Mohon tunggu...
John Obrak
John Obrak Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

mendobrak statusquo\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya

Tutup

Politik

NKRI Terancam Bubar?

14 Agustus 2014   20:13 Diperbarui: 18 Juni 2015   03:33 0 0 2 Mohon Tunggu...

Banyak perkiraan dan ramalan antah berantah kondisi NKRI menjelang dan setelah pemilihan umum 2014 dilaksanakan. Arus utama perkiraan berkisar keberadaan dan kemerdekaan NKRI ditengah gelombang geopolitik internasional yang terus menerus dipanaskan ‘imperium’ sekutu kegelapan. Begitu panas membara tidak akan ada lagi riak, karena telah menjadi ombak besar yang mengombang-ambingkan perahu kecil hingga kapal induk. Titik panas (hotpsot) sensitif dijadikan pemicu berbahaya datangnya tsunami raksasa menggulung apa saja berada pada jangkauannya. Darimana dimulai awal riak melahirkan tsunami yang menggulung kehidupan di bumi?. Titik yang terus dieksplorasi, 1. China vs Jepang cs 2. Korut vs Korsel 3. Rezim Militer Mesir vs Ikhwanul Muslimin 4. Pemerintah Suriah vs pemberontak asing 5. Ukraina (Eropah Barat) vs Rusia 6. Laut Cina Selatan 7. Lainnya (titik yang tidak terduga). Hanya lewat “TANGAN TUHAN’ sampai hari ini tujuan ‘persekutuan gelap’ tidak/belum tercapai. Jangan berpikiran ini cuma paranoia, kecuali biasa ‘debat kusir’ lewat referensi koran harga 1000an dan spion londo ireng. Atau membantah kekhawatiran yang berlebihan, kalau sedikit saja menarik benang merah perkembangan pergolakan diseluruh titik panas diatas maka hanya akan bermuara pada sesuatu yang tidak berbeda terkait sejarah timbulnya PD-I dan PD –II, kalau memang tak sanggup menelitinya. Terus apa hubungannya dengan Pilpres dan NKRI bubar? jawabannya tidak ada.. NKRI tidak masuk hitungan sebagai titik panas yang potensial menjadi target pemicu tsunami, melainkan hanya sebagai jangkar potensi riak akibat persilangan beradunya gelombang. Sebagai jangkar NKRI hanya cukup ditakar tingkat ‘kepatuhan’ atau ‘manut-katutnya’. Pada stadium tertinggi, anti tesanya ‘SEKUTU MANIS’ Pada stadium medium, anti tesanya ‘BONEKA’ atau ‘PECAH BELAH‘ atau ‘INVASI’ Pada stadium rendah, anti tesanya ‘BUBAR JALAN’ atau ‘GAME OVER’ Maka pilpres hanyalah menentukan posisi takaran agar kreasinya tidak over dosis. Karena masih stadium medium, saat ini para boneka sudah ‘on’ sementara sisanya antrian nunggu panggilan dan menerima perintah.