Mohon tunggu...
Yuni musfira
Yuni musfira Mohon Tunggu... Uwais

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Ayat-ayat Qasam dalam Al Quran

20 Agustus 2020   17:32 Diperbarui: 20 Agustus 2020   17:36 427 0 0 Mohon Tunggu...

Ditulis oleh Iqbal Muhajir Rul Koto

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Pengertian Qasam

Aqsam merupakan bentuk jamak dari kata qasam yang berarti al-hilf (sumpah). Menurut Manna Al-Qattan, kata qasam memiliki persamaan makna dengan kata al-yamin (tangan kanan), sebab orang Arab jika mereka bersumpah selalu memegang tangan kanan sahabatnya. Qasam didefinisikan sebagai pengikat jiwa untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang dipandang agung atau besar, baik secara hakiki maupun i'tiqadi oleh orang yang bersumpah.

Dalam beberapa ayat Al-Qur'an Allah SWT mempertegas kebenaran firman-Nya dengan menggunakan qasam. Alasan mendasar yang menjadi sebab munculnya ayat-ayat qasam dalam Al-Qur'an karena Al-Qur'an diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab, dan sebagian dari kebiasaan orang Arab itu sendiri adalah menggunakan kalimat qasam (sumpah) ketika mereka hendak memperkuat suatu perkara. Dalam ilmu Balaghah, qasam merupakan taukid dan biasa digunakan untuk mukhatab yang meragukan atau bahkan mengingkari kebenaran suatu berita.

Sighat asli qasam ialah fi'il aqsama yang dita'diahkan (ditransitifkan) dengan huruf kepada muqsam bih (sesuatu yang digunakan untuk bersumpah). Kemudian setelah itu barulah disebutkan muqsam 'alaih (sesuatu yang karenanya sumpah diucapkan), yang dinamakan juga jawab qasam. Sebagai contoh dapat dilihat dalam firman Allah berikut ini:

"Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. An-Nahl: 38)

Unsur-unsur qasam terbagi menjadi empat:

1) muqsam (yang bersumpah)
2) fi'il yang muta'addi dengan ba
3) muqsam bih
4) muqsam 'alaih.

Dikarenakan qasam banyak terjadi dalam pembicaraan maka penggunaannya diringkas dengan cara membuang fi'il qasam dan cukup dengan hurup "ba" saja. Kemudian huruf    diganti dengan huruf pada isim yang bermakna dzahir dan dengan huruf pada nama-nama Allah. Aisyah Abdurrahman mengatakan bahwa huruf digunakan untuk hal-hal yang abstrak dan kongkrit. Sedangkan banyak digunakan untuk berbagai ungkapan yang bersifat material, diketahui dengan indra, dan juga realistis. Adapun hanya digunakan untuk lafadz Jalalah.

Muqsam Dalam Al-Qur'an

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN