Bikin Mundur Demokrasi

Penyelenggaraan Pemilihan Umum serentak 2019 dipastikan akan mencapai puncaknya pada hari Rabu 22 Mei 2019, ketika Komisi Pemilihan Umum akan mengumumkan hasil akhir dari perhitungan suara atau real count yang sudah berjalan sebulan lebih, yang penuh dengan ketegangan dan hiruk pikuk.

Pesan yang disampaikan oleh BJ Habibie, Presiden ketiga Indonesia ini memberikan kesejukan dan kedamaian yang sangat mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia yang saat ini sedang berada dalam puncak ketegangan menunggu hasil akhir dari KPU, tentang RI-1 untuk lima tahun kedepan.

"Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, saya berpesan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk bersama-sama memastikan demokrasi di Indonesia dapat terus berjalan dan menerima hasil pemilihan umum serentak yang akan diumumkan pada 22 Mei mendatang," kata Habibie melalui akun YouTube The Habibie Center, Minggu (19/5/2019).

Pesan dari Habibie ini menjadi sangat penting untuk di catat, karena sangat konsisten untuk menjaga dan mengingatkan semua pihak agar proses demokrasi yang sedang di kelola sejak reformasi tahun 1998 harus di jaga oleh semua pihak. Ada harga dimasa lalu yang sangat mahal sudah dibayar oleh bangsa ini agar menjadi baik dan maju setelah 32 tahun berada dalam rezim Orde Baru yang dikenal tidak demokratis.

Di awal bulan Mei 2019 yang lalu, tokoh-tokoh kedua kubu Capres menghadap BJ Habibie dan sepakat untuk mengawal hasil Pemilu serentak ini, kalah atau menang, agar di proses sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui Prof Mahfud MD mengingatkan pesan Prof BJ Habibie agar Pemilu serentak 2019 jangan membuat mundurnya demokrasi di Indonesia yang sudah diperjuangkan dengan susah payah.

"Pak Habibie membangun demokrasi dibuka dengan selebar-lebarnya dan kita maju selama 20 tahun terakhir ini oleh sebab itu pemilu yang sekarang ini supaya tidak membawa mundur lagi kemajuan kita di bidang demokrasi,"

Ujian Demokrasi

Memahami jiwa dari pesan kunci dari BJ Habibie berarti merefleksikan kembali perjalanan bangsa ini sejak merdeka dan di kontrol habis-habisan di bawah rezim orde baru. Dan kesimpulannya adalah negeri ini harus dibangun dengan cara yang demokratis, dan menjauhkan diri dari gaya otoriter.

Penyelenggaraan Pemilu beberapa kali sejak reformasi tahun 1998, harusnya sudah memadai sebagai pengalaman untuk mengawal pemilu yang serentak 2019 ini. Waktu 20 tahun menikmati "kebebasan" atau udara demokrasi meneguhkan sikap bangsa ini bahwa jangan kembali lagi ke rezim otoriter.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN