Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Dosen

Hakekat manusia adalah memiliki rasa ingin tahu. Semakin tinggi rasa ingin tahu manusia semakin berkualitaslah hidupnya. Karena melalui rasa ingin tahu, maka banyak misteri hidup bisa dibuka.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Alasan Harus Mengampuni, Tiada Kemerdekaan Tanpa Pengampunan

10 Agustus 2018   23:22 Diperbarui: 11 Agustus 2018   07:31 626 4 2
Alasan Harus Mengampuni, Tiada Kemerdekaan Tanpa Pengampunan
shutterstock.com

Seberapa sulit Anda mengampuni orang lain ? Hmm, sebuah tindakan yang sulit, bukan !

Seorang bijak pernah berkata bahawa "tiada kemerdekaan tanpa pengampunan". "Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang lain, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu"

Saya yakin banyak orang saat ini sedang merasakan sakit hati mendalam yang dibawa selama berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun. Lalu, menjadi beban hidup yang sia-sia tidak berguna dan tidak bermanfaat sama sekali. 

Lalu, mengapa harus dipelihara sakit hati kalau memang tidak ada manfaatnya sama sekali? Inilah kebodohan manusia zaman edan. Selalu membawa sampah sakit hati sepanjang kehidupannya.

Ketika Anda terpikir dengan orang yang menyakiti Anda, itu masih segar diingatan Anda bahwa seolah-olah itu baru saja terjadi, kendati kejadiannya sudah sangat lama, bahkan orang yang menyakitinpun mungkin sudah tidak ingat lagi atau bahkan dia telah tiada di dunia ini. Tetapi, rasa sakit itu masih ada, dan hati Anda masih dipenuhi dengan kebencian.

Mungkin saja Anda berkata, "buat apa saya mengampuni orang yang sudah begitu menyakiti hati saya? Kau tidak tahu betapa pedihnya mereka menyakiti saya. Kenapa saya harus memberi kasih kepada orang itu?". Begitulah kira-kira yang menjadi alasan kuat mengapa seseorang terus memelihara sakit hati itu.

Apapun dan bagaimanapun sakit hati yang dialami, seseorang harus mengampuni untuk tiga alasan kunci bagi hidup yang lebih baik.

Pertama, Anda harus bermurah hati dan mengampuni orang-orang yang pernah menyakiti Anda sebab sesungguhnya Allahmu telah memberi Anda kasih karunia. Anda harus selalu sadar bahwa Anda juga sering menyakiti hati Allah. Dia telah begitu murah hati mengampuni Anda. Jadi, sekarang bermurah hatilah pada orang lain.

Kedua, Anda harus mengampuni orang lain karena jika tidak, Anda akan merasakan kepahitan sepanjang hidup Anda. Para ilmuwan mencatat bahwa kebencian ialah perasaan yang paling tidak sehat di dunia ini. Kebencian selalu menyakiti Anda lebih dari orang lain. Kebencian tidak akan mengubah masa lalu dan tidak akan memecahkan masalah Anda. Ia bukannya membuat Anda merasa baikan, tapi malah membuat Anda merasa lebih jengkel.

Ketiga, Anda harus memperlihatkan kasih  Allah dan mengampuni orang lain karena Allah ingin Anda melakukannya. Ini mencerminkan hakekat hidup seseorang sebagai makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah sendiri.

Hidup yang mengampuni pada dasarnya hidup yang memerdekakan. Ketika Anda mengampuni orang lain, maka Anda menjadi manusia yang bebas tanpa beban, ikatan dan penderitaan. Hal yang sama juga demikian bagi orang yang dibenci, dia akan merasakan kemerdekaan ketika pengampunan itu diberikan dan dilepaskan.

Pesan bijak berkata, "tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu". Inilah hakaekat hidup saling mengampuni, yaitu saling memerdekakan dan saling membebaskan dari beban sakit hati, dendam, dengki dan keputusasaan.

Sebaliknya, hidup yang merdeka akan memberikan perjalanan hidup yang dibangun dengan penuh semangat dan harapan. Hidup yang penuh harapan akan menjadi hidup yang bergairah dan menularkan sukacita, antusiasme, semangat dan kegembiraan serta damai sejahtera bagi diri sendiri dan sesamanya.

Ingat baik-baik bahwa "ketika Anda begitu sulit untuk mengampuni bisa jadi karena Anda tidak merasa diampuni"

Selamat Merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Merdeka !