Mohon tunggu...
YUDI MASRAMID
YUDI MASRAMID Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

Dari pekerja medis ke Asuransi dan BUMN....

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Akar Konflik Tajikistan dan Kirgistan

18 September 2022   16:46 Diperbarui: 18 September 2022   16:57 315 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pilar asap membubung di perbatasan antara Kirgistan dan Tajikistan. Gambar: EPA via faz.net.

Konflik antara Tajikistan dan Kirgistan masih terus membara seperti api dalam sekam.

Setelah pertempuran Jumat yang menewaskan 24 orang ,unit perbatasan Tajikistan mengatakan pada Sabtu pagi bahwa mereka telah mengamati "pengerahan bala bantuan dan senjata tambahan" oleh tentara Kirgistan ke perbatasan.

Presiden Kirgistan Sadyr Yaparov dan timpalannya dari Tajik Emomali Rakhmon bertemu di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Uzbekistan dan menyepakati gencatan senjata.

Kedua bekas republik Soviet itu berbagi perbatasan sepanjang 970 kilometer, hampir setengahnya masih disengketakan. Negosiasi untuk menyelesaikan sengketa perbatasan telah mandek selama bertahun-tahun.

Konflik perbatasan antara Tajikistan dan Kirgistan adalah tantangan bagi kerja sama regional kedua negara.

Penduduk desa Tajikistan  memprotes pembangunan jalan melingkar Ak-Saj-Tamdyk, yang ingin dibangun Kirgistan di dekat perbatasan.

Dua warga Tajikistan terbunuh menimbulkan sengketa,  namun  kedua belah pihak memulai negosiasi untuk menyelesaikan situasi.

Masalahnya tidak selesai, agaknya runtuhnya Uni Soviet   diwarnai oleh sentimen panas dari negara negara dikawasan tersebut khususnya Tajikistan dan Kirgistan.

Masalah perbatasan terletak pada kenyataan bahwa kedua negara mengacu pada informasi geografis di peta dalam periode waktu yang berbeda.

 Tajikistan bersikeras pada perbatasan seperti yang ditunjukkan pada peta antara tahun 1924 dan 1939. Hal yang tidak diterima Kyrgyzstan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan